Ini 5 Ciri-ciri Masa Subur Wanita dan Cara Menghitungnya

Ini 5 Ciri-ciri Masa Subur Wanita dan Cara Menghitungnya

Masa subur wanita menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui jika Bunda sedang melakukan program hamil. Mengetahui masa subur wanita dapat membantu dalam merencanakan kehamilan dan meningkatkan peluang untuk berhasil hamil. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai ciri-ciri masa subur wanita serta cara menghitungnya.

Masa subur wanita adalah masa ketika indung telur (ovarium) melepaskan sel telur yang siap untuk dibuahi oleh sperma. Sementara itu, masa subur pria dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas sperma. Mengetahui masa subur wanita juga dapat digunakan sebagai acuan untuk memahami siklus menstruasi dan memerhatikan adanya gangguan kesuburan.

Kapan Masa Subur Wanita?

Masa subur wanita setelah haid dapat dikenali melalui beberapa tanda dan gejala yang sering muncul atau melalui alat tes khusus. Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan metode kalender atau menandai waktu-waktu periode haid untuk mengetahui kapan masa subur dimulai.

Masa subur wanita dimulai setelah siklus haid atau menstruasi selesai. Wanita usia produktif umumnya memiliki siklus haid sekitar 28-32 hari dengan masa subur sekitar 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Namun, setiap wanita dapat memiliki siklus haid yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memahami siklus haid Bunda secara individu.

Ciri-ciri Masa Subur Wanita

Ciri-ciri masa subur pada setiap wanita dapat berbeda-beda. Beberapa wanita mungkin merasakan ciri-ciri ini, sementara yang lain tidak merasakannya. Selain itu, kapan masa subur wanita juga dapat berbeda-beda, ada yang mengalami masa subur tepat pada tanggal tertentu dan ada juga yang tanggal masa suburnya mengalami perubahan setiap bulan. Berikut adalah ciri-ciri masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur:

1. Perubahan suhu tubuh
Saat berada dalam masa subur, suhu basal tubuh wanita mengalami perubahan. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat istirahat atau saat bangun tidur. Ketika mendekati masa subur, suhu tubuh wanita akan sedikit menurun, dan setelah ovulasi, suhu tubuh akan kembali naik. Perubahan suhu tubuh ini terjadi karena peningkatan hormon estrogen saat ovulasi. Untuk memantau perubahan suhu tubuh, Bunda dapat mengukur suhu basal tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur.

Baca Juga:  8 Pilihan Training Cups untuk Beralih dari Botol Dot

2. Nyeri payudara
Beberapa wanita mengalami nyeri pada payudara saat masa subur. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi sebelum dan sesudah ovulasi. Nyeri pada payudara dapat membuat area payudara lebih sensitif dan mudah terasa nyeri saat disentuh.

3. Perubahan pada serviks dan cairan serviks
Ketika memasuki masa subur, tubuh wanita akan menghasilkan lebih banyak hormon estrogen. Hal ini membuat lendir serviks menjadi lebih lentur dan bening seperti putih telur. Selain itu, vagina juga akan mengeluarkan lendir lebih banyak dari biasanya.

4. Sakit ovulasi
Sakit ovulasi atau mittelschmerz adalah ciri-ciri masa subur wanita yang ditandai dengan rasa sakit pada bagian bawah perut. Rasa sakit ini terjadi saat indung telur melepaskan sel telur yang siap untuk dibuahi. Beberapa wanita mungkin mengalami sakit ovulasi setiap bulan, sementara yang lain tidak merasakannya.

5. Lebih bergairah
Memasuki masa subur, wanita cenderung mengalami dorongan seks yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon reproduksi pada tubuh. Namun, perlu diingat bahwa meningkatnya hasrat seksual juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti suasana hati yang ceria.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Selain memahami ciri-cirinya, masa subur wanita juga dapat diketahui melalui perhitungan. Berikut adalah beberapa cara menghitung masa subur wanita:

1. Catat jadwal haid atau menstruasi
Untuk mengetahui waktu masa subur, Bunda dapat mencatat kapan haid dimulai dan berakhir selama beberapa bulan. Jika siklus haid Bunda teratur, Bunda dapat menghitung masa subur sekitar 14 hari sebelum haid berikutnya.

2. Perhatikan perubahan emosi
Pada masa subur, tingkat emosi wanita dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan emosi ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon reproduksi di antara dua siklus menstruasi. Bunda dapat memperhatikan perubahan emosi seperti perasaan lebih sensitif atau mudah marah sebagai tanda adanya masa subur.

3. Mengukur suhu tubuh
Mengukur suhu tubuh secara rutin dapat membantu dalam memperkirakan masa subur. Bunda dapat mengukur suhu basal tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur. Suhu basal tubuh Bunda akan sedikit menurun sebelum ovulasi dan kembali naik setelah ovulasi. Perubahan suhu tubuh ini dapat membantu Bunda mengetahui kapan masa subur terjadi.

Baca Juga:  Cara Membuat Oralit untuk Anak yang Praktis, Ikuti Langkahnya, Yuk!

4. Menggunakan alat prediksi kesuburan
Alat prediksi kesuburan dapat digunakan untuk mengukur tingkat hormon peluteinizing (LH) dalam urine. LH adalah hormon yang meningkat saat ovulasi. Wanita umumnya mengalami ovulasi sekitar 10-12 jam setelah tingkat hormon LH meningkat. Alat prediksi kesuburan dapat membantu Bunda mengetahui hari-hari yang paling subur selama masa subur.

Masalah Seputar Masa Subur Wanita

Selain mengetahui cara menghitung masa subur, Bunda juga perlu memperhatikan adanya masalah yang berhubungan dengan masa subur wanita. Beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah:

1. Masalah berat badan
Wanita dengan berat badan rendah atau berlebih cenderung memiliki siklus haid yang tidak teratur. Kondisi ini dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga berat badan ideal agar siklus haid tetap teratur.

2. Disfungsi hipotalamus
Disfungsi hipotalamus dapat terjadi akibat stres fisik atau emosional, serta berat badan yang rendah atau berlebihan. Gangguan pada hipotalamus dapat mempengaruhi hormon yang mengatur masa subur dan ovulasi.

3. Kelebihan prolaktin
Kelebihan hormon prolaktin dapat memengaruhi waktu subur wanita. Prolaktin merupakan hormon yang berperan penting dalam produksi ASI. Kelebihan hormon ini dapat mengganggu siklus haid dan ovulasi.

4. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)
PCOS adalah kondisi yang ditandai dengan pembesaran ovarium dan adanya kista kecil berisi cairan. PCOS dapat mengganggu kesuburan wanita karena menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Wanita dengan PCOS cenderung mengalami siklus haid yang tidak teratur dan sulit hamil.

Tips Agar Cepat Hamil

Selain mengetahui masa subur wanita, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang hamil. Berikut adalah beberapa tips agar cepat hamil:

1. Mengonsumsi vitamin dan minum susu
Mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung kesuburan sangat penting. Bunda dapat mengonsumsi vitamin yang mengandung zat-zat penting untuk kesuburan. Selain itu, mengonsumsi susu juga dapat membantu meningkatkan kesuburan.

Baca Juga:  Es Kelapa Selasih

2. Rutin berolahraga
Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan peluang hamil. Olahraga juga dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi stres.

3. Menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol
Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat mengganggu kesuburan wanita. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko kelainan pada janin. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kebiasaan tersebut jika sedang menjalani program hamil.

4. Berkonsultasi dengan dokter
Jika ingin cepat hamil, berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah yang bijak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesuburan Bunda. Dokter juga dapat memberikan saran dan anjuran yang tepat untuk meningkatkan peluang hamil.

Selama kehamilan, Bunda perlu mendapatkan tambahan energi, protein, dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin yang sehat. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung nutrisi penting seperti DHA, asam amino esensial, zat besi, vitamin C, kalsium, dan lainnya.

Kesimpulan

Masa subur wanita merupakan masa ketika indung telur melepaskan sel telur yang siap untuk dibuahi. Mengetahui masa subur wanita dapat membantu dalam merencanakan kehamilan dan meningkatkan peluang untuk berhasil hamil. Beberapa ciri-ciri masa subur wanita meliputi perubahan suhu tubuh, nyeri payudara, perubahan pada serviks dan cairan serviks, sakit ovulasi, dan peningkatan hasrat seksual. Masa subur wanita dapat dihitung dengan cara mencatat jadwal haid, mengukur suhu tubuh, menggunakan alat prediksi kesuburan, dan memperhatikan perubahan emosi. Selain itu, ada beberapa tips agar cepat hamil yang dapat dilakukan, seperti mengonsumsi nutrisi yang tepat, berolahraga secara teratur, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta berkonsultasi dengan dokter.

Dengan mengetahui masa subur wanita dan mengikuti tips agar cepat hamil, Bunda dapat meningkatkan peluang untuk berhasil hamil. Penting untuk tetap menjaga kesehatan dan mengonsumsi nutrisi yang tepat selama masa subur dan kehamilan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Bunda yang sedang merencanakan kehamilan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com