Bu, Ini Cara Mengajarkan Kecerdasan Spiritual pada Anak

Bu, Ini Cara Mengajarkan Kecerdasan Spiritual pada Anak

Mengenal Ragam Aspek Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ) adalah kemampuan untuk menghadirkan Tuhan atau keimanan dalam setiap aktivitas, gemar berbuat kebaikan untuk Tuhan, disiplin beribadah, sabar berupaya, dan bersyukur atas pemberian Tuhan. Bulan Ramadhan merupakan salah satu saat yang tepat dalam mengasah kecerdasan spiritual si Kecil.

Kecerdasan spiritual dapat membantu dalam memecahkan masalah sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkannya sejak dini untuk menjadi bekal si Kecil di kemudian hari. Berbeda dengan kecerdasan anak secara akademik, kecerdasan spiritual memiliki tiga aspek penting yang perlu dikembangkan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kerendahan hati

Aspek penting yang pertama ada kerendahan hati. Sikap ini perlu ditanamkan sejak dini agar anak tidak tumbuh menjadi anak yang sombong, arogan, dan merasa bahwa hanya keberadaaannyalah yang paling penting.

Pasalnya, dengan memiliki sikap rendah hati, seorang anak akan lebih mampu dalam mempelajari banyak hal tanpa merasa bahwa ia adalah yang paling unggul sehingga tidak perlu mendengarkan orang lain atau bahkan belajar hal lain.

Tanggung jawab

Aspek kedua yang tidak kalah penting adalah tanggung jawab. Dengan mengajarkan anak mengenai tanggung jawab sejak dini akan membuatnya lebih sadar akan tujuan hidup sebagai manusia.

Selain itu, ia juga akan lebih tahu bagaimana menghadapi tanggung jawab yang ia emban. Sehingga kelak, ia tidak menjadi seseorang yang lalai.

Kebahagiaan

Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya oleh Bunda bahwa kebahagiaan adalah bagian dari kecerdasan spiritual yang perlu diajarkan. Dengan mengajarkan kebahagiaan, Bunda dapat membantu anak untuk lebih paham apa itu kebahagian dan bagaimana cara mendapatkannya.

Bunda juga bisa mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya berupa harta tapi juga bisa didapat dari hal-hal sederhana. Dengan begini, ia akan tumbuh menjadi anak yang lebih menghargai hal kecil yang ada dalam hidupnya.

Baca Juga:  Kenali Bahaya Kekurangan Nutrisi pada Balita

Cara Mengajarkan Kecerdasan Spiritual di Bulan Ramadan

Mengajak dan melatih si Kecil berpuasa pastinya bukan hal yang mudah. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menjelaskan kepada si Kecil apa itu puasa dan mengapa kita harus berpuasa satu bulan penuh selama bulan Ramadhan. Jelaskan pada si Kecil bahwa puasa adalah menahan diri dari makan dan minum, dan dari segala perbuatan tidak baik yang dapat membatalkan puasa. Puasa dimulai dari saat matahari terbit sampai matahari terbenam atau sejak adzan Shubuh sampai waktunya shalat Magrib tiba. Puasa bermanfaat untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri.

Langkah berikutnya adalah melatih si Kecil untuk berpuasa secara bertahap. Umumnya anak siap berpuasa pada usia 6-7 tahun, tetapi lebih dini tentu lebih baik supaya si Kecil terbiasa. Jika usia 4 tahun si Kecil sudah masuk TK A, tidak ada salahnya Bunda mulai melatih si Kecil berpuasa. Tentu saja tidak langsung penuh satu hari. Untuk permulaan, latihlah si Kecil untuk berpuasa sampai jam 12.

Menginjak usia 5 tahun, saat duduk di bangku TK B, mulai perpanjang waktu berpuasanya, yaitu sampai jam 3 sore. Ketika duduk di bangku kelas 1 SD, saatnya untuk melatih si Kecil untuk puasa penuh sampai Magrib.

Ingatkan si Kecil untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang bisa menyebabkan haus dan capai di sekolah maupun di rumah sepulang sekolah. Bila sebelum Magrib si Kecil terlihat sangat lemas dan mukanya terlihat pucat, bolehkan untuk membatalkan puasanya dan pujilah usahanya untuk belajar berpuasa.

Meskipun susah untuk membangunkannya, si Kecil harus diajak untuk makan sahur. Makan sahur memberikan cadangan energi yang cukup untuk si Kecil beraktivitas seharian.

Baca Juga:  9 Pilihan Olahraga di Rumah untuk Ibu Hamil

Makan sahur juga menjadikan esensi berpuasa di bulan Ramadhan lebih terasa karena merupakan ajang yang baik untuk melatih kebersamaan dalam keluarga. Ingatkan si Kecil untuk tidak tidur terlalu malam agar besok tidak susah untuk dibangunkan makan sahur.

Untuk memicu semangatnya berpuasa, tidak ada salahnya jika diberikan hadiah. Misalnya, jika si Kecil mampu melakukan puasa sehari penuh, Bunda akan membuatkan kue kesukaannya atau menemaninya bermain di taman dekat rumah.

Jika ternyata tidak mampu, berikan hadiah penghibur yang nilainya lebih kecil dari hadiah yang akan mereka dapatkan bila berpuasa sehari penuh. Nanti lama kelamaan, seiring dengan pertambahan usia dan pemahamannya akan ibadah, Bunda sudah tidak perlu memberikan hadiah lagi karena anak sudah berpuasa atas keinginan dan kesadarannya sendiri.

Selain itu, tanamkan kejujuran dalam diri si Kecil. Seorang anak yang jujur, akan mengaku bila hari itu ia batal puasa misalnya karena tidak tahan melihat teman-teman di sekolah minum. Hargai kejujurannya, jangan dimarahi. Tetap dorong untuk berpuasa dan menahan diri dari godaan teman-temannya yang tidak puasa.

Katakan bahwa puasa adalah ibadah yang memerlukan perjuangan dan kejujuran, dan Bunda lebih senang jika si Kecil jujur telah membatalkan puasanya daripada berbohong masih berpuasa padahal tadi di sekolah sudah sempat minum meskipun hanya sedikit. Ingatkan pada si Kecil, meskipun Bunda tidak melihatnya makan/minum di siang hari ketika puasa, tetapi Tuhan mengetahui dan melihat perbuatannya.

Itulah beberapa mengenai kecerdasan spiritual yang perlu Bunda ketahui. Semoga dapat diterapkan dengan lancar ya, Bu! Agar puasa anak berjalan dengan lancar dan nutrisinya terpenuhi, pastikan Bunda memberikannya susu pertumbuhan yang dapat mendukung tumbuh kembangnya.

Baca Juga:  Pahami Psikologi Anak dengan Baik Lewat Tips-tips Ini

Selain itu, selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Peran 9AAE sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%. 9AAE dan DHA harus terpenuhi bersamaan. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

Jadi, Bu, jangan lupa memberikan susu pertumbuhan yang mengandung 9AAE dan DHA untuk si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal. Selamat mengajarkan kecerdasan spiritual pada anak dan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com