Lebih Mengenal Kolik, Gejala, Penyebab, dan Cara Menenangkannya

Lebih Mengenal Kolik, Gejala, Penyebab, dan Cara Menenangkannya

Si Kecil tiba-tiba menangis dan rewel tanpa sebab apapun? Bisa jadi si Kecil sedang mengalami kolik. Kolik adalah kondisi bayi yang sehat menangis tidak terkendali selama berjam-jam dalam satu waktu. Ketidaknyamanan bayi yang sedang kolik biasanya bisa berlangsung hingga beberapa hari bahkan minggu dan biasanya muncul di sore atau malam hari. Kolik biasanya dimulai di usianya yang ke-2 atau 3 minggu dan mencapai puncaknya pada usia 6 hingga 8 minggu.

Apa saja gejala kolik?

Kolik ditandai dengan si Kecil yang menangis terus menerus dalam satu waktu tanpa alasan yang jelas. Tangisan si Kecil biasanya semakin keras dan bernada tinggi menandakan bahwa dia sedang kesakitan. Dan pada saat menangis biasanya si Kecil mengepalkan kedua tangannya, menarik lutut ke perut, dan melengkungkan punggung, wajahnya memerah dan perutnya membuncit. Si Kecil yang sedang mengalami kolik biasanya akan sedikit lega apabila mengeluarkan gas. Gejala ini berbeda dibandingkan ketika si Kecil sedang lapar, basah, takut, dan lelah.

Apa Penyebab Kolik?

Kolik sebenarnya masih menjadi salah satu gejala misterius pada bayi. Kolik bisa dialami oleh bayi mana saja baik itu perempuan atau anak laki-laki maupun bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif ataupun yang minum susu pertumbuhan. Ada banyak pendapat mengapa kolik bisa terjadi pada si Kecil. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Melatih kepekaan si Kecil. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kolik merupakan cara melepaskan rasa tidak nyaman yang didapatkan sebagai wujud kepekaannya terhadap lingkungan. Ketika malam tiba, si Kecil tidak lagi melihat pemandangan dan mendengar suara sehingga membuatnya bingung dan mulai menangis.
Bayi yang lahir dari Bunda yang merokok biasanya memiliki risiko lebih tinggi mengalami kolik.
Masalah yang terjadi dalam perut si Kecil. Bisa karena masalah pencernaan, kekurangan makanan, kelebihan makanan, atau perut yang mengandung gas.
Gastroesophageal reflux (GERD) atau gejala asam lambung pada si Kecil. Ini merupakan kondisi yang terjadi karena katup kerongkongan bagian bawah si Kecil belum berfungsi dengan baik serta lambung si Kecil yang memiliki ukuran kecil. Keduanya menyebabkan asam lambung dan makanan dari lambung kembali ke kerongkongan si Kecil. Si Kecil akan sering muntah dan merasa tidak nyaman.
Kolik bisa menjadi tanda si Kecil mengalami migrain dini. Ini bisa sebagai gejala awal ataupun genetik yang diturunkan oleh orang tua.
Stres dan ketegangan pada Bunda. Bunda yang mengalami kecemasan atau depresi pada saat kehamilan kemungkinan menyebabkan kecemasan yang memicu kolik pada bayi yang dilahirkan.

Baca Juga:  9 Rekomendasi Tempat Makan untuk Bekal Anak Sekolah

Cara Menenangkan si Kecil yang Menderita Kolik

Kolik memang sulit untuk ditangani karena si Kecil akan menangis terus-menerus. Namun, masih ada cara yang bisa Bunda lakukan untuk menenangkan si Kecil yang sedang kolik, yang antara lain.

Berikan pijatan lembut kepada si Kecil. Si Kecil mungkin akan menikmati pijatan yang Bunda berikan. Namun, sembari memijat Bunda juga harus memerhatikan responnya. Jangan sampai si Kecil terlalu distimulasi.
Perdengarkan suara-suara. Berikan si Kecil sedikit pengalih perhatian dengan memperdengarkannya suara-suara atau kebisingan. Bunda bisa membisikkan si Kecil dengan irama lembut dan menenangkan atau sekadar meletakkan di dada untuk mendengarkan detak jantung Bunda.
Menghindarkan dari suara. Apabila si Kecil semakin rewel ketika diperdengarkan suara, maka sebaiknya bawa dia ke tempat yang lebih tenang dan gelap.
Melakukan gerakan lembut. Si Kecil yang kolik biasanya akan sulit terlelap jika langsung diletakkan di tempat tidur dan disusui. Bunda bisa menidurkan si Kecil di ayunan terlebih dahulu karena si Kecil yang kolik biasanya lebih suka diberikan gerakan atau goyangan lembut.
Menggendong si Kecil. Gendongan adalah posisi ternyaman untuk si Kecil karena dia bisa lebih dekat dan merasakan kehangatan kulit Bunda serta mendengar suara detak jantung Bunda.
Membedong. Selain bersentuhan dengan kulit Bunda ketika digendong, meletakkan si Kecil dalam bedongan juga akan membuatnya hangat dan lebih tenang. Selain itu bedong juga dapat mencegah si Kecil bangun dari tidur karena terkejut dengan kedutannya sendiri.
Mandikan dengan air hangat karena air hangat dipercaya ampuh membuat si Kecil lebih rileks.
Ajak si Kecil berjalan-jalan. Ini juga salah satu cara untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit yang dirasakan. Berjalan-jalan juga bisa memberikan udara segar dan suasana baru kepada si Kecil.
Jaga si Kecil tetap tegak selama menyusui dan usahakan sering bersendawa untuk mencoba meredakan rasa sakit akibat gas dalam perut.
Periksakan ke dokter.

Baca Juga:  9 Ciri-Ciri Bayi Sehat yang Tampak Dari Kebiasaannya

Perlu Bunda ketahui bahwa kolik bukan penyakit yang menyebabkan bahaya jangka panjang dan ini wajar dialami oleh bayi pada umumnya. Oleh karena itu Bunda tidak perlu panik dan cobalah langkah-langkah di atas untuk mengatasinya.

Dengan mengetahui gejala, penyebab, dan cara menenangkan si Kecil yang sedang mengalami kolik, Bunda bisa lebih siap dalam menghadapinya. Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil atau si Kecil terus mengalami keluhan yang tidak kunjung reda, sebaiknya Bunda segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Selain itu, penting bagi Bunda untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi si Kecil yang sedang kolik. Ingatlah bahwa ini hanya fase sementara dalam perkembangan si Kecil dan seiring dengan waktu, kolik akan berangsur-angsur menghilang. Berikan dukungan dan kasih sayang kepada si Kecil, karena itu adalah hal terpenting dalam membantu si Kecil melewati masa koliknya.

Dalam menjaga kesehatan si Kecil, perhatikan pula pola makan dan nutrisi yang diberikan. Jika Bunda memberikan susu formula, pastikan memilih susu formula yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil, seperti Frisian Flag. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi mengenai pemilihan susu formula yang tepat untuk si Kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bunda dalam mengenal lebih jauh tentang kolik, gejala, penyebab, dan cara menenangkannya. Tetaplah menjadi Bunda yang sabar dan perhatian untuk si Kecil, karena kasih sayang dan dukungan Bunda sangat berarti bagi perkembangan dan kesejahteraan si Kecil.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com