Si Kecil Egois Atasi Dengan cara Ini!

Si Kecil Egois Atasi Dengan cara Ini!

Hai Bunda, si Kecil sekarang sudah mulai memasuki usia 2-3 tahun, ya? Wah, biasanya saat ini, sifatnya yang sulit dimengerti, tidak sabar, egois, dan mudah ngambek mulai semakin terlihat, Bu. Nah, kalau Bunda sedang menghadapi fase yang baru saya sebutkan tadi, saya ingin berbagi saran, nih.

Dulu, saya sempat khawatir saat melihat si Kecil yang suka rewel dan egois, apalagi saat bermain dengan temannya. Ia sampai tidak mau berbagi mainannya lho, Bu. Namun, setelah berkonsultasi dengan teman dan kerabat, saya jadi tahu kalau sebetulnya hal tersebut masih termasuk wajar. Fase ini memang bisa terjadi karena mereka belum mengerti apa itu arti dari berbagi.

Nah, justru, saat ini belum terlambat sama sekali bagi Bunda dan Ayah untuk mulai mengajarkan si Kecil konsep berbagi. Mau tahu caranya? Mudah, Bu! Sebagai permulaan, waktu itu saya mencoba membuat rencana bermain seperti ini:

1. Ajak si Kecil bermain ke luar rumah atau taman bermain.
2. Siapkan camilan nikmat untuk menemaninya saat bermain.
3. Saat bermain, ajak si Kecil untuk bergabung bersama dengan anak lain atau sebaliknya, minta ia untuk mempersilahkan anak lain bermain bersama.
4. Di sela-sela waktu bermainnya, berikan ia camilan yang sudah Bunda bawa dan tawarkan juga kepada teman bermain si Kecil ya, Bu.
5. Pada awalnya si Kecil terlihat tidak setuju, namun pelan-pelan saya coba meminta izin sekaligus memberi penjelasan seperti “Kakak, kan temannya tadi sudah meminjamkan mainan, boleh ya kue Kakak dibagi sedikit untuk dia?” Tak disangka, mendengar kata-kata saya, ia langsung setuju untuk berbagi dengan temannya tersebut. Yes, taktik saya berjalan mulus! Tidak lupa, saya pun langsung memujinya sambil memeluk karena sudah bersikap baik dengan orang lain.

Dari hasil obrolan saya dengan teman dan kerabat, saya juga baru tahu kalau anak di bawah usia 6 tahun memang belum sepenuhnya memahami arti dari empati. Keterikatannya terhadap benda-benda kesayangan membuat ia sulit memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Nah, untuk mengenalkan ia dengan rasa empati, dulu saya memulainya dari aktivitas di rumah. Misalnya, saat saya sedang melihat-lihat buku bergambar, saya pinjamkan kepada si Kecil agar ia bisa turut melihat. Selain itu, saya juga sering menawarkan makanan, “Hm, roti ini rasanya lezat sekali lho, Kak. Mau berbagi sama Bunda? Bunda yakin kamu pasti suka!”

Saya akui, mengajarkan si Kecil memang menjadi sebuah tantangan, bukan hanya bagi kita saja, tapi juga untuknya. Bukan hal yang menyenangkan mendengar ia berteriak “Nggak!” atau “Nggak mau!” setiap kali diminta menawarkan mainan atau makanan kepada orang lain. Namun, Bunda jangan khawatir, ya. Ini merupakan momen di mana ia sedang belajar mengendalikan perasaannya sendiri, terutama sewaktu keinginan si Kecil bertentangan dengan permintaan Bunda.

Baca Juga:  Resep Susu Mint untuk Meredakan Mual

Siap mempraktikkan tips-tips saya di atas, Bu? Perlu diingat juga ya Bu, memasuki usia 2-3 tahun ini, si Kecil memang sedang mengembangkan kemampuan bersosialisasinya sambil belajar memahami perasaan orang lain dengan cara mengamati dan menjelajahi dunia di sekitarnya. Oleh karena itu, selain melalui bimbingan Bunda sehari-hari, si Kecil tentu juga membutuhkan nutrisi yang mendukung daya tahan tubuhnya agar ia semakin bebas menjelajah dan mengembangkan kemampuan bersosialisasinya itu.

Menyenangkan ya, melihat perkembangan si Kecil kini begitu pesat. Yuk, mulai bimbing ia belajar berbagi. Sambil membimbing si Kecil nanti, apresiasikan juga momen tumbuh kembangnya yang berharga itu dengan mengabadikan momen indah saat belajar berbagi. Selamat beraktivitas dengan si Kecil, Bu!

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Selain mengajarkan si Kecil tentang berbagi, penting juga bagi Bunda untuk memberikan perhatian pada gizi dan nutrisi si Kecil. Pada usia 2-3 tahun, pertumbuhan dan perkembangan si Kecil sangat pesat, dan nutrisi yang tepat sangat penting untuk mendukung hal tersebut.

Untuk itu, saya ingin mengajak Bunda untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi. Dengan berkonsultasi dengan ahli gizi, Bunda dapat memperoleh informasi yang lebih detail mengenai kebutuhan gizi si Kecil dan makanan yang sebaiknya diberikan.

Agar si Kecil tumbuh dengan baik dan sehat, penting bagi Bunda untuk memperhatikan asupan makanan yang diberikan. Pastikan si Kecil mendapatkan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Selain itu, perhatikan pula variasi makanan yang diberikan agar si Kecil mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan.

Dalam konsultasi dengan ahli gizi, Bunda dapat mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai jenis makanan yang sebaiknya diberikan kepada si Kecil, cara mengolah makanan yang tepat, dan tips agar si Kecil mau makan dengan lahap. Ahli gizi juga dapat memberikan saran mengenai suplemen yang diperlukan jika si Kecil memiliki kekurangan zat gizi tertentu.

Jadi, jangan ragu untuk memanfaatkan kesempatan ini, Bu. Dapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang si Kecil.

Susu yang Dikonsumsi Anak Saat Ini / Susu Bunda Hamil

Selain makanan padat, susu juga merupakan salah satu sumber gizi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Pada usia 2-3 tahun, si Kecil masih membutuhkan asupan susu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Bagi Bunda yang sedang hamil atau memiliki anak, penting untuk memilih susu yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa pilihan susu yang bisa Bunda berikan kepada si Kecil, seperti susu formula, susu pertumbuhan, atau susu sapi biasa. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi mengenai jenis susu yang paling sesuai untuk si Kecil.

Selain itu, bagi Bunda yang sedang hamil, susu ibu hamil juga penting untuk dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan nutrisi Bunda dan perkembangan janin. Susu ibu hamil mengandung zat-zat gizi penting seperti asam folat, kalsium, dan zat besi yang dibutuhkan oleh Bunda dan janin.

Baca Juga:  Resep MPASI Sukun yang Praktis dan Bergizi, Cobain Yuk!

Jadi, pastikan Bunda memilih susu yang tepat untuk si Kecil dan susu ibu hamil sesuai dengan kebutuhan dan rekomendasi ahli gizi atau dokter. Dengan memberikan asupan susu yang tepat, Bunda dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil dan memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan baik.

Status / Kondisi Bunda Saat Ini

Selain memperhatikan kebutuhan gizi si Kecil, penting juga bagi Bunda untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi diri sendiri. Kondisi Bunda yang baik akan berdampak positif pada kesehatan dan perkembangan si Kecil.

Pada formulir ini, Bunda diminta untuk mengisi status/kondisi Bunda saat ini. Apakah Bunda tidak hamil dan memiliki anak, sedang hamil, atau sedang hamil dan memiliki anak. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi Bunda saat ini guna memberikan informasi dan saran yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika Bunda sedang hamil, maka Bunda perlu memperhatikan asupan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan. Selain itu, Bunda juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memastikan kesehatan Bunda dan janin.

Jika Bunda tidak hamil dan memiliki anak, Bunda perlu memperhatikan kesehatan diri sendiri agar dapat memberikan perhatian dan perawatan yang baik kepada si Kecil. Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan lakukan olahraga ringan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Perkiraan Tanggal Lahir Anak

Selanjutnya, Bunda diminta untuk mengisi perkiraan tanggal lahir anak. Hal ini penting untuk memberikan informasi yang lebih spesifik dan relevan mengenai tahapan perkembangan anak sesuai dengan usia yang diharapkan.

Dengan mengetahui perkiraan tanggal lahir anak, ahli gizi atau dokter dapat memberikan saran yang lebih tepat mengenai asupan gizi yang dibutuhkan oleh si Kecil pada setiap tahapan perkembangannya. Selain itu, Bunda juga dapat memperoleh informasi mengenai tanda-tanda perkembangan yang sehat dan perkembangan yang perlu dipantau lebih lanjut.

Data Anak

Selain mengisi data Bunda, Bunda juga diminta untuk mengisi data anak atau anak yang termuda. Ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap dan relevan mengenai kebutuhan gizi dan perkembangan si Kecil.

Bunda diminta untuk mengisi nama lengkap anak dan tanggal lahir anak. Data ini akan digunakan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan si Kecil dan memberikan saran yang lebih spesifik dan relevan.

Selanjutnya, Bunda diminta untuk memberikan persetujuan terhadap syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi Bunda & Balita. Persetujuan ini penting sebagai bentuk kesepakatan antara Bunda dengan Bunda & Balita mengenai penggunaan data yang telah Bunda berikan.

Selain itu, Bunda diminta juga untuk memberikan persetujuan untuk menerima informasi dari Bunda & Balita, Frisian Flag Indonesia, dan partner Bunda & Balita. Dengan memberikan persetujuan ini, Bunda akan mendapatkan informasi terbaru mengenai parenting, gizi anak, dan penawaran khusus dari Bunda & Balita.

Baca Juga:  Biaya Masuk SD Unggulan di Surabaya Tahun Ajaran Baru, Mulai dari 3 Jutaan

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Setelah mengisi data dan memberikan persetujuan, Bunda berkesempatan untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi. Konsultasi ini akan memberikan Bunda informasi yang lebih detail mengenai kebutuhan gizi si Kecil, makanan yang sebaiknya diberikan, dan tips untuk menjaga kesehatan si Kecil.

Dalam konsultasi, Bunda dapat bertanya mengenai asupan gizi yang tepat untuk si Kecil, cara menyajikan makanan yang menarik bagi si Kecil, dan cara mengatasi masalah makan pada si Kecil. Ahli gizi akan memberikan saran dan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil dan membantu Bunda dalam memberikan perawatan yang terbaik bagi si Kecil.

Selain itu, Bunda juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan motorik dan perkembangan bicara si Kecil, serta tips untuk merangsang perkembangan tersebut. Ahli gizi akan memberikan petunjuk dan saran yang dapat membantu Bunda dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini, Bu. Dapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang si Kecil.

Conclusion:

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang bagaimana menghadapi fase sulit si Kecil yang egois dan sulit berbagi pada usia 2-3 tahun. Kita juga telah membahas beberapa tips tentang bagaimana mengajarkan si Kecil tentang konsep berbagi dan empati. Selain itu, kita juga membahas pentingnya perhatian terhadap gizi dan nutrisi si Kecil serta memberikan saran untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi.

Dalam menghadapi fase sulit si Kecil, sebagai orang tua, kita perlu bersabar dan memberikan bimbingan yang tepat. Dengan memberikan contoh dan bimbingan yang baik, si Kecil akan belajar untuk berbagi dan mengembangkan empati terhadap orang lain.

Selain itu, penting juga bagi kita untuk memperhatikan gizi dan nutrisi si Kecil. Dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi, kita dapat membantu tumbuh kembang si Kecil dengan baik. Jika ada kekhawatiran atau pertanyaan mengenai gizi si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Bunda-ibu yang sedang menghadapi fase sulit si Kecil. Dengan memberikan bimbingan yang tepat dan perhatian yang baik, kita dapat membantu si Kecil mengatasi fase sulitnya dan tumbuh menjadi anak yang baik dan berempati.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com