Kenali Perubahan Tubuh Ibu Hamil di Trimester 2

Perkembangan Janin Trimester 2

Pada trimester 2 kehamilan ini, Bunda akan mengalami berbagai perubahan fisik dan emosi. Perubahan tubuh ibu hamil yang paling kentara yaitu semakin membesarnya perut Bunda setiap minggunya. Selain itu, perkembangan janin dalam rahim juga mencapai tahap-tahap yang penting. Pada trimester 2, janin sudah mengalami perkembangan pendengaran, saraf, hingga organ dalam dan organ vitalnya.

Minggu 13-16:
Pada minggu-minggu ini, janin sudah memiliki bulu mata, kuku, dan rambut. Ukuran panjang janin sudah mencapai sekitar 15 cm. Denyut jantung janin juga sudah dapat didengar dengan menggunakan ultrasonografi Doppler.

Minggu 17-20:
Pada minggu-minggu ini, Bunda sudah bisa merasakan gerakan janin. Ukuran panjang janin sudah mencapai kira-kira 25 cm. Denyut jantung janin juga dapat didengar dengan stetoskop khusus.

Minggu 21-24:
Pada minggu-minggu ini, mata janin sudah mulai membuka dan jari-jari tangan sudah terbentuk. Berat badan janin mencapai kira-kira 1 kg dan panjangnya sekitar 30 cm.

Perubahan Tubuh Bunda Hamil di Trimester 2

Pada kehamilan yang memasuki trimester 2 ini, perut Bunda sudah semakin membesar dan akan terasa menekan kandung kemih, lambung, dan organ lainnya. Selain itu, perubahan warna kulit juga terjadi pada bagian dahi, hidung, dan pipi. Karena janin sudah semakin besar, maka berat tersebut juga akan membebani Bunda dan menyebabkan tubuh cenderung condong ke belakang. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan nyeri punggung. Beberapa perubahan fisik lain pada trimester 2, yaitu:

Kenaikan berat badan
Ukuran perut yang semakin membesar akan membuat berat badan Bunda semakin bertambah pula. Penambahan berat badan di trimester 2 itu hal yang wajar. Namun, Bunda tetap perlu mengontrol berat badannya demi menunjang kesehatan dirinya serta janin yang ada dalam kandungan.

Baca Juga:  Tips Mengatasi Sariawan Pada Anak Usia 4-5 Tahun

Sakit punggung
Berat badan yang bertambah di trimester 2 kehamilan ini akan mulai memberi tekanan pada bagian punggung, sehingga akan terasa pegal dan sakit. Sebaiknya, Bunda duduk dengan tegak dan menggunakan kursi yang memiliki penyangga punggung yang baik untuk mengurangi tekanannya.

Kaki kram
Bunda akan lebih sering merasakan kram pada kaki selama trimester 2. Keluhan ini lebih umum terjadi pada malam hari. Bunda bisa mencoba meregangkan otot kaki sebelum tidur dan banyak minum air putih untuk mengatasi kram kaki saat hamil.

Perubahan kulit
Perubahan hormon selama kehamilan trimester 2 merangsang peningkatan melanin di kulit. Meningkatnya produksi melanin ini akan memicu munculnya bercak coklat di wajah dan garis gelap di perut. Perubahan kulit ini biasanya memudar dengan sendirinya setelah melahirkan.

Perubahan pada payudara
Menuju persalinan, payudara akan bertambah besar dan terasa penuh. Bertambahnya ukuran payudara ibu hamil trimester 2 ini dipicu oleh meningkatnya produksi hormon estrogen dalam tubuh.

Perubahan Emosional Bunda Hamil di Trimester 2

Sudah menjadi rahasia umum jika ibu hamil cenderung lebih sensitif dari biasanya. Perubahan hormon selama kehamilan menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini bisa dipicu oleh perasaan khawatir tentang persalinan yang semakin dekat. Beberapa ibu hamil berisiko mengalami gangguan kecemasan selama masa kehamilan. Ada juga risiko depresi antenatal, yaitu gangguan suasana hati yang mencakup perubahan emosional yang intens selama kehamilan. Jika mengalaminya, Bunda bisa mengunjungi psikolog atau dokter kandungan untuk berkonsultasi.

Pemeriksaan yang Dianjurkan

Selama trimester 2, Bunda sudah bisa melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui perkembangan janin. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi kelainan bawaan janin yang biasanya baru akan terlihat pada usia kehamilan 18-24 minggu. Selain itu, Bunda juga perlu melakukan pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, urin, berat badan, dan tinggi rahim. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa Bunda dan janin dalam kondisi yang sehat.

Baca Juga:  Manfaat SA Bagi Otak Anak 3-6 Tahun

Selain pemeriksaan rutin, dokter juga mungkin akan melakukan tes tambahan seperti tes alfa-fetoprotein (AFP) untuk mendeteksi adanya kelainan genetik, amniosentesis untuk mendapatkan contoh air ketuban, tes Rh (-) untuk mengetahui pembentukan antibodi Rh, dan pemeriksaan kadar gula darah untuk mendeteksi risiko diabetes gestasional.

Hal yang Harus Dihindari

Selama trimester 2 kehamilan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar kesehatan Bunda dan janin tetap terjaga. Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:

Konsumsi kafein dan alkohol
Olahraga berat yang bisa menyebabkan cedera perut
Minum obat tanpa anjuran dokter
Konsumsi ikan mentah dan makanan laut bermerkuri tinggi seperti makarel
Minum susu yang tidak dipasteurisasi
Konsumsi daging yang diawetkan

Dengan menghindari hal-hal tersebut, Bunda dapat menjaga kesehatan diri dan janin dalam kandungan. Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan. Nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung perkembangan janin yang optimal.

Selama kehamilan, Bunda perlu tambahan nutrisi dan kalori untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (AAE), DHA, dan 9 nutrisi penting lainnya seperti asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), zat besi, serat pangan inulin, vitamin C, protein, kalsium, dan seng. Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tambahan selama masa kehamilan.

Dengan memperhatikan perubahan fisik dan emosional yang terjadi pada trimester 2 kehamilan, serta menjaga kesehatan dan nutrisi yang cukup, Bunda dapat menjalani kehamilan dengan baik dan memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan janin. Tetaplah konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan yang optimal selama kehamilan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com

Baca Juga:  Rekomendasi Sekolah Mengemudi untuk Remaja di Jakarta