30 Tempat Wisata di Jakarta, Mulai dari Budaya, Kuliner, Hingga Alam


Wisata Sejarah & Budaya

Kelenteng Jin De Yuan adalah salah satu tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Kelenteng ini terletak di Jl. Petak Sembilan, Pinangsia, Jakarta Barat dan merupakan salah satu kelenteng tertua di Jakarta. Kelenteng ini dibangun pada tahun 1650 oleh seorang Letnan Tionghoa bernama Kwee Hoen. Sayangnya, pada tahun 1740 kelenteng ini mengalami pembakaran dan kerusakan oleh massa saat terjadi pembantaian etnis China.

Namun, seabad setelah pembantaian tersebut, kelenteng ini dipugar oleh Kapten Tionghoa bernama Oie Tjhie. Saat ini, kelenteng Jin De Yuan dapat dikunjungi oleh para wisatawan, namun pengunjung diharapkan mengikuti peraturan yang berlaku karena kelenteng ini juga digunakan sebagai tempat ibadah umat Budha.

Selain kelenteng Jin De Yuan, Kota Tua juga merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Terletak di Jl. Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Kota Tua memiliki sejumlah landmark historis yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya adalah Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Toko Merah.

Selain menikmati keindahan bangunan-bangunan bersejarah, pengunjung juga dapat menikmati kulineran di Kota Tua. Ada beberapa kafe terkenal di Kota Tua seperti Cafe Batavia dan Cafe Gazebo, yang menawarkan suasana yang vintage dan makanan yang lezat. Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi jajanan lokal yang dijajakan di pinggir jalan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor.

Gedung Chandra Naya adalah salah satu tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Gedung ini terletak di dalam hotel Novotel Gajah Mada dan dulunya adalah rumah milik mayor China bernama Khouw Kim An. Khouw Kim An adalah seorang pemimpin masyarakat Tionghoa yang sangat berpengaruh di era pemerintahan Hindia-Belanda.

Meskipun pengunjung dapat mengunjungi Gedung Chandra Naya tanpa dikenakan biaya, namun pengunjung tidak diperkenankan untuk berswafoto atau memotret interior rumah tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dan keberlanjutan dari Gedung Chandra Naya sebagai cagar budaya.

Museum Bahari adalah tempat wisata di Jakarta yang menawarkan pengalaman berwisata sejarah maritim. Museum ini berusia lebih dari 300 tahun dan dulunya merupakan bangunan bekas komplek gudang untuk menyimpan pala, tembakau, kopra, lada, dan berbagai rempah lainnya. Salah satu koleksi yang dapat dilihat di Museum Bahari adalah model kapal-kapal milik Belanda lengkap dengan meriamnya.

Pengunjung dapat menjadi saksi dari kejayaan pertahanan maritim Nusantara di masa lalu. Selain itu, sebagian galangan kapal di Museum Bahari juga telah dialihfungsikan menjadi tempat makan dan minum seperti café dan restoran.

Baca Juga:  Menyusui Saat Berpuasa

Kampung Betawi Setu Babakan adalah tempat wisata di Jakarta yang menghadirkan keunikan budaya Betawi tempo dulu. Pengunjung dapat mengunjungi museum Betawi yang akan membawa mereka melihat Betawi tempo dulu. Selain itu, pengunjung juga dapat berkeliling kampung Setu Babakan sambil mencicipi makanan khas Betawi seperti kerak telor, nasi ulam, pecak, dan jajanan lainnya.

Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba membuat sendiri berbagai penganan Betawi seperti dodol, akar kelapa, dan bir pletok. Setiap hari Minggu, di Kampung Setu Babakan rutin digelar acara kesenian Betawi seperti tari-tarian, musik, bela diri, dan komedi yang dipentaskan di amfiteater.

Kampung Tugu merupakan kawasan kampung Betawi keturunan Portugis yang memeluk agama Kristen Protestan. Konon kabarnya, penghuni Kampung Tugu sudah ada lebih dulu daripada suku Betawi itu sendiri. Di Kampung Tugu, pengunjung dapat menemukan berbagai ragam budaya seperti tradisi Rabo-rabo dan musik keroncong.

Selain itu, di Kampung Tugu juga terdapat aneka kuliner khas Betawi seperti ketan unti gula merah, pisang udang, apem kinca, dan pindang serani. Pengunjung dapat menikmati keunikan budaya dan kuliner khas Betawi di Kampung Tugu.

Museum Taman Prasasti adalah tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Awalnya, tempat ini adalah pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober dan memiliki luas 5,5 hektar. Pada tahun 1977, tempat ini dijadikan museum dan dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu.

Sayangnya, karena perkembangan kota, luas museum ini kini menyusut hingga tinggal 1,3 hektar saja. Meskipun demikian, Museum Taman Prasasti tetap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi para penggemar sejarah.

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-5 Masehi dan menjadi saksi bisu dari kisah panjang kota Jakarta dari masa Kerajaan Tarumanegara hingga masa sekarang.

Di Pelabuhan Sunda Kelapa, pengunjung dapat melihat kapal-kapal kayu sedang bersandar dengan sistem tumpang sirih yang hanya ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas utama di pelabuhan ini adalah bongkar muat barang. Kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah model Pinisi Lambo.

Selain melihat kapal-kapal yang sedang bersandar, pengunjung juga dapat naik perahu dengan membayar Rp 50 ribu per orang dan melihat-lihat panorama Sunda Kelapa yang memesona.

Gedung Arsip Nasional adalah tempat wisata di Jakarta yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Gedung ini dibangun oleh Reiner de Klerk ketika menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC. Setelah sempat berpindah kepemilikan beberapa kali, pada tahun 1925 gedung ini dipugar oleh Johannes Rach, seorang perwira artileri berkebangsaan Denmark.

Baca Juga:  7 Mainan Bayi 7 Bulan yang Seru dan Edukatif

Setelah proklamasi kemerdekaan, gedung ini menjadi Arsip Nasional. Pada tahun 1995, Ratu Beatrix menandatangani memorandum untuk memugar bangunan bersejarah ini. Setelah pemugaran selesai pada awal tahun 1998, Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia difungsikan sebagai museum dan ruang pamer.

Pengunjung, terutama yang memiliki minat di bidang rancang bangun, akan terkagum-kagum dengan detail hiasan ukiran yang ada di gedung ini. Selain itu, terdapat juga hiasan dinding berupa “ubin sepia” buatan tahun 1761 yang diimpor langsung dari Rotterdam.

Pecinan Glodok adalah tempat wisata di Jakarta yang menghadirkan suasana China town atau pecinan Jakarta. Di Pecinan Glodok, pengunjung dapat mengelilingi bangunan-bangunan dengan bentuk aslinya yang masih dipertahankan.

Selama berkeliling di Pecinan Glodok, pengunjung akan merasakan sensasi kembali ke masa lampau. Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai kelenteng dan vihara yang ada di Pecinan Glodok. Selain itu, pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas China town dan pecinan Jakarta.

Wisata Kuliner

Bagi Bunda yang hobi wisata kuliner, Jakarta juga menawarkan berbagai tempat wisata kuliner yang menarik. Berikut adalah 10 tempat wisata kuliner di Jakarta yang bisa Bunda kunjungi.

1. Pasar Santa

Pasar Santa adalah tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman. Di Pasar Santa, Bunda dapat menemukan berbagai macam kuliner seperti sushi, bakso, martabak, es krim, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Santa juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang unik dan vintage.

2. Jalan Sabang

Jalan Sabang adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jakarta yang terkenal dengan aneka makanan khas Indonesia. Di Jalan Sabang, Bunda dapat menemukan berbagai jenis makanan seperti nasi goreng, sate, mie ayam, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Jalan Sabang juga terdapat beberapa kafe dan restoran yang menawarkan makanan dan minuman yang lezat.

3. Pasar Baru

Pasar Baru adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan aneka makanan khas Tionghoa. Di Pasar Baru, Bunda dapat menemukan berbagai jenis makanan seperti bakpao, bakmi, lumpia, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Baru juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan tekstil.

4. Pasar Santa Modern Market

Pasar Santa Modern Market adalah tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman yang unik dan kreatif. Di Pasar Santa Modern Market, Bunda dapat menemukan makanan dan minuman seperti kopi susu, burger, pizza, dan lain-lain. Selain itu, di Pasar Santa Modern Market juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan aksesoris.

Baca Juga:  5 Tips Ajak si Kecil Nonton Film di Bioskop

5. Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jakarta yang terkenal dengan aneka makanan khas Betawi. Di Pasar Tanah Abang, Bunda dapat menemukan makanan seperti nasi uduk, soto Betawi, ketoprak, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Tanah Abang juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan tekstil.

6. Pasar Mayestik

Pasar Mayestik adalah tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan berbagai jenis makanan khas Indonesia. Di Pasar Mayestik, Bunda dapat menemukan makanan seperti nasi goreng, sate, mie ayam, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Mayestik juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan tekstil.

7. Pasar Pagi Mangga Dua

Pasar Pagi Mangga Dua adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jakarta yang terkenal dengan aneka makanan khas Tionghoa. Di Pasar Pagi Mangga Dua, Bunda dapat menemukan makanan seperti bakpao, bakmi, lumpia, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Pagi Mangga Dua juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan elektronik.

8. Pasar Seni Ancol

Pasar Seni Ancol adalah tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman. Di Pasar Seni Ancol, Bunda dapat menemukan makanan seperti sate, nasi goreng, bakso, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Seni Ancol juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang seni dan kerajinan tangan.

9. Pasar Santa Square

Pasar Santa Square adalah tempat wisata kuliner di Jakarta yang menawarkan aneka makanan dan minuman yang unik dan kreatif. Di Pasar Santa Square, Bunda dapat menemukan makanan dan minuman seperti kopi susu, burger, pizza, dan lain-lain. Selain itu, di Pasar Santa Square juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan aksesoris.

10. Pasar Benhil

Pasar Benhil adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jakarta yang terkenal dengan aneka makanan khas Betawi. Di Pasar Benhil, Bunda dapat menemukan makanan seperti nasi uduk, soto Betawi, ketoprak, dan masih banyak lagi. Selain itu, di Pasar Benhil juga terdapat beberapa toko yang menjual barang-barang fashion dan aksesoris.

Itulah beberapa tempat wisata di Jakarta yang bisa Bunda kunjungi bersama keluarga. Dari wisata budaya seperti Kelenteng Jin De Yuan dan Kota Tua, hingga wisata kuliner seperti Pasar Santa dan Jalan Sabang, Jakarta menawarkan berbagai pilihan tempat wisata yang menarik. Jadi, jangan ragu untuk menghabiskan waktu liburan Anda di Jakarta dan menjelajahi keindahan dan keunikan kota ini.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com