Kenali 9 Tanda-tanda Mau Melahirkan Sudah Dekat
Tanda-tanda mau melahirkan bisa dikenali meskipun tanpa flek sekalipun. Kenali apa saja tanda-tandanya lebih lanjut di sini!
Masih banyak Bunda yang baru pertama kali hamil merasakan kecemasan karena tanda-tanda mau melahirkan seperti tak kunjung muncul. Bahkan, ada pula yang kesulitan membedakan tanda-tanda melahirkan sudah dekat.
Ini karena banyak Bunda hamil yang meskipun sudah memiliki hari perkiraan lahir (HPL), tetapi justru tidak bersalin tepat pada hari perkiraan lahirnya dan bahkan ada yang memiliki tanda mau melahirkan tanpa flek sebelumnya.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memahami seperti apa tanda mau melahirkan tanpa flek agar lebih siap menghadapi persalinan.
9 Tanda-tanda Mau Melahirkan
Umumnya, tanda-tanda mau melahirkan mulai terasa dari 3 minggu sebelum hari perkiraan lahir hingga 2 minggu setelahnya. Terkadang, waktu melahirkan bisa maju lebih awal, mundur, atau tepat di rentang waktu yang diperkirakan.
Seperti yang telah disebutkan, Bunda hamil yang mendekati persalinan bisa saja mengalami tanda-tanda yang berbeda. Namun, berikut ini ada beberapa tanda-tanda mau melahirkan yang umumnya dirasakan pada Bunda hamil:
Posisi bayi berubah
Sekitar 1-4 minggu sebelum persalinan dimulai, Bunda mungkin merasa posisi janin dalam kandungan berubah. Namun terkadang, tanda-tanda mau melahirkan ini bisa berlangsung beberapa jam sebelumnya.
Posisi kepala bayi yang tadinya ada di atas dan kaki di bawah, kini justru sebaliknya. Ibaratnya, secara perlahan bayi mulai “merosot” atau turun ke panggul.
Perubahan posisi bayi ini merupakan tanda yang cukup jelas bahwa persalinan semakin dekat. Kondisi ini disebut sebagai “pengenduran”, yaitu bayi sedang mengatur ulang tubuhnya menjadi posisi kepala di bawah dan kaki di atas.
Kram perut dan nyeri punggung
Tanda mau melahirkan tanpa flek juga terasa ketika Bunda hamil mengalami kram perut dan nyeri punggung layaknya nyeri yang dirasakan saat mendekati masa menstruasi, tetapi lebih sakit.
Tak hanya itu, Bunda hamil yang sudah mendekati waktu persalinan juga akan merasakan nyeri di area paha dan punggung bagian bawah, terutama jika ini bukan kehamilan pertama kali.
Sulit tidur
Sulit tidur juga termasuk ke dalam tanda-tanda mau melahirkan lho, Bu. Biasanya Bunda hamil akan merasakan perasaan gelisah yang tak menentu, sehingga menyebabkan tidur malamnya terganggu.
Sebisa mungkin, usahakan agar Bunda bisa tidur atau beristirahat di siang hari, karena Bunda pasti membutuhkan tenaga ketika persalinan berlangsung. Namun, tak sedikit pula Bunda hamil yang merasakan perubahan energi dalam tubuhnya saat mendekati waktu persalinan.
Lebih sering buang air kecil
Seperti yang telah disebutkan, saat mendekati waktu persalinan, bayi akan turun ke rongga panggul Bunda hamil. Nah, kondisi ini akan membuat rahim menekan kandung kemih, sehingga Bunda hamil akan lebih sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
Perubahan suasana hati
Tanda-tanda mau melahirkan yang biasa terjadi yaitu munculnya perubahan suasana hati Bunda hamil. Ciri perubahan suasana hati ini bisa terlihat ketika Bunda merasa jadi lebih sensitif, mudah marah, atau moody, selayaknya masa-masa saat akan menstruasi.
Baca juga: Berkenalan dengan Asam Amino Pembentuk Protein
Lebih mudah bernapas
Tanda-tanda mau melahirkan yang selanjutnya adalah lebih mudah bernapas. Melansir laman resmi American Pregnancy Association, tanda ini terjadi ketika bayi berubah ke posisi lebih rendah, sehingga akan meringankan tekanan pada diafragma Bunda menjadi lebih mudah bernapas.
Meskipun demikian, perubahan posisi ini akan memberikan lebih banyak tekanan pada kandung kemih, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Muncul kontraksi palsu
Munculnya kontraksi palsu termasuk ciri-ciri orang mau melahirkan yang sering dialami Bunda hamil. Kontraksi ini biasa disebut kontraksi braxton-hicks atau pengencangan perut yang datang dan pergi selama 30-120 detik, tidak terjadi dengan beraturan, dan dapat hilang ketika Bunda hamil berpindah posisi.
Selain itu, kontraksi palsu biasanya hanya terasa di area perut atau panggul, sementara kontraksi sungguhan biasanya terasa di bagian bawah punggung, kemudian berpindah ke bagian depan perut.
Sebenarnya kontraksi palsu sudah bisa dirasakan Bunda sejak usia kehamilan 16 minggu, tapi kontraksi akan terasa lebih kuat dan lebih sering ketika mendekati masa persalinan.
Keluar lendir kental bercampur darah dari vagina
Selama kehamilan, leher rahim ditutupi oleh lendir yang kental. Kemudian, saat mendekati waktu persalinan, leher rahim akan membesar dan melunak guna membentuk jalan untuk bayi keluar.
Bersamaan dengan itu, lendir leher rahim akan keluar melalui vagina. Warna lendir ini bisa beragam, mulai dari bening, merah muda, atau adanya bercak darah.
Lendir ini bisa keluar perlahan-lahan sehingga terlihat seperti keputihan dalam jumlah yang banyak, namun bisa juga langsung keluar dalam bentuk satu kesatuan.
Air ketuban pecah
Tanda-tanda mau melahirkan yang banyak dialami oleh Bunda hamil, yaitu pecahnya air ketuban. Kebanyakan Bunda hamil akan merasakan kontraksi terlebih dahulu sebelum air ketubannya pecah. Namun, ada pula Bunda hamil mengalami air ketuban pecah terlebih dahulu saat mendekati persalinan.
Tak menutup kemungkinan ada pula Bunda hamil yang tidak merasakan beberapa tanda di atas. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk selalu memeriksa kondisi kehamilan kepada dokter, agar mengetahui kondisi kesehatan Bunda dan bayi.
Tahapan Proses Persalinan Normal
Jika Bunda menjalani persalinan normal, ada beberapa tahap yang biasa disebut dengan kala. Berikut ini tahapan yang harus dilewati untuk bisa bertemu dengan si Kecil:
Fase 1 Proses Persalinan
Tahap pertama persalinan terjadi saat Bunda mulai merasakan kontraksi yang terus-menerus. Kontraksi ini menjadi lebih kuat, lebih teratur, dan lebih sering dari waktu ke waktu.
Tahap pertama merupakan proses pembukaan rahim yang terbagi menjadi dua fase, yaitu persalinan awal dan persalinan aktif. Selama persalinan awal Bunda mungkin akan merasakan kontraksi ringan dan tidak teratur, serta cairan bening berwarna merah muda atau sedikit berdarah dari vagina.
Kontraksi akan menjadi lebih kuat dan teratur saat memasuki fase persalinan aktif. Bunda mungkin akan merasakan kaki kram, mual hebat, dan ketuban pecah.
Fase 2 Proses Persalinan
Pada tahap kedua persalinan, Bunda perlu mengejan untuk bisa bertemu dengan si Kecil. Proses mengejan membutuhkan beberapa menit hingga beberapa jam untuk Bunda yang baru pertama kali menjalani persalinan.
Dokter atau bidan yang menangani Bunda akan meminta untuk mengejan selama setiap kontraksi dan memberi tahu kapan waktu yang tepat untuk mengejan. Bunda bisa mencoba berbagai posisi yang berbeda sampai menemukan posisi mengejan paling nyaman.
Fase 3 Proses Persalinan
Selama tahap ketiga persalinan ini, Bunda perlu mengeluarkan plasenta yang biasanya berlangsung selama 6-15 menit setelah si Kecil lahir. Proses mengeluarkan plasenta ini tidak boleh lebih dari 30 menit, karena bisa menyebabkan komplikasi seperti perdarahan.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Mendekati Persalinan
Setelah mengetahui tanda-tanda mau melahirkan, kini saatnya Bunda mengetahui hal-hal yang perlu dipersiapkan saat mendekati persalinan. Salah satunya mempersiapkan perlengkapan Bunda hamil yang meliputi:
Tas berisi pakaian dan peralatan mandi
Perlengkapan bayi
Makanan ringan
Bantal dan selimut yang nyaman
Buku atau barang lain yang bisa menemani Bunda menunggu persalinan.
Mengetahui ciri-ciri orang mau melahirkan dan perlengkapan yang dibutuhkan menjelang persalinan sangat penting bagi para calon Bunda, terutama yang berencana melahirkan secara normal.
Supaya kesehatan bayi tetap terjaga dari awal kehamilan hingga lahir ke dunia, sebaiknya Bunda memenuhi asupan bergizi seimbang selama masa kehamilan. Selama kehamilan, Bunda memerlukan tambahan energi, protein dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Bunda dan tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak janin, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode kehamilan.
Dengan memahami tanda-tanda mau melahirkan dan melakukan persiapan yang tepat, Bunda dapat menghadapi proses persalinan dengan lebih siap dan tenang. Selamat menanti kehadiran buah hati Anda!
Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com