Apa itu Ovulasi? Yuk, Intip Informasi Lengkapnya di sini!

Apa itu ovulasi? Yuk, intip informasi lengkapnya di sini!

Ovulasi sering kali disamakan dengan masa subur wanita. Proses ini terjadi setelah haid setiap bulannya. Ovulasi adalah kondisi dimana sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium. Sel telur yang dilepaskan ini siap untuk dibuahi oleh sperma. Setelah dibuahi, sel telur akan melakukan perjalanan ke rahim dan berkembang menuju proses kehamilan. Jika tidak dibuahi, sel telur akan hancur dan lapisan dinding rahim pun akan luruh selama menstruasi.

Proses ovulasi memiliki peran utama dalam proses kehamilan. Bagi Bunda yang sedang program hamil, penting untuk memahami apa itu ovulasi dan kapan terjadinya. Tujuannya tentu agar target program hamil dapat berjalan dengan sukses.

Ovulasi biasanya ditandai dengan keputihan yang muncul lebih banyak. Biasanya cukup kental dan tidak berwarna atau jernih. Kadang-kadang sepintas seperti putih telur mentah. Kemudian saat ovulasi sudah selesai, volumenya akan berkurang, tampak lebih kental dan juga warnanya lebih keruh.

Selain itu, ovulasi juga menyebabkan beberapa gejala yang mungkin dialami Bunda. Antara lain; bercak atau perdarahan ringan, nyeri payudara, dorongan seksual yang meningkat, dan nyeri perut di bagian bawah. Tapi gejala yang dialami ini belum tentu selalu dialami oleh setiap orang, jadi penting untuk Bunda peka dengan gejala yang dirasakan.

Kapan ovulasi terjadi?

Setelah memahami apa itu ovulasi, mari memahami kapan ovulasi terjadi. Untuk mengetahuinya, Bunda harus memahami siklus menstruasi. Secara normal, biasanya siklus menstruasi terjadi antara 25-30 hari dengan rata-rata 28 hari. Kemudian ovulasi dimulai pada hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Di hari ini biasanya dianjurkan untuk Bunda berhubungan intim dengan suami untuk mencapai kehamilan.

Baca Juga:  4 Asupan untuk Sumber Nutrisi Balita di Musim Hujan

Tapi siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, ada yang teratur ada juga yang tidak. Hal ini bisa dipengaruhi karena kenaikan atau penurunan berat badan, stres, kurang tidur, terlalu sering berolahraga, atau mengalami penyakit tertentu seperti PCOS.

Akan lebih mudah bagi Bunda yang memiliki siklus menstruasi teratur sehingga bisa mencatat dengan baik di kalender haid.

Tanda-tanda ovulasi

Agar program hamil yang Bunda jalani berhasil, Bunda perlu lebih peka dengan tanda-tanda ovulasi yang terjadi. Berikut beberapa tanda-tanda ovulasi yang perlu Bunda ketahui:

Perubahan lendir serviks
Gejala ovulasi yang paling umum dialami oleh Bunda adalah perubahan lendir serviks. Saat mendekati ovulasi, tubuh Bunda akan memproduksi banyak estrogen sehingga lendir serviks akan menjadi lebih melar, bening, menyerupai putih telur.

Untuk mengujinya, Bunda bisa coba masukkan jari bersih ke dalam vagina sehingga lendir serviks akan menempel pada jari. Jika Bunda regangkan jari kemudian lendirnya melar, terasa lengket, basah dan teksturnya licin menandakan Bunda sedang dalam fase subur.

Indera yang menguat
Untuk beberapa Bunda yang tengah mengalami ovulasi, mereka akan merasakan indera penciuman yang lebih sensitif. Karena di fase subur tubuh Bunda akan tertarik pada feromon androstenon pria. Bahkan, beberapa Bunda merasakan jika indera perasa terasa lebih menguat.

Nyeri payudara
Selama ovulasi, Bunda akan merasakan payudara terasa lebih nyeri dan sakit di bagian puting. Hal ini disebabkan karena aliran hormon di dalam tubuh Bunda saat sebelum dan sesudah ovulasi. Namun beberapa Bunda merasakan nyeri ini tepat saat ovulasi.

Nyeri panggul dan perut bagian bawah
Buat beberapa Bunda mungkin akan sangat merasakan ovulasi tengah terjadi dalam tubuhnya. Karena mereka akan merasakan nyeri di perut bagian bawah pada satu sisi atau sisi lainnya. Gejala ini akan dirasakan beberapa menit atau mungkin beberapa jam.

Baca Juga:  4 Perbedaan Keputihan Mau Haid dan Hamil

Muncul bercak atau flek
Saat ovulasi beberapa Bunda akan mengalami keputihan atau bercak cokelat. Hal ini terbilang normal karena sel telur sedang matang, tumbuh dan kemudian pecah sehingga seringkali memunculkan sedikit perdarahan.

Seiring bertambahnya usia, darah menjadi cokelat sehingga saat pelepasan ovulasi muncul flek tersebut. Namun, jika gejala ini terjadi secara terus menerus, bahkan disertai dengan bau tidak sedap, Bunda disarankan melakukan konsultasikan ke dokter ya.

Perubahan libido
Beberapa Bunda mungkin akan mengalami dorongan seks yang meningkat selama ovulasi. Ini termasuk ke dalam tanda ovulasi yang normal ya, Bu.

Mual dan sakit kepala
Mual dan sakit kepala adalah kemungkinan efek samping dari ovulasi karena perubahan kadar estrogen dan progesteron yang Bunda alami. Sehingga beberapa Bunda akan merasakan mual dan sakit kepala.

Perubahan suhu basal tubuh
Suhu basal tubuh Bunda mungkin akan naik selama ovulasi bahkan selama beberapa waktu tertentu. Hal ini mungkin tidak benar-benar Bunda rasakan tapi jika diuji tentu akan ada perubahan yang signifikan.

Nutrisi untuk Mendukung Proses Ovulasi

Untuk memastikan kondisi ovulasi yang baik dan sel telur yang dihasilkan berkualitas dengan baik, Bunda perlu mengonsumsi asupan yang mengandung nutrisi:

Protein; Sumber protein dibutuhkan oleh Bunda untuk untuk mencapai kehamilan sehat. Namun Bunda harus pastikan memilih sumber protein yang memiliki lemak tak jenuh. Salah satunya adalah susu kehamilan yang memiliki sumber protein 9AAE, asam lemak omega-3, dan DHA yang baik untuk tumbuh serta kembang janin nantinya.

Asam Folat; Asam folat adalah nutrisi yang selalu disarankan untuk dipenuhi oleh Bunda sejak sebelum dan di masa kehamilan. Terkait kesuburan, asam folat yang cukup dapat menurunkan resiko ovulasi tidak teratur.

Baca Juga:  Kenali Sindrom Baby Blues Sebelum dan Sesudah Melahirkan

Serat; Serat dapat membantu Bunda membuang kelebihan hormon dan menjaga keseimbangan gula darah. Selain itu jenis serat tertentu mampu menghilangkan kelebihan estrogen dengan mengikatnya pada usus dan dibuang sebagai hasil eskresi.

Itulah beberapa informasi mengenai apa itu ovulasi yang perlu Bunda pahami. Semoga untuk Bunda yang tengah mengusahakan program kehamilan bisa segera tercapai, ya. Agar program hamil berjalan dengan lancar, jangan lupa imbangi asupan nutrisi yang sehat untuk mendukungnya. Asupan nutrisi ini perlu Bunda terus lanjutkan hingga memasuki masa kehamilan bahkan masa menyusui nantinya.

Selain mengonsumsi makanan bergizi yang memiliki ketiga nutrisi baik untuk ovulasi di atas, Bunda juga bisa mengonsumsi susu yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (AAE), protein penting yang tidak dapat diroduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu), DHA dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), zat besi, serat pangan inulin, vitamin C, protein, kalsium dan seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa kehamilan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com