Begini Cara Agar Lubang Anting Anak Tidak Infeksi


Pemakaian Anting pada Anak Perempuan: Pertimbangan dan Dampak Infeksi

Penggunaan anting pada anak perempuan di Indonesia telah menjadi budaya yang umum dilakukan oleh sebagian besar orang tua. Begitu anak perempuan lahir, tindik telinga dan pemasangan anting dianggap sebagai tradisi yang wajib dilakukan. Namun, pendekatan ini tidak selalu diterima oleh semua orang. Sebagai seorang ibu, saya memiliki pendapat yang berbeda mengenai hal ini.

Ketika anak perempuan saya, Kinanti, lahir sembilan tahun yang lalu, saya sangat yakin bahwa keputusan untuk menindik telinganya seharusnya menjadi hak Kinan sebagai pemilik tubuhnya sendiri. Saya tidak ingin memaksakan kehendak saya pada dirinya. Namun, pendekatan ini tidak diterima dengan baik oleh semua orang di sekitar saya. Mama saya, mertua saya, dan bahkan orang-orang lain dalam lingkungan keluarga dan teman-teman menganggap pemikiran saya ini konyol.

Mereka berpendapat bahwa menindik telinga anak perempuan adalah sebuah tradisi yang penting untuk membedakan mereka dengan anak laki-laki. Bagi saya, pemikiran ini terdengar lebih konyol dan tidak masuk akal. Namun, saya sangat berterima kasih karena suami saya mendukung keputusan saya sepenuhnya. Kinan akhirnya ditindik pada usia lima tahun setelah dia melihat teman-temannya yang sudah ditindik dan mengenakan anting.

Setelah proses penindikan selesai, anak tidak langsung dapat menggunakan anting emas. Sebagai gantinya, dia harus menggunakan anting tindik selama satu minggu untuk penyesuaian di lubang telinga. Setelah satu minggu, anting tindik dapat dicopot dan diganti dengan pilihan anting lainnya. Penggunaan anting dari emas atau perak murni lebih disarankan untuk menghindari infeksi pada lubang anting.

Beberapa minggu yang lalu, Kinan mengalami bengkak dan bernanah di daun telinganya akibat infeksi yang disebabkan oleh anting yang dia pakai. Saya segera membawanya ke dokter bedah dan dia harus menjalani tindakan darurat selama lebih dari satu jam untuk mengeluarkan anting yang tertanam di belakang daun telinga. Setelah tindakan darurat tersebut, Kinan harus minum antibiotik dan menggunakan salep penyembuh luka abses selama lima hari. Kami juga harus mengontrol ke dokter bedah untuk memastikan lukanya sembuh dengan baik dan mencegah infeksi kembali.

Baca Juga:  Ini Cara Menyimpan Susu Formula yang Aman untuk Si Kecil

Lalu, apa sebenarnya penyebab infeksi pada lubang tindik anting? Ternyata, pemakaian anting, baik yang terbuat dari emas maupun yang bukan, harus rutin dicopot dan dibersihkan setiap bulan agar tidak terjadi penumpukan kotoran di lubang anting. Penumpukan kotoran inilah yang menjadi penyebab utama infeksi. Saya mengakui bahwa saya agak lalai dalam membersihkan anting dan daun telinga Kinan, sehingga menyebabkan infeksi tersebut.

Untuk mencegah infeksi pada lubang anting, ada beberapa tips yang dapat dilakukan. Pertama, bersihkan lubang tindikan dengan menggunakan sabun antibakteri atau sabun ringan tanpa pewangi dan hypoallergenic. Bilas lubang tersebut hingga bersih dan keringkan dengan lap bersih.

Kedua, bersihkan juga anting dengan merendamnya dalam campuran air bersih dan sabun antibakteri selama lima menit. Gosoklah anting dengan sikat lembut hingga bersih, fokus pada bagian yang menempel sel-sel kulit mati. Setelah itu, bilas anting dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kotoran dan keringkan dengan baik.

Ketiga, berikan waktu istirahat pada lubang anting selama satu hingga dua hari setelah membersihkannya. Hal ini akan membantu lubang anting untuk bernapas dan tidak terlalu terganggu.

Setelah pengalaman yang dialami Kinan baru-baru ini, dia mengaku agak traumatik untuk memasang anting lagi. Mungkin butuh bertahun-tahun lagi bagi Kinan untuk mau menggunakan anting lagi. Oleh karena itu, bagi para ibu yang memiliki anak perempuan, jangan lupa untuk selalu membersihkan anting dan lubang anting secara rutin. Lakukan pembersihan minimal sebulan sekali untuk menghindari masalah yang dialami oleh Kinan.

Penting untuk diingat bahwa pemakaian anting pada anak perempuan bukanlah sebuah kewajiban yang harus dipaksakan. Keputusan ini seharusnya menjadi hak dari anak itu sendiri. Sebagai orang tua, kita harus menghormati keputusan anak mengenai hal ini. Namun, jika anak memutuskan untuk menindik telinga dan menggunakan anting, kita sebagai orang tua harus memastikan agar pemakaian anting tersebut tetap bersih dan aman. Dengan melakukan perawatan yang rutin dan menjaga kebersihan, kita dapat mencegah infeksi dan masalah lain yang mungkin terjadi. Keselamatan dan kesehatan anak harus selalu menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua.

Baca Juga:  Olahan Susu dan Kelapa Muda yang Nikmat dan Sehat bagi Kehamilan


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com