6 Makanan Tinggi Serat untuk Cegah Sembelit pada Bayi

Alpukat

Alpukat merupakan makanan tinggi serat yang mudah diolah menjadi menu MPASI si Kecil. Buah yang satu ini mengandung 2 gram serat dan lemak baik yang dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah peradangan, membantu menjaga kesehatan organ hati, berfungsi sebagai antioksidan, dan lain sebagainya. Bunda bisa mengolah makanan tinggi serat ini menjadi MPASI puree alpukat yang dihaluskan dan dicampur dengan ASI. Selain itu, alpukat juga bisa diolah bersama bahan makanan lain yang sehat, seperti ubi, keju, dan pisang.

Apel

Makanan tinggi serat selanjutnya yaitu buah apel yang aman diolah ke dalam menu MPASI si Kecil. Seperti yang Bunda ketahui, apel terbagi ke dalam dua jenis, ada apel yang kulitnya berwarna merah dan berwarna hijau. Apa pun warna dan rasanya, buah apel tetap memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Di balik kandungan serat yang tinggi, buah apel bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan, mendukung kesehatan jantung, membantu mengontrol berat badan, dan kaya akan antioksidan.

Brokoli

Selain buah-buahan, makanan tinggi serat lainnya berasal dari kelompok sayuran hijau, salah satunya brokoli. Selain serat, brokoli mengandung beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh, seperti protein, karbohidrat kompleks, air, kalium, kalsium, magnesium, zinc, zat besi, vitamin A, asam folat, vitamin C, dan lain sebagainya. Jadi, tak heran ya Bu, jika brokoli disebut sebagai sayuran sehat yang kaya manfaat. Di balik banyaknya kandungan nutrisi tersebut, brokoli bermanfaat untuk mencegah sembelit atau konstipasi, mendukung daya tahan tubuh, membantu meningkatkan kesehatan tulang, menjaga kesehatan kulit, dan lain sebagainya.

Pisang

Bunda pasti sudah cukup familiar dengan buah pisang yang diolah menjadi resep MPASI si Kecil, bukan? Makanan tinggi serat ini pun tak kalah penting bagi kesehatan bayi, terutama bagi kesehatan saluran pencernaannya. Pisang termasuk makanan tinggi serat yang aman untuk perut bayi karena memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang enak. Kandungan di dalam buah pisang menliputi karbohidrat, protein, serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, magnesium, dan lainnya. Bunda dapat mulai memberikan pisang untuk si Kecil dalam bentuk bubur, puree, finger food, maupun buah utuh saat si Kecil sudah mampu mengunyah dengan lebih baik.

Baca Juga:  Buat Kue Cubit Sendiri Yuk, Bu!

Kacang-kacangan

Bunda juga bisa mendapatkan manfaat makanan tinggi serat untuk si Kecil dari kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang merah, kacang mete, almond, dan lainnya. Selain sebagai makanan tinggi serat, kacang-kacangan juga termasuk protein nabati yang mendukung tumbuh kembang si Kecil lho, Bu.

Di balik bentuknya yang mungil, umumnya kacang-kacangan mengandung beragam nutrisi penting, seperti protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, serta berbagai vitamin (vitamin A, vitamin B, vitamin C, asam folat, vitamin E, dan vitamin K). Namun, sebelum Bunda memberikan kacang kepada si Kecil, pastikan ia tidak alergi terhadap makanan ini, ya!

Biji-bijian

Makanan tinggi serat yang tak kalah bernutrisi yaitu biji-bijian, seperti gandum utuh, beras merah, biji chia, biji bunga matahari, biji labu, dan lain sebagainya. Beragam jenis biji-bijian ini bisa menjadi pilihan serat yang sehat untuk si Kecil lho, Bu. Tak hanya sebagai makanan tinggi serat, biji-bijian juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil. Sama seperti kacang, Bunda perlu memastikan dulu si Kecil tidak alergi terhadap makanan yang satu ini, ya!

Manfaat Serat untuk Kesehatan Tubuh

Setelah mengetahui beberapa rekomendasi makanan tinggi serat, Bunda perlu tahu juga mengenai manfaat serat secara keseluruhan bagi kesehatan tubuh si Kecil. Nah, berikut ini beberapa manfaat serat yang bisa didapatkan oleh si Kecil:

Mencegah sembelit atau konstipasi

Seperti yang sudah disebutkan, banyak bayi yang mengalami konstipasi di awal fase MPASI. Untuk itu ia akan membutuhkan makanan tinggi serat yang sehat agar memperlancar saluran pencernaannya. Ini karena serat menyerap air, sehingga membuat feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan melalui anus.

Baca Juga:  Si Kecil Golongan Generasi Alpha? Berikut Cara Mendidiknya

Mengontrol berat badan ideal

Serat membuat perut lebih cepat kenyang dengan frekuensi yang lebih lama. Tak hanya itu, makanan tinggi serat juga umumnya mengandung kalori lebih rendah. Dengan begitu, serat dapat membantu si Kecil memiliki berat badan yang cenderung normal, sehingga terhindar dari obesitas.

Mencegah penyakit jantung

Serat larut yang terkandung dalam makanan tinggi serat dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah, sehingga mencegah terjadinya penyakit jantung. Selain itu, serat juga dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Mengontrol kadar gula darah

Makanan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar gula darah yang tinggi. Serat larut dalam makanan membentuk gel saat dicerna, sehingga membantu melambatkan penyerapan gula dalam tubuh.

Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan

Serat tidak larut dalam makanan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dengan cara menambah volume feses, merangsang gerakan usus, dan mempercepat waktu transit makanan melalui saluran pencernaan. Dengan demikian, serat dapat mencegah sembelit, diare, dan gangguan pencernaan lainnya.

Meningkatkan kesehatan kulit

Serat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Serat membantu mengeluarkan toksin dan limbah dari dalam tubuh melalui feses, sehingga kulit menjadi lebih bersih dan terhindar dari jerawat dan masalah kulit lainnya.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Serat dalam makanan tinggi serat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang merupakan koloni bakteri baik dalam saluran pencernaan. Bakteri baik ini berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Dengan menambahkan makanan tinggi serat dalam menu MPASI si Kecil, Bunda dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengontrol berat badan, mencegah penyakit jantung, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan kesehatan kulit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh si Kecil. Namun, perlu diingat bahwa pemberian makanan tinggi serat harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan nutrisi si Kecil. Jangan terlalu berlebihan dalam memberikan serat dan pastikan juga untuk memberikan makanan lain yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Baca Juga:  3 Fakta dan Mitos Tentang Susu Pertumbuhan yang Kaya Formula Asam Amino

Selain memberikan makanan tinggi serat, Bunda juga harus tetap memberikan ASI secara rutin. ASI mengandung nutrisi yang sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Jika Bunda merasa ASI yang dihasilkan kurang mencukupi, Bunda dapat memberikan susu pendamping ASI yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Pastikan susu pendamping ASI yang Bunda pilih mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Dengan memberikan makanan tinggi serat dan ASI yang cukup, Bunda dapat menjaga kesehatan tubuh si Kecil secara optimal. Tetap pantau pertumbuhan dan perkembangan si Kecil melalui posyandu atau konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan informasi dan saran yang lebih spesifik mengenai menu makanan yang tepat untuk si Kecil. Jaga kesehatan si Kecil dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi secara teratur.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com