Mengenal Nipple Stimulation, dan Aturan Mainnya


1. Pengertian Nipple Stimulation

Nipple stimulation merupakan salah satu metode yang digunakan untuk merangsang kontraksi pada ibu hamil menjelang kelahiran. Metode ini melibatkan rangsangan pada puting susu, khususnya pada papilla dan areola ibu. Rangsangan tersebut bertujuan untuk memicu pelepasan hormon oksitosin, yang berperan dalam memperkuat kontraksi rahim. Dalam praktiknya, nipple stimulation dilakukan dengan melakukan pijatan atau rangsangan ringan pada payudara selama beberapa menit setiap sesi. Metode ini sebenarnya sudah cukup lama dikenal dan digunakan, namun baru-baru ini semakin populer kembali di kalangan ibu hamil.

2. Efektivitas Nipple Stimulation

Dr. Agung Sunarko Putra, SpOG dari RSAL dr. Ramelan Surabaya, menyebutkan bahwa nipple stimulation tergolong sebagai metode yang efektif dalam merangsang kontraksi. Bahkan, metode ini pernah menjadi metode yang populer pada zaman dahulu. Namun, penting untuk diingat bahwa nipple stimulation harus dilakukan oleh tenaga profesional di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit. Hal ini dikarenakan tindakan tersebut dapat menyebabkan kontraksi berlebihan yang berpotensi membahayakan ibu dan janin jika tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, jika terjadi keadaan darurat, tindakan medis dapat segera dilakukan.

3. Waktu dan Cara Melakukan Nipple Stimulation

Nipple stimulation sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan yang sudah cukup, yakni setelah usia kehamilan 39 minggu. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa janin sudah cukup matang dan siap untuk dilahirkan. Namun, sebelum melakukannya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Dr. Agung menekankan bahwa nipple stimulation hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, sebagai ibu hamil, penting untuk mengikuti arahan dokter dan tidak mencoba melakukan nipple stimulation di rumah.

Baca Juga:  Vitamin Ibu Hamil Trimester 1 yang Wajib Ibu Penuhi

Dalam melakukan nipple stimulation, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pastikan posisi yang nyaman: Ibu hamil sebaiknya duduk atau berbaring dalam posisi yang nyaman saat melakukan nipple stimulation. Hal ini bertujuan untuk menghindari rasa tidak nyaman atau kelelahan selama proses rangsangan.

2. Lakukan rangsangan ringan pada payudara: Dalam nipple stimulation, ibu hamil perlu melakukan rangsangan ringan pada payudara, terutama pada puting dan area coklat kehitaman di sekitarnya. Rangsangan ini dapat dilakukan dengan menggunakan jari atau tangan dengan gerakan memijat atau mengelus secara perlahan.

3. Lakukan sesuai dengan instruksi dokter: Setiap sesi nipple stimulation sebaiknya dilakukan selama 10-15 menit, dengan frekuensi 3-4 kali dalam sehari. Namun, penting untuk mengikuti instruksi dokter yang merawat ibu hamil, karena setiap kondisi kehamilan dapat memiliki rekomendasi yang berbeda.

4. Hindari rangsangan berlebihan: Rangsangan pada kedua payudara sebaiknya tidak dilakukan secara bersamaan, karena dapat menyebabkan kontraksi berlebihan yang berpotensi membahayakan. Oleh karena itu, penting untuk fokus pada satu payudara dalam setiap sesi nipple stimulation.

5. Perhatikan risiko kehamilan: Nipple stimulation tidak boleh dilakukan pada kehamilan yang berisiko, seperti kehamilan dengan komplikasi seperti risiko keguguran, perdarahan, atau risiko kelahiran prematur. Oleh karena itu, sebelum melakukan nipple stimulation, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan bahwa metode ini aman untuk dilakukan.

4. Manfaat Nipple Stimulation

Nipple stimulation memiliki beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu hamil, antara lain:

1. Merangsang kontraksi: Nipple stimulation dapat merangsang kontraksi pada rahim, yang dapat membantu mempersiapkan proses persalinan. Kontraksi yang terjadi dapat membantu membuka jalan lahir bagi bayi.

Baca Juga:  Tahapan Perkembangan Janin yang Menakjubkan

2. Memperkuat kontraksi: Hormon oksitosin yang dilepaskan selama nipple stimulation dapat memperkuat kontraksi rahim. Hal ini dapat membantu proses persalinan menjadi lebih efektif.

3. Meningkatkan aliran oksigen ke janin: Kontraksi yang dihasilkan dari nipple stimulation juga dapat meningkatkan aliran oksigen ke janin. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan janin selama proses persalinan.

4. Mengurangi risiko induksi: Dengan melakukan nipple stimulation secara teratur, kemungkinan untuk melakukan induksi persalinan oleh tenaga medis dapat berkurang. Hal ini karena nipple stimulation dapat membantu memicu proses persalinan secara alami.

5. Meningkatkan ikatan ibu dan bayi: Selain manfaat fisik, nipple stimulation juga dapat memberikan manfaat emosional bagi ibu dan bayi. Proses ini dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi sejak dalam kandungan.

5. Keamanan dan Risiko Nipple Stimulation

Meskipun nipple stimulation dapat memberikan manfaat dalam merangsang kontraksi dan mempersiapkan persalinan, metode ini juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

1. Over kontraksi: Jika nipple stimulation dilakukan secara berlebihan atau dengan intensitas yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kontraksi berlebihan yang berpotensi membahayakan ibu dan janin. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti instruksi dokter dan tidak melakukan nipple stimulation secara sembarangan.

2. Risiko infeksi: Nipple stimulation yang dilakukan tanpa kebersihan yang memadai dapat meningkatkan risiko infeksi pada payudara. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan kebersihan tangan dan perlengkapan yang digunakan saat melakukan rangsangan.

3. Kontraksi palsu: Nipple stimulation juga dapat menyebabkan kontraksi palsu atau Braxton Hicks. Kontraksi ini biasanya terjadi tanpa adanya pembukaan jalan lahir dan tidak mengindikasikan bahwa persalinan akan segera terjadi. Namun, jika kontraksi berlangsung terus-menerus atau semakin kuat, segera hubungi tenaga medis.

Baca Juga:  7 Jenis Sayuran untuk Ibu Hamil yang Kaya Nutrisi dan Manfaatnya

4. Tidak cocok untuk semua kehamilan: Nipple stimulation tidak boleh dilakukan pada kehamilan yang berisiko, seperti kehamilan dengan komplikasi. Sebelum melakukan nipple stimulation, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan bahwa metode ini aman untuk dilakukan.

6. Kesimpulan

Nipple stimulation merupakan salah satu metode yang digunakan untuk merangsang kontraksi pada ibu hamil menjelang kelahiran. Metode ini melibatkan rangsangan pada puting susu dengan tujuan memicu pelepasan hormon oksitosin. Meskipun tergolong sebagai metode yang efektif, nipple stimulation hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan. Hal ini dikarenakan metode ini dapat menyebabkan kontraksi berlebihan yang berpotensi membahayakan ibu dan janin. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti instruksi dokter kandungan dan tidak mencoba melakukan nipple stimulation di rumah. Sebelum melakukan metode ini, ibu hamil juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan dan kesesuaian metode ini dengan kondisi kehamilan.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com