Penting! Hindarkan Si Kecil dari Penyakit Melalui Vaksin

Penting! Hindarkan Si Kecil dari Penyakit Melalui Vaksin

Pada saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menggalakkan vaksinasi pada bayi. Hal ini dikarenakan masih terdapat sekitar 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan vaksin. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk melakukan pemerataan vaksin hingga ke tingkat desa. Bahkan, saat ini konsep imunisasi dasar lengkap diubah menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap ini kemudian dibagi lagi menjadi imunisasi dasar dan lanjutan. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan imunisasi yang telah diberikan agar tingkat kekebalan si Kecil semakin optimal.

Vaksinasi pada bayi sangatlah penting untuk menghindarkan mereka dari berbagai macam penyakit. Bayi yang berusia 0-12 bulan sangat rentan terhadap kuman dan virus. Namun, sayangnya masih banyak bayi yang belum mendapatkan imunisasi, bahkan sejak mereka lahir. Beberapa orang tua khawatir bahwa si Kecil akan mengalami demam setelah divaksinasi, ada juga yang kesulitan dalam mendapatkan akses imunisasi, orang tua yang sibuk bekerja, atau kurangnya pengetahuan tentang pentingnya vaksin. Akibatnya, si Kecil menjadi mudah tertular penyakit karena tidak memiliki perlindungan pada tubuh mereka.

Pemberian imunisasi pada bayi harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui jenis imunisasi apa saja yang harus diberikan kepada si Kecil setiap bulannya. Berikut ini adalah beberapa imunisasi yang sebaiknya diberikan kepada si Kecil mulai dari usia 0 hingga 6 bulan, sesuai dengan arahan dari Kemenkes.

1. Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi Hepatitis B (HB-0) sebaiknya diberikan kurang dari 24 jam setelah si Kecil lahir. Fungsinya adalah untuk mencegah si Kecil tertular Hepatitis B dari Bunda setelah persalinan. Imunisasi ini merupakan langkah awal dalam pencegahan penyakit pada si Kecil yang sedang memulai masa tumbuh kembangnya.

2. Imunisasi Polio
Imunisasi Polio sebaiknya diberikan pada si Kecil ketika usianya mencapai 1 bulan. Vaksin polio tetes ini akan diberikan kepada bayi sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Fungsinya adalah untuk melindungi si Kecil dari penyakit lumpuh layu. Selain itu, pada usia 4 bulan, si Kecil juga akan mendapatkan vaksin polio suntik sebagai upaya untuk mengoptimalkan kekebalannya. Vaksin polio ini berguna dalam mencegah serangan penyakit yang disebabkan oleh virus yang berada pada saluran pencernaan dan tenggorokan.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Skincare dengan Kandungan Kombucha dan Manfaatnya

3. Imunisasi BCG
Imunisasi BCG sebaiknya diberikan sebanyak 1 kali pada bayi sebelum ia memasuki usia 3 bulan. Disarankan untuk memberikan BCG pada usia 2 bulan. Fungsinya adalah untuk melindungi si Kecil dari penyakit tuberculosis yang berbahaya, karena penyakit ini menyerang paru-paru dan selaput otak. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

4. Imunisasi Pentavalen (DPT-HB-HiB)
Imunisasi Pentavalen adalah vaksin gabungan dari DPT (difteri, pertussis, tetanus), vaksin HB (Hepatitis B), serta vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini berfungsi untuk mencegah bayi tertular enam penyakit yang sangat berbahaya, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan radang otak (meningitis). Pemberian vaksin ini dilakukan sebanyak 4 kali saat si Kecil berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Keempat vaksin di atas wajib diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Dengan memberikan vaksin ini secara tertib, kita dapat mengantisipasi agar si Kecil tidak tertular berbagai penyakit berbahaya. Dengan demikian, perkembangan si Kecil di usia emasnya dapat berjalan dengan optimal, dengan tubuh yang sehat dan kuat. Selain itu, Bunda pun juga harus selalu memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri, karena hal ini juga dapat memengaruhi kualitas ASI yang diproduksi.

Selain keempat vaksin di atas, terdapat juga beberapa vaksin lain yang dapat diberikan kepada si Kecil saat usianya mencapai 12 bulan, misalnya vaksin campak. Ada juga vaksin tambahan yang dapat diberikan, seperti vaksin influenza, vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella), vaksin Pneumokokus, vaksin varisella, vaksin HPV, dan vaksin haemopholus influenza tipe B. Sebelum memberikan vaksin tambahan ini, penting bagi Bunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu untuk melihat kondisi tubuh si Kecil.

Baca Juga:  Jangan Sepelekan Campak

Mungkin banyak Bunda yang khawatir karena setiap kali si Kecil diberikan vaksin, tubuhnya malah jadi panas. Namun, tidak perlu khawatir karena setiap bayi memiliki respons yang berbeda terhadap vaksin. Kenaikan suhu tubuh setelah divaksinasi merupakan cara tubuh si Kecil untuk beradaptasi dengan sistem kekebalannya. Bunda dapat memberikan ASI yang cukup agar suhu tubuh si Kecil dapat turun dengan cepat. Ingatlah bahwa vaksin sangat bermanfaat dalam mencegah si Kecil dari kuman dan virus, sehingga ia dapat mempersiapkan sistem kekebalan tubuhnya untuk melawan berbagai macam penyakit.

Pentingnya vaksinasi bagi tubuh si Kecil dikarenakan setelah menerima vaksin, tubuh si Kecil akan dapat melawan penyakit dengan lebih baik. Bayi yang tidak divaksinasi memiliki risiko yang sangat tinggi terkena penyakit-penyakit yang membahayakan perkembangannya, bahkan dapat mengalami kecacatan hingga kematian. Jika terjadi keluhan pada si Kecil setelah divaksinasi, segeralah untuk berkonsultasi ke tenaga medis profesional guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Dapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda & Balita
Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Bunda, apakah Anda membutuhkan konsultasi khusus mengenai nutrisi untuk si Kecil? Jangan khawatir, Anda dapat mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi melalui Bunda & Balita. Cukup isi data diri Anda dan kami akan menghubungi Anda untuk memberikan konsultasi yang Anda butuhkan. Dapatkan informasi terbaru seputar parenting dan hadiah spesial dari Bunda & Balita, Frisian Flag Indonesia, dan partner Bunda & Balita.

Dalam konsultasi dengan ahli gizi, Anda dapat menanyakan tentang menu makanan yang sehat dan bergizi untuk si Kecil, bagaimana cara mengatasi anak yang picky eater, serta tips dan trik dalam memberikan makanan yang disukai oleh si Kecil namun tetap mengandung gizi yang cukup. Ahli gizi akan memberikan saran dan panduan yang dapat membantu Anda dalam memberikan nutrisi yang baik bagi si Kecil.

Baca Juga:  Tzu Chi Primary School, Ajarkan Anak Mandiri dan Mampu Mencintai Diri Sendiri

Ingatlah bahwa nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi, Anda dapat membantu si Kecil untuk tumbuh dengan optimal dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Selain itu, nutrisi yang baik juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh si Kecil serta mencegahnya dari berbagai macam penyakit.

Dapatkan informasi dan konsultasi gratis dengan ahli gizi melalui Bunda & Balita sekarang juga. Jangan ragu untuk bertanya dan mencari informasi yang Anda butuhkan. Kami siap membantu Anda dalam memberikan nutrisi yang terbaik untuk si Kecil.

Dengan memberikan vaksin dan nutrisi yang baik, Anda telah melakukan langkah yang sangat penting dalam menjaga kesehatan si Kecil. Tetaplah konsisten dalam memberikan imunisasi dan makanan yang sehat serta bergizi. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan perkembangan si Kecil dan melakukan konsultasi dengan tenaga medis dan ahli gizi jika diperlukan.

Dengan menjaga kesehatan si Kecil sejak dini, Anda telah memberikan perlindungan yang kuat bagi masa depannya. Si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Bunda adalah pahlawan bagi si Kecil, teruslah berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.

Semoga tulisan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya vaksinasi dan nutrisi yang baik bagi si Kecil. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan kebahagiaan si Kecil. Terima kasih.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com