7 Cara Bijak Menghindari Cinta Terlarang di Kantor


Jangan sampai Anda terjebak office affair atau cinta terlarang di kantor, ya. Sangat bahaya untuk pernikahan Anda. Ini cara menghindarinya!

Naksir seseorang dan menyimpan cinta itu menyenangkan. Bikin jantung deg-deg seerrr, hati berbunga-bunga, sekadar lihat siluet dirinya terasa bagai surga pindah ke bumi. Namun bagaimana jika Anda atau orang yang Anda suka sudah terikat pernikahan? Beuh, hati-hati. Hal yang semula terasa indah bisa berubah jadi bencana!

“Orang-orang dapat saling tertarik dan ketertarikan tidak terbatas hanya kepada orang yang selalu atau hidup bersama kita,” kata Sherrie Campbell, psikolog yang berbasis di Los Angeles dan penulis “But It’s Your Family”.

Merasa tertarik kepada orang lain bahkan saat seseorang sudah menikah itu hal yang wajar, tapi Campbell menganalogikannya seperti waktu kita melihat buku menu. Banyak menu yang memang terlihat menggugah selera, tapi untuk alasan tertentu Anda tidak tertarik memesan satu pun.

Ketika Anda merasa tidak bahagia dengan hubungan atau penikahan Anda, mencari solusi atau sekadar selingan dengan melakukan perselingkuhan bukanlah jalan keluar yang benar, apalagi dengan rekan kerja yang juga telah menikah.

David Bennet, konselor, penulis, dan pakar hubungan di Ohio bilang, “Orang terlibat dalam sebuah affair karena berbagai alasan, termasuk kedekatan geografis, stabilitas, hubungan emosional, dan faktor lain di luar daya tarik fisik yang kuat.

Well, jika Anda naksir rekan kerja yang sudah menikah atau Anda yang sudah terikat, jangan keburu merasa bikin dosa tak termaafkan. Siapa yang tak suka lihat ‘pemandangan indah’? Naksir boleh, kehilangan integritas yang jangan!

BACA JUGA: 10 Tanda Selingkuh Tanpa Sadar

Cara Bijak Hindari Cinta Terlarang di Kantor

Kami sudah kumpulkan beberapa saran dari para relationship expert untuk bantu Anda agar tidak melangkah lebih jauh dari yang seharusnya.

1. Ingatkan diri tentang risikonya terhadap karier

Jika Anda sudah menikah, terlibat ‘cinlok’ dengan rekan kerja (single atau sudah menikah) bisa membuat segalanya menjadi rumit. Itu sama seperti menggali lubang kubur buat diri sendiri.

Tanyakan kepada diri Anda, sebegitu pentingkah affair ini daripada pekerjaan dan rumah tangga Anda atau rumah tangganya? Jika perkawinan dan pekerjaan Anda benar-benar penting bagi Anda, berfokus pada sisi negatif perselingkuhan akan membantu Anda punya perspektif yang benar dan bisa ambil keputusan yang tepat.

Baca Juga:  Berapa Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir? Ini Indikatornya

Mengingatkan diri sendiri tentang risiko yang akan timbul dari perselingkuhan dapat membantu Anda menghindari godaan. Berpikir tentang akibat yang mungkin terjadi pada karier Anda dan hubungan dengan pasangan akan membuat Anda menyadari pentingnya menjaga integritas dan kesetiaan.

2. Pertimbangkan konsekuensinya jika niat berselingkuh makin kuat

Memikirkan konsekuensinya dapat bantu Anda mengurangi godaan. Beri diri sedikit waktu untuk memikirkan bagaimana hubungan Anda dengan rekan-rekan kerja jika cinta terlarang itu akhirnya diketahui mereka (apalagi kalau selingkuhan Anda itu bos sendiri!). Siap nggak Anda di-bully? Digosipin? Dan yang paling penting, apa dampaknya terhadap reputasi dan pernikahan Anda.

Mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan berselingkuh dapat membantu Anda melihat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan terjadi jika Anda terjebak dalam hubungan terlarang. Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah konsekuensi yang mungkin terjadi sepadan dengan kesenangan sementara yang mungkin Anda dapatkan dari perselingkuhan tersebut.

3. Minimalkan waktu yang Anda habiskan bersamanya

Tahan godaan untuk hangout di luar jam kerja. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan dengan rekan-rekan kerja apalagi orang yang Anda sukai, semakin sulit untuk melupakan perasaan Anda.

Sangat sulit untuk membatasi waktu Anda dengan rekan kerja, tetapi upayakan yang terbaik untuk menjaga interaksi tetap singkat dan profesional. Sebisa mungkin, hindari berdua saja atau berada di dekatnya.

Misalnya, jika beberapa rekan kerja Anda merencanakan kumpul-kumpul akhir pekan, sebaiknya Anda tak usah hadir. Lebih baik menghabiskan waktu bersama pasangan Anda, kan?

Lalu Jika memungkinkan, batasi juga waktu Anda di tempat kerja. Kantor, ya, buat bekerja, bukan arena untuk dengan sengaja menguji kesetiaan Anda. Jika memungkinkan, hindari mengikuti kegiatan kantor yang nggak penting.

4. Tetapkan batasan yang jelas untuk diri sendiri

Identifikasi perilaku yang dapat membuat Anda berisiko terbawa perasaan. Anda nggak bisa berharap orang lain peduli dengan ikatan pernikahannya, apalagi pernikahan orang lain. Maka penting untuk membuat batasan buat diri Anda sendri. Begitu Anda sudah buat batasan-batasan itu, jalankan dan patuhi.

Misalnya, jangan iseng stalking media sosial rekan kerja yang Anda anggap tampan atau menarik. Apalagi kalau Anda tahu, Anda agak naksir dia atau sebaliknya. Nggak usah juga Anda follow. Jangan pula bersikap terlalu kaku, karena Anda tetap butuh punya hubungan baik dengan para rekan kerja. Namun bersikaplah tegas kepada diri sendiri, terutama kepada pihak-pihak yang mulai coba-coba flirting. Kalau perlu, unfollow atau block aja medsos mereka.

Baca Juga:  Sudah 1 Bulan! Apa Jadwal Imunisasi Si Kecil?

Tetapkan batasan yang jelas untuk diri sendiri dan berpegang teguh pada nilai dan prinsip yang Anda yakini. Jangan biarkan godaan mengambil alih dan mempengaruhi tindakan Anda. Ingatlah bahwa Anda memiliki tanggung jawab terhadap pasangan dan pernikahan Anda, serta integritas dan profesionalisme Anda di tempat kerja.

5. Cari pengalih perhatian

Cari aktivitas yang menyenangkan dan sehat. Ketika kita punya ikatan cinta yang kuat dan Anda nggak sedang menyukai siapa pun, relatif mudah untuk melawan godaan buat main mata apalagi berpaling hati. Namun ketika Anda sadar sedang naksir seseorang, mungkin agak sulit untuk memikirkan hal lain selain dirinya.

Lain kali Anda merasa, ‘kok, kangen sama orang itu,’ maka carilah cara untuk mengalihkan pikiran Anda. Misalnya, lakukan hobi Anda. Ajak pasangan atau sahabat Anda nonton atau sekadar ngobrol sambil ngopi. Merekatkan hubungan Anda dengan pasangan, keluarga, dan sahabat bisa bantu Anda melawan keinginan keliru, mencintai orang yang tidak boleh dan tidak bisa Anda miliki. Apalagi terobsesi kepadanya.

Cari pengalih perhatian yang positif dan sehat untuk mengurangi keinginan dan pikiran terhadap orang yang tidak seharusnya Anda cintai. Temukan kegiatan yang dapat mengisi waktu luang Anda dan membantu Anda merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupan yang Anda miliki.

6. Fokus pada membangun hubungan dengan orang-orang terdekat

Menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman, fokus kepada pasangan dan orang-orang tersayang akan membuat Anda jadi semakin menghargai hubungan yang sudah Anda miliki. Hubungan itu perlu dirawat dan dipelihara. Alih-alih memberi ruang untuk sebuah hubungan yang nggak halal bertumbuh, cintai apa yang sudah Anda miliki.

Mengalihkan fokus Anda pada hubungan yang sudah Anda miliki dapat membantu Anda menghindari godaan dan menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan orang-orang terdekat Anda. Berikan perhatian dan waktu yang cukup untuk pasangan Anda, keluarga, dan teman-teman Anda. Jangan biarkan godaan menghalangi Anda untuk memperkuat hubungan yang sudah ada.

7. Buang pikiran dan harapan yang keliru

Adalah umum untuk memiliki pikiran seksual atau romantis yang salah. Hei, kita kan manusia biasa, tempatnya dosa. Namun bukan berarti Anda nggak mampu bertindak benar. Jika pikiran salah mulai muncul, segera buang. Pikirkan hal-hal lain yang membawa aura positif.

Baca Juga:  Kumpulan Kata Nasehat untuk Anak Agar Patuh kepada Ibu

Memupuk harapan-harapan semu dan berandai-andai hanya akan membuat Anda semakin sulit bersikap realistis dan mengambil keputusan yang bijaksana. Pikiran salah yang terus dipupuk dan disirami sama seperti memelihara ikan piranha. Suatu saat, itu bisa mencelakai Anda.

Dalam menghadapi pikiran dan harapan yang keliru, buanglah pikiran tersebut dan fokus pada hal-hal positif dalam kehidupan Anda. Hindari membiarkan pikiran yang salah terus menguasai pikiran Anda dan menjaga pikiran Anda tetap positif dan realistis.

BACA JUGA: Tanda Sebelum Perselingkuhan yang Perlu Diwaspadai, Menurut Studi

Melakukan hubungan terlarang di tempat kerja adalah tindakan yang dapat memiliki konsekuensi serius baik bagi karier maupun kehidupan pribadi Anda. Untuk menjaga kestabilan dan kebahagiaan dalam pernikahan Anda, penting untuk menghindari godaan perselingkuhan di tempat kerja.

Dengan mengingatkan diri sendiri tentang risiko yang terkait dengan perselingkuhan, mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi, membatasi waktu yang Anda habiskan bersama orang yang Anda sukai, menetapkan batasan yang jelas, mencari pengalih perhatian yang sehat, fokus pada membangun hubungan dengan orang-orang terdekat, dan menghilangkan pikiran dan harapan yang keliru, Anda dapat menghindari jebakan cinta terlarang di tempat kerja.

Ingatlah bahwa kebahagiaan dan kesuksesan dalam karier Anda tidak harus datang dengan mengorbankan hubungan pernikahan yang baik. Dengan menjaga integritas dan kesetiaan, Anda dapat mencapai keberhasilan di tempat kerja dan memiliki hubungan yang kuat dan bahagia dalam pernikahan Anda.

Jadi, jangan biarkan diri Anda terjebak dalam cinta terlarang di tempat kerja. Pilihlah untuk setia pada pasangan Anda dan berfokus pada membangun karier yang sukses dan hubungan yang bahagia.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com