3 Mainan Tradisional untuk Stimulasi Motorik Si Kecil

3 Mainan Tradisional untuk Stimulasi Motorik Si Kecil

Mainan tradisional memang menyenangkan, bahkan dapat membantu menstimulasi motorik si Kecil. Mainan-mainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kemampuan motorik dan keterampilan lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga mainan tradisional yang dapat merangsang perkembangan motorik si Kecil.

Congklak

Congklak adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh dua orang. Permainan ini memiliki berbagai sebutan di setiap daerah, seperti dakon di Jawa atau dentuman lamban di Lampung. Untuk bermain congklak, Anda membutuhkan papan congklak yang memiliki 14 lubang kecil dan dua lubang besar di ujung kiri dan kanan. Selain itu, Anda juga membutuhkan biji congklak atau batu-batu kecil.

Cara bermain congklak cukup sederhana. Pertama, ajak si Kecil untuk mengisi setiap lubang kecil dengan tujuh biji congklak. Kemudian, minta si Kecil untuk memilih siapa yang akan bermain pertama kali. Setelah itu, pemain pertama mengambil semua biji dari lubang pertama dan membagikannya satu per satu ke lubang lainnya, dimulai dari lubang sebelah kanannya.

Jika biji terakhir dari genggaman si Kecil jatuh di lubang yang penuh biji, maka si Kecil berhak untuk melanjutkan gilirannya dengan membagikan biji di lubang baru tersebut. Namun, jika biji terakhir jatuh di lubang kosong, giliran si Kecil berakhir. Jika biji terakhir jatuh di lubang terbesar miliknya, si Kecil mendapatkan kesempatan khusus untuk memilih lubang kecil di sebelah lubang besar tersebut.

Permainan congklak berakhir ketika salah satu pemain tidak memiliki biji yang dapat diambil lagi. Pemain tersebut adalah pemenangnya. Melalui permainan ini, si Kecil dapat belajar berhitung, melatih kesabaran, serta mengembangkan kemampuannya dalam menganalisis situasi.

Baca Juga:  Sekoteng Susu Jahe

Bola Bekel

Bola bekel adalah permainan tradisional yang biasanya dimainkan oleh anak perempuan dengan jumlah pemain antara tiga hingga lima orang. Anda membutuhkan bola karet berukuran sebesar bola pingpong dengan motif menarik, serta biji bekel yang terbuat dari kuningan dan memiliki empat sisi yang berbeda.

Cara bermain bola bekel cukup mudah. Pada level pertama, genggam bola dan biji bekel menjadi satu dan lemparkan setinggi kurang lebih 30 cm. Setelah bola turun dan memantul, lepas biji bekel dalam posisi acak. Kemudian, lemparkan kembali bola dan ambil biji bekel satu per satu, dua-dua, tiga-tiga, dan seterusnya hingga habis.

Pada level kedua, ulangi tahap pertama dan balikkan posisi biji bekel hingga menghadap ke atas. Setelah itu, balik posisi biji menjadi tengkurap. Pada level ketiga, ubah kembali posisi biji bekel dan ulangi tahap pertama. Kali ini, ubah posisi biji bekel hingga sisi yang halus menghadap ke atas. Pada level terakhir, ubah kembali posisi hingga sisi yang halus menghadap ke bawah.

Permainan bola bekel berakhir ketika tangan pemain menyentuh biji bekel selain yang sedang diambil. Pemain yang lebih dulu menyelesaikan permainan adalah pemenangnya. Melalui permainan ini, si Kecil dapat melatih gerak motorik dan keterampilannya dalam mengatur ritme antara waktu pemantulan bola dan mengambil atau membetulkan biji bekel.

Gasing

Gasing adalah jenis permainan tradisional yang berasal dari Sumatra Selatan. Gasing terbuat dari kayu dengan tali sebagai pengikat dan pelempar. Permainan ini biasanya diikuti oleh dua atau lebih pemain dan dimainkan di luar ruangan dengan permukaan tanah yang rata.

Sebelum memulai permainan, Anda perlu menyiapkan satu buah gasing yang terbuat dari kayu dan benang gasing dari nilon untuk setiap pemain. Cara bermain gasing cukup sederhana. Minta si Kecil untuk memegang gasing menggunakan satu tangan dan tangan lainnya memegang tali pengikat. Lilitkan tali mulai dari bagian kaki hingga badan gasing dengan cara memutarnya.

Baca Juga:  6 Hal yang Perlu Diketahui Para Orang Tua tentang Aplikasi Sarahah

Selanjutnya, minta si Kecil untuk melempar gasing pada hitungan ketiga sambil menarik tali pengikatnya. Setelah dilempar, gasing akan berputar untuk beberapa saat hingga akhirnya putarannya semakin pelan dan jatuh. Pemain yang gasingnya berputar lebih lama adalah pemenangnya.

Melalui permainan gasing, si Kecil dapat melatih gerak motorik halus, kesabaran, serta memahami hukum keseimbangan. Melalui permainan ini, si Kecil juga dapat belajar bermain secara sportif dengan teman-temannya.

Mainan tradisional seperti congklak, bola bekel, dan gasing tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan motorik si Kecil. Dengan bermain mainan tradisional ini, si Kecil dapat melatih keterampilan motoriknya, melatih kesabaran, mengasah kemampuan berhitung, serta mengembangkan kemampuan analisis dan kreativitas.

Sebagai orang tua, Anda dapat mengajak si Kecil bermain mainan tradisional ini untuk mengisi waktu bersama dan memberikan stimulasi yang bermanfaat bagi perkembangannya. Selain itu, bermain mainan tradisional juga merupakan cara yang baik untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal. Jadi, jangan ragu untuk menghidupkan kembali mainan tradisional ini dan membawanya ke dalam kehidupan sehari-hari si Kecil.

Apakah Anda siap untuk bermain bersama si Kecil? Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar tumbuh kembang si Kecil, Anda dapat mencari informasi lebih lanjut di laman Tanya Pakar. Di sana, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan ahli dan mendapatkan jawaban yang Anda butuhkan. Jangan lupa untuk mendaftar terlebih dahulu agar dapat menggunakan fitur ini.

Mainan tradisional adalah salah satu cara yang efektif untuk merangsang motorik si Kecil. Dengan bermain congklak, bola bekel, dan gasing, si Kecil dapat mengembangkan keterampilan motoriknya secara menyenangkan. Jadi, jangan ragu untuk mencoba mainan tradisional ini bersama si Kecil dan beri mereka pengalaman bermain yang berharga.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com