Tips Melatih Perkembangan Motorik Halus Anak 1 – 3 Tahun

Tips Melatih Perkembangan Motorik Halus Anak 1 – 3 Tahun

Stimulasi motorik halus anak harus dilatih dengan benar karena kemampuan ini berkaitan dengan perkembangan otot, otak, dan saraf si Kecil. Perkembangan motorik halus anak sangat penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot kecil, seperti tangan dan jari. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai perkembangan motorik halus anak usia 1-3 tahun dan beberapa tips untuk melatihnya.

Perkembangan motorik halus anak usia 1 tahun

Pada usia 1 tahun, anak sedang belajar menggunakan otot-otot kecilnya. Pada fase ini, anak akan menunjukkan minat yang sangat besar dalam belajar berbagai hal baru. Anak akan mulai mengendalikan otot tangan dan jarinya dengan lebih baik. Hal-hal yang menarik seperti benda yang bergerak, mainan berkancing, roda, dan alat musik yang dapat mengeluarkan suara akan sangat menarik bagi anak pada usia ini.

Salah satu jenis permainan yang disukai anak usia 1 tahun adalah permainan menyusun balok. Anak akan senang jika dapat merobohkan menara balok yang telah mereka bangun bersama dengan ibu mereka. Selain itu, terdapat beberapa kegiatan yang dapat ibu lakukan untuk membantu perkembangan motorik halus anak usia 1 tahun, antara lain:

1. Bermain “cilukba” dan ajari anak untuk meniru gerakan ibu. Meskipun permainan ini sederhana, anak akan sangat menyukainya.

2. Bermain dengan Playdough. Permainan ini akan melatih kekuatan tangan anak sekaligus mengajarkan bentuk dan warna kepada anak.

3. Menggelindingkan bola. Bunda dapat duduk berhadapan dengan anak dan mengajari anak untuk menggelindingkan bola ke arah ibu.

4. Mengisi dan mengosongkan wadah. Bunda dapat mengisi sebuah wadah dengan berbagai macam benda dan mengajari anak untuk mengosongkan wadah tersebut dan mengisinya kembali sambil mempelajari bentuk dan ukuran benda-benda di dalamnya.

Baca Juga:  4 Penyebab Bayi Susah BAB dan Cara Mengatasinya

5. Menunjuk anggota tubuh. Bunda dapat menyebutkan anggota-anggota tubuh dan meminta anak untuk menunjuk anggota tubuhnya sesuai dengan yang ibu sebutkan.

6. Menemukan mainan. Bunda dapat mengajak anak untuk mencari mainan yang telah ibu sembunyikan.

7. Menunjuk anggota keluarga. Bunda dapat menunjukkan sebuah foto keluarga kepada anak dan meminta anak untuk menunjuk anggota keluarga yang ibu sebutkan.

Perkembangan motorik halus anak usia 2 tahun

Pada usia 2 tahun, anak akan menunjukkan perkembangan lebih lanjut dalam motorik halusnya. Anak akan semakin terampil dalam menggunakan jari-jarinya dan tangan-tangannya untuk melakukan kegiatan yang lebih sulit. Anak pada usia ini sudah dapat menggunakan gunting khusus anak untuk memotong kertas, memegang peralatan makan, dan menggambar bentuk yang lebih rumit. Beberapa kegiatan yang dapat ibu lakukan untuk melatih motorik halus anak usia 2 tahun adalah:

1. Letakkan makanan kecil di piring dan ajari anak untuk memakannya menggunakan garpu anak. Kegiatan ini akan membantu anak dalam mengkoordinasikan tangan dan matanya.

2. Ajak anak untuk ikut mengatur meja makan, seperti menata piring dan alat makan sendiri di atas meja.

3. Menyusun menara balok setinggi empat tingkat atau lebih.

4. Ajari anak untuk melipat kain lap besar.

5. Berikan Playdough dengan warna yang beragam agar anak dapat belajar membuat berbagai bentuk.

Perkembangan motorik halus anak usia 3 tahun

Pada usia 3 tahun, perkembangan motorik anak biasanya ditandai dengan kekuatan fisik yang semakin meningkat. Anak akan senang bergerak bebas dan tidak ingin diam. Kemampuan koordinasi tangan anak juga semakin meningkat. Anak pada usia ini dapat menyusun menara balok dengan lebih dari lima tingkat dan memasukkan benda ke dalam lubang kecil. Beberapa kegiatan yang dapat ibu lakukan untuk melatih motorik halus anak usia 3 tahun adalah:

Baca Juga:  Memilih Makanan Tepat untuk Ibu Hamil di Trimester Pertama

1. Ajak anak untuk bermain Playdough dan membuat bentuk yang lebih rumit, seperti kue berlapis-lapis.

2. Ajari anak untuk mengambil potongan kertas menggunakan pinset.

3. Memasukkan senar atau tali ke manik-manik besar sebagai latihan koordinasi tangan dan mata.

4. Memindahkan pasir menggunakan sekop kecil atau sendok dari satu wadah ke wadah lainnya.

5. Berikan contoh menumpuk kotak plastik beraneka warna dan minta anak untuk mengulanginya.

6. Menempel stiker pada kotak yang telah disediakan.

Kegiatan untuk melatih motorik halus anak

Selain kegiatan di atas, terdapat beberapa jenis permainan atau kegiatan sederhana yang dapat dilakukan untuk melatih motorik halus anak, antara lain:

1. Menggambar dan mewarnai: Kegiatan menggambar dan mewarnai dapat melatih motorik halus anak serta meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak.

2. Bermain Playdough: Bermain dengan Playdough dapat merangsang motorik halus anak karena anak perlu meremas dan membentuk Playdough menjadi berbagai bentuk.

3. Melipat kertas: Melipat kertas dapat menguatkan otot-otot jari dan tangan anak. Anak dapat belajar melipat dengan melipat kertas berbentuk persegi panjang atau lipatan sapu tangan berbentuk persegi empat.

4. Menempel dan melepas stiker: Kegiatan menempel dan melepas stiker dapat melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan anak serta melatih ketelitian anak dalam melakukan sesuatu.

5. Melepas dan memasang kancing baju: Praktek memasang dan melepas kancing baju dapat melatih motorik halus anak serta koordinasi antara kedua tangan anak.

Melatih motorik halus anak adalah proses yang perlu dukungan dan bantuan dari orang tua. Orang tua perlu sabar dan memberikan anak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dengan melatih motorik halus anak sejak dini, anak akan memiliki kemandirian yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  9 Manfaat Membacakan Cerita Anak Sebelum Tidur