Apa itu Organic Parenting? Yuk, Cari Tahu di Sini!

Apa Itu Organic Parenting?

Organic parenting adalah pola parenting anak usia dini yang bertujuan untuk mengenalkan anak kepada alam dan lingkungannya. Pola asuh ini terinspirasi dari kebiasaan hidup masyarakat di Skandinavia, terutama di Denmark, yang cenderung aktif, berdampingan langsung dengan alam, dan menjalani gaya hidup yang organik. Organic parenting mengajarkan anak untuk menjadi lebih dekat dengan alam, aktif bergerak, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan memiliki fisik yang sehat.

Asal Mula Organic Parenting

Organic parenting ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat Skandinavia, terutama di Denmark. Masyarakat di sana cenderung hidup dekat dengan alam, aktif, dan suka berjalan kaki. Mereka mengajarkan anak-anaknya untuk menjadi lebih aktif, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan memiliki fisik yang sehat. Mereka juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan saling menghormati antar sesama.

Manfaat Menerapkan Organic Parenting

Menerapkan organic parenting pada anak usia dini memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. Anak lebih aktif: Dengan mengajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan, mereka akan lebih aktif bergerak. Mereka bisa bermain, berlari, dan melakukan berbagai aktivitas fisik yang baik untuk perkembangan motoriknya.

2. Melatih kemampuan motorik: Aktivitas di luar ruangan seperti bermain di taman atau bersepeda dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik anak. Mereka akan terlatih dalam menggunakan kaki dan tangan untuk bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

3. Menyehatkan tubuh: Dengan beraktivitas di luar ruangan, anak akan memiliki tubuh yang lebih sehat. Mereka akan membakar kalori, menjaga berat badan, dan terhindar dari penyakit yang berbahaya.

4. Memperkuat tulang dan otot: Aktivitas di luar ruangan dapat membantu memperkuat tulang dan otot anak. Dengan tubuh yang kuat, anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan tidak mudah lemas.

Baca Juga:  3 Tahapan Psikologi Perkembangan Anak Usia Prasekolah

5. Menyalurkan energi: Anak-anak cenderung memiliki energi yang besar. Dengan beraktivitas di luar ruangan, mereka dapat menyalurkan energi tersebut dengan cara yang positif. Hal ini dapat membantu mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, seperti kegelisahan atau hiperaktif.

6. Lebih peduli dan mencintai lingkungan: Dengan menghabiskan waktu di luar ruangan, anak akan lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Mereka akan belajar untuk mencintai dan menjaga lingkungan, serta menjadi lebih peduli terhadap keberlanjutan alam.

7. Membentuk ikatan antara orang tua dan anak: Dengan menghabiskan waktu bersama di luar ruangan, orang tua dapat membangun ikatan yang lebih erat dengan anak. Hal ini dapat membantu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, serta membentuk karakter anak secara positif.

8. Mempelajari hal-hal baru: Di luar ruangan, anak dapat belajar banyak hal baru. Mereka dapat mengenal berbagai jenis tumbuhan, hewan, benda, warna, dan sebagainya. Belajar di luar ruangan juga lebih menyenangkan dan memperluas pengetahuan anak.

Bagaimana Menerapkan Organic Parenting?

Untuk menerapkan organic parenting, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua, antara lain:

1. Mengurangi penggunaan gadget: Salah satu langkah pertama dalam menerapkan organic parenting adalah dengan mengurangi penggunaan gadget oleh anak. Gadget sering kali membuat anak menjadi manja, kurang aktif, dan lebih suka berada di dalam ruangan. Batasi waktu penggunaan gadget, dan ajak anak untuk bermain di luar ruangan.

2. Ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan: Ajak anak untuk bermain di taman, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik lainnya di luar ruangan. Berikan mereka kesempatan untuk berinteraksi dengan alam dan lingkungan sekitar.

3. Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari: Ajak anak untuk membantu membersihkan halaman, menyiram tanaman, atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya yang melibatkan interaksi dengan alam.

Baca Juga:  7 Daftar Pastor dan Pendeta Ganteng di Seluruh Dunia, Ada yang Dari Indonesia!

4. Berikan contoh yang baik: Orang tua sebagai contoh utama bagi anak. Jadilah contoh yang baik dengan aktif bergerak, menjaga lingkungan, dan menjalani gaya hidup yang sehat.

5. Berikan edukasi tentang lingkungan: Ajarkan anak tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi sampah, dan menggunakan sumber daya alam dengan bijak. Berikan mereka pemahaman tentang pentingnya kebersamaan dan kerja sama untuk menjaga kelestarian alam.

6. Dukung minat dan bakat anak: Selain beraktivitas di luar ruangan, dukung minat dan bakat anak. Berikan mereka kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakatnya, baik itu dalam seni, olahraga, musik, atau bidang lainnya.

Dengan menerapkan organic parenting, orang tua dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat dan seimbang. Mereka akan menjadi anak yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki ikatan yang kuat dengan orang tua.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com