Saya Dibesarkan oleh Ibu Bekerja, dan Ini Jadinya Saya


I. Pengaruh Ibu Bekerja Terhadap Pertumbuhan Anak

Ketika seorang ibu memutuskan untuk bekerja, maka tidak hanya status ekonomi keluarga yang membaik, tetapi juga ada potensi untuk mengubah kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk anak-anaknya. Pengaruh ibu bekerja terhadap pertumbuhan anak menjadi sangat penting untuk disimak. Beberapa anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja telah memberikan komentar mengenai pengalaman mereka dalam tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

1. Tanggung Jawab dan Kemandirian
Salah satu anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja adalah Nita Rininta, seorang Brand Manager. Dia mengatakan bahwa sejak kecil dia selalu diajarkan untuk bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri. Karena ibunya bekerja, Nita harus mengurus keperluannya sendiri sejak kecil, seperti mencuci baju dan memasak. Hal ini menjadi kebiasaan yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah, seperti ibunya.

2. Pemahaman Terhadap Orang Lain
Ulfah Haldah, seorang guru SMP, mengungkapkan bahwa meskipun dia dibesarkan oleh ibu bekerja, komunikasinya dengan ibunya tidak pernah terlewat. Hal ini membuatnya merasa memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap orang lain. Komunikasi yang terjalin dengan baik antara ibu dan anak dapat membentuk pribadi yang lebih pengertian dan empatik.

3. Sensitif dan Perasa
Vina Noviana, seorang ibu rumah tangga dan wiraswasta, mengatakan bahwa dia dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan menjadi pribadi yang sensitif. Di satu sisi, dia terbiasa melakukan sesuatu tanpa bantuan ibu, tetapi di sisi lain, dia juga menjadi perasa dan sering bersifat melankolis. Namun secara umum, ibunya menjadi contoh baginya dalam berjuang menggapai cita-cita dan membagi waktu antara keluarga dan karier.

4. Kasih Sayang dan Perhatian
Viny Mestika Angelia, seorang Founder & Managing Partner MMP Law Firm, mengungkapkan bahwa dia dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian. Ibunya tetap bisa adil membagi waktu meskipun sibuk dengan pekerjaannya. Hal ini membentuk karakternya dalam mengurus anak dan rumah tangga.

Baca Juga:  21 Cara Mudah Menjadi Suami dan Ayah yang Baik

5. Mandiri dan Pemahaman Tinggi
Ranny Dwi Anggraini, seorang dosen, mengatakan bahwa dia dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri serta memiliki pemahaman yang tinggi. Meskipun ibunya sibuk bekerja, dia tidak pernah kekurangan kasih sayang karena ibunya selalu meluangkan waktu untuknya. Ibunya selalu mengutamakan keluarga, sehingga menjadi cerminan baginya untuk menjadi wanita yang mandiri dengan tetap memprioritaskan keluarga.

6. Mandiri dan Bertanggung Jawab
Winda Yuliani, seorang Marketing Communication Manager, juga mengungkapkan bahwa dia dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggung jawab. Ibunya menjadi role model baginya dalam hidup dan menjadi inspirasi untuk menjadi seorang working mom. Keputusannya untuk menjadi working mom terinspirasi dari ibunya yang mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya sambil bekerja.

7. Cepat Belajar dan Tidak Bergantung pada Orang Lain
Rudi Resmiyadi, seorang Founder of Real Imazeenation, mengatakan bahwa dibesarkan oleh ibu bekerja membuatnya menjadi orang yang lebih kuat, cepat belajar hal baru, dan tidak banyak mengandalkan orang lain. Ibunya bekerja sambil membesarkan 4 orang anak, tidak mudah dalam membagi waktu dan kasih sayang. Pesan ibunya yang selalu teringat adalah “Kalau bisa dikerjakan sendiri, kerjakanlah”. Pesan ini membentuk pola pikirnya untuk menyelesaikan berbagai hal dengan mandiri.

8. Tangguh dan Mandiri
Laras Eka Wulandari, seorang jurnalis, mengungkapkan bahwa dia dibesarkan oleh ibu yang bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Dia juga ingin menjadi working mom seperti ibunya, yang menunjukkan kesetaraan dalam rumah tangga. Ibu tidak selalu harus ada di rumah dan mengurus urusan domestik, tetapi dapat berkarier dan memberikan contoh bahwa wanita juga mampu sukses dalam dunia kerja.

Baca Juga:  Kasus Awkarin dan Pelajaran Bagi Kita Para Orang tua

II. Pentingnya Peran Ibu dalam Pertumbuhan Anak

Dari contoh-contoh di atas, terlihat jelas bahwa ibu bekerja memiliki pengaruh yang besar dalam pertumbuhan anak-anaknya. Peran ibu tidak hanya terbatas pada perawatan dan kasih sayang, tetapi juga memberikan contoh dan inspirasi dalam meraih cita-cita. Berikut adalah beberapa alasan mengapa peran ibu sangat penting dalam pertumbuhan anak:

1. Teladan dan Inspirasi
Seorang ibu yang bekerja dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Mereka dapat melihat bagaimana ibu mereka mengatasi tantangan dalam pekerjaan dan mencapai kesuksesan. Hal ini dapat menginspirasi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka sendiri dan meraih impian mereka.

2. Kemandirian dan Tanggung Jawab
Anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja cenderung menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Mereka belajar untuk mengurus diri sendiri sejak kecil, seperti mencuci baju, memasak, dan mengatur waktu. Hal ini membantu mereka mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab yang penting dalam kehidupan mereka.

3. Keterampilan Sosial dan Empati
Komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak juga membantu anak-anak memahami dan empati terhadap orang lain. Mereka belajar untuk memahami perasaan dan kebutuhan orang lain, serta mengembangkan keterampilan sosial yang baik. Hal ini akan membantu mereka dalam menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain di sekitar mereka.

4. Kesetaraan Gender
Kehadiran ibu yang bekerja juga memberikan contoh bahwa wanita juga mampu sukses dalam dunia kerja. Ini mengajarkan anak-anak, terutama anak perempuan, mengenai kesetaraan gender dan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian dan menjadi profesional yang sukses.

5. Pengelolaan Waktu dan Prioritas
Ibu yang bekerja harus mengelola waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga. Hal ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya mengatur waktu dan memprioritaskan tugas-tugas yang penting. Mereka belajar bagaimana menghadapi tantangan dan mengatasi situasi yang mendadak.

Baca Juga:  9 Makanan yang Mengandung Vitamin B Kompleks untuk Anak Prima

III. Kesimpulan

Dalam wawancara dengan anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja, terlihat bahwa mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. Pengaruh ibu bekerja terhadap pertumbuhan anak sangat besar, termasuk dalam hal kemandirian, tanggung jawab, pemahaman terhadap orang lain, dan pengembangan keterampilan sosial. Selain itu, kehadiran ibu yang bekerja juga memberikan contoh tentang kesetaraan gender dan pentingnya pengelolaan waktu dan prioritas.

Sebagai ibu bekerja, tidak perlu merasa bersalah dan dapat dengan bangga mengatakan “Dear Kiddos, I Am Not Sorry I Work”. Kehadiran ibu yang bekerja memberikan dampak positif bagi anak-anak dan lingkungan sekitar. Dengan mengembangkan potensi diri dan menggapai cita-cita, ibu bekerja juga berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi negara. Oleh karena itu, mari dukung para ibu di luar sana untuk berkarya dengan sepenuh hati di bidangnya masing-masing, karena setiap perempuan memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan dirinya.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com