7 Kuliner Khas Solo Kaya Nutrisi yang Wajib Banget dicoba!


Kuliner khas Solo ternyata tidak hanya enak namun juga kaya nutrisi, sehingga cocok untuk menjadi hidangan keluarga. Bicara traveling kalau untuk saya pribadi nggak bisa lepas dari yang namanya mencicipi kuliner khas kota yang dituju (ini sudah wajib hukumnya!). Kali ini saya ingin mengajak Bunda sekeluarga untuk lebih mengenal ragam kuliner khas Solo yang tak hanya enak plus lezat, namun juga mengandung banyak nutrisi yang baik. Sayang banget beberapa dari jenis hidangan ini mulai “redup” di dalam pemahaman generasi masa kini. Padahal secara kandungan gizi, sudah pasti jauh lebih sehat dibanding fast food yang saat ini merajalela. Makanya penting banget sih buat kita mengenalkan kembali ke generasi anak-anak kita.

Nah, tahukah Bunda, menurut data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Indonesia itu memiliki 77 jenis sumber karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 75 jenis sumber protein, 228 jenis sayur-sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, dan 110 jenis rempah dan bumbu. Jadi kebayang ya, makanan Indonesia yang umumnya kaya akan bahan dasar serta aneka bumbu, jika diolah dan diproses dengan tepat, nggak hanya menghasilkan makanan yang lezat namun juga sehat serta bisa memenuhi kebutuhan gizi harian kita sekeluarga.

Kunjungan saya ke Solo kemarin untuk memenuhi undangan dari Danone Indonesia yang bekerja sama dengan Citilink, menyelenggarakan Jelajah Gizi 2023 sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menggali keunikan dan potensi pangan di Indonesia, khususnya kali ini di kota Solo.

Jadi, ada apa saja dari hasil perburuan berkunjung ke Solo kemarin? Ini dia daftarnya

Kuliner khas Solo yang kaya akan Nutrisi

1. Serabi Notosuman Ny Lidia

Semua pasti sudah akrab dengan jenis penganan khas Solo yang satu ini, kan? Serabi Notosuman ini terbuat dari tepung beras, gula dan santan yang dicampur jadi satu kemudian dipanaskan menggunakan sedikit minyak goreng di cetakan serabi. Tahukah kalian kalau Serabi Notosuman Ny Lie ini menggiling sendiri, lho tepung berasnya. Jadi bukan yang beli jadi. Serabi merupakan sumber energi dan karbohidrat yang baik, serta mengandung protein, lemak serta kalsium.

Baca Juga:  Menengok Parenting Ala Orang Tua Kembar Lima AIUEO

2. Brambang Asem

Hidangan ini terbuat dari ujung daun ubi jalar, ditambah tempe gembus, serta siraman sambal yang terbuat dari bawang merah, asam Jawa, cabai dan gula merah disajikan dengan picuk daun pisang. Rasa yang dihasilkan pun kombinasi dari rasa pedas, manis dan asam. Dilihat dari bahan utamanya, yakni daun ubi rambat, brambang asem termasuk makanan sehat, lho! Kandungan gizi utama dalam daun ubi jalar adalah vitamin A, vitamin B2, vitamin B9, dan vitamin C.

3. Lenjongan si Kuliner Khas Solo yang Nyaris Terlupakan

Ini salah satu favorit saya sebagai pecinta jajanan pasar, hehehe. Lenjongan sendiri adalah jajanan pasar khas Solo yang mayoritas terbuat dari singkong dan ubi. Jadi dalam satu wadah itu terdiri dari klepon, sawut, jongkong, getuk, tiwul, cenil, ketan hitam, ketan putih, jagung atau grontol. Didominasi cita rasa manis, Lenjongan ini bisa banget jadi camilan keluarga di rumah, lho. Mengingat bahwa singkong memiliki kandungan protein, serat, kalsium hingga vitamin C, sudah pasti sehat untuk anak-anak di rumah.

4. Es Gempol Pleret

Minuman segar yang terbuat dari tepung beras yang dibentuk bulat (gempol) serta lonjong (pleret) kemudian dikukus, disajikan dengan santan, gula cair atau sirup dan es. Seperti kita tahu, tepung beras itu mengandung karbohidrat, zat besi, dan kalsium. Sedangkan santan kaya akan zat besi dan antioksidan, sedangkan gula bisa untuk meningkatkan energi. Brambang Asem, Lenjongan dan Es Gempol Pleret ini bisa ditemukan di daerah Pasar Gede berbarengan dengan beberapa hidangan tradisional lainnya seperti es Dawet dan Cabuk Rambak.

5. Tengkleng Pak Manto

Untuk pecinta aneka olahan daging kambing sudah pasti wajib banget ke sini. Jenis hidangannya pun sangat beragam, mulai dari sate, gule, tongseng, sate buntel hingga tengkleng kuah kuning. Ditambah ada sumsum-nya. Sumsum ini sangat baik sebagai sumber zat besi yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Jika tidak ada masalah kesehatan, bumil boleh banget mengonsumsi secukupnya untuk mendapatkan asupan zat besi yang dapat mencegah gangguan pertumbuhan janin.

Baca Juga:  Kenali Simbol pada Perlengkapan si Kecil

6. Nasi Liwet Wongso Lemu Kuliner Khas Solo dari Tahun 1950

Nasi Liwet Wongso Lemu ini sudah ada sejak tahun 1950. Penyajiannya bersamaan dengan sayur labu siam, suwiran opor ayam, dan areh santan serta butiran cabe jika Anda doyan pedas. Bisa juga ditambahkan ceker ayam, dada ayam atau tempe bacem. Kandungan protein hewani di dalamnya bisa meningkatkan fungsi otak, sayuran yang menjadi campuran di nasi liwet ini juga mengandung kalsium sehingga bagus untuk kesehatan tulang. Cocok banget kan sebagai hidangan sarapan untuk anak-anak memulai aktivitas hariannya?

7. Karak Bratan

Camilan yang terbuat dari beras dikukus kemudian dihaluskan dicampur dengan garam, air, bawang dan merica, kemudian iris tipis, dijemur selama 6 jam di sinar matahari, baru digoreng. Bisa menjadi sumber energi, protein serta karbohidrat, walau tidak mengandung vitamin.

Kira-kira mana yang akan menjadi favorit Bunda sekeluarga?

Namun, ingat ya, seperti pesan dari Prof. Dr. Ir Ahmad Sulaeman, MS – ahli gizi yang juga ikut di dalam perjalanan Jelajah Gizi 2023 bersama Danone Indonesia dan Citilink, agar kita memiliki batasan saat mengonsumsi setiap hidangan. Makanan yang super sehat sekali pun jika dimakan berlebihan tetap saja akan memberikan dampak negatif.

Selamat hunting kuliner khas Solo yang lezat dan juga kaya nutrisi. Baca juga: Direktori Kuliner Menu Pedas di Jakarta, Bogor dan Bandung, Berani Coba?


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com