Berat Badan Turun Saat Hamil, Amankah?

Berat Badan Turun Saat Hamil, Amankah?

Pada trimester kedua kehamilan, berat badan yang tidak bertambah atau bahkan mengalami penurunan merupakan hal yang sering terjadi pada ibu hamil. Meskipun terkadang membuat ibu hamil khawatir, sebenarnya hal tersebut masih termasuk dalam kategori normal dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan. Namun, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui faktor penyebab berat badan turun saat hamil dan cara mengatasinya.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan berat badan turun saat hamil. Salah satunya adalah morning sickness atau rasa mual yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Morning sickness dapat membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan dan bahkan muntah-muntah, sehingga asupan makanan yang masuk ke tubuh menjadi berkurang. Hal ini tentu berdampak pada penurunan berat badan.

Selain itu, penyakit kronis yang diderita oleh ibu hamil juga dapat menjadi penyebab berat badan turun. Beberapa penyakit seperti tuberculosis, diabetes mellitus tipe 1, dan penyakit yang menyerang sistem imun tubuh dapat membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.

Depresi juga bisa menjadi penyebab berat badan turun saat hamil. Perubahan hormonal yang dialami oleh ibu hamil dapat mempengaruhi mood dan emosi, sehingga seringkali ibu hamil mengalami perubahan pola makan yang tidak teratur. Depresi dapat membuat ibu hamil kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.

Jika Anda mengalami penurunan berat badan saat hamil, tidak perlu panik. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini.

Pertama, Anda perlu pintar-pintar memilih makanan. Kehamilan yang sehat sangat dipengaruhi oleh kualitas makanan yang Anda konsumsi. Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung protein, kalsium, asam folat, dan zat besi yang penting untuk perkembangan janin. Hindari makanan berlemak, dingin, dan terlalu asam yang dapat memicu mual dan muntah.

Baca Juga:  20 Tradisi Keluarga di Seluruh Dunia, dari Upacara Memberi MPASI Pertama, Hingga Tradisi Banting Piring Jelang Pernikahan

Kedua, lakukan kontrol secara berkala. Penting bagi ibu hamil untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan guna memantau pertumbuhan janin dan berat badan ibu. Jika berat badan janin sudah ideal sesuai dengan usianya, tidak perlu terlalu khawatir meskipun berat badan ibu tidak bertambah.

Selain itu, hindari stres dan kelelahan. Stres dan kelelahan dapat mempengaruhi nafsu makan dan berat badan ibu hamil. Usahakan untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang terlalu berat dan menguras energi. Istirahat yang cukup dan relaksasi juga penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Terakhir, periksa kondisi darah Anda. Anemia atau kekurangan darah dapat menyebabkan mual dan muntah pada ibu hamil, sehingga berdampak pada penurunan berat badan. Pemeriksaan darah juga bisa mendeteksi adanya penyakit lain yang mungkin berpengaruh pada kesehatan ibu dan janin.

Meskipun berat badan turun saat hamil masih termasuk dalam kategori normal, tetap penting untuk memperhatikan kesehatan ibu dan janin. Jika Anda mengalami penurunan berat badan yang signifikan atau mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingat, setiap kehamilan adalah unik dan setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan ibu dan janin dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan mengikuti anjuran dokter secara teratur. Semoga kelahiran anak Anda nanti berjalan lancar dan sehat.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com