Berapa Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir? Ini Indikatornya

Berapa Banyak Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir?

Kebutuhan ASI bayi baru lahir umumnya masih sedikit. Ketahui takaran dan indikatornya berikut ini, yuk Bu!

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber asupan nutrisi utama yang diperlukan oleh bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Kebutuhan ASI bayi baru lahir sebenarnya berbeda-beda. Akan tetapi, bayi baru lahir pada umumnya hanya membutuhkan ASI dalam jumlah sedikit.

Jika bayi Bunda hanya mengonsumsi ASI sedikit ketika baru dilahirkan, jangan merasa khawatir karena itu merupakan hal yang wajar. Jumlah ASI yang dibutuhkan oleh bayi nantinya akan terus bertambah dalam beberapa hari pertama pasca kelahirannya.

Seberapa Banyak Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir?

Bunda perlu memahami bahwa seberapa banyak dan seberapa sering bayi baru lahir menyusu akan tergantung pada kebutuhan mereka. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, bayi yang baru lahir kemungkinan akan membutuhkan ASI setiap 1 hingga 3 jam sekali.

Bayi yang baru lahir memiliki perut yang hanya seukuran kacang hazel. Jadi, ibu tidak perlu terburu-buru memberikan ASI dalam jumlah yang banyak. Pasalnya, kebutuhan ASI bayi baru lahir ada batasannya dan tidak boleh berlebihan.

Kebutuhan ASI bayi baru lahir dalam sehari pada minggu pertama juga berbeda-beda setiap harinya. Sebagai gambaran, berikut jumlah ideal ASI yang bisa dikonsumsi oleh si Kecil yang baru saja lahir:

Hari ke-1 (0 – 24 jam) membutuhkan ASI sebanyak 7 ml atau lebih dari 1 sendok teh.
Hari ke-2 (24 – 48 jam) membutuhkan ASI sebanyak 14 ml atau kurang dari 3 sendok teh.
Hari ke-3 (48 -72 jam) membutuhkan ASI sebanyak 38 ml atau lebih dari 2 sendok makan.
Hari ke-4 (72 – 96 jam) membutuhkan ASI sebanyak 58 ml atau lebih dari 3 sendok makan.
Hari ke-7 (144 – 168 jam) membutuhkan ASI sebanyak 65 ml atau lebih dari 3,5 sendok makan.

Baca Juga:  Ketahui Standar Berat Ideal Bayi dengan ASI Eksklusif

Kebutuhan ASI bayi baru lahir dalam sehari ternyata hanya sedikit, ya Bu. Bila ASI Bunda masih belum banyak, tidak perlu khawatir karena yang terpenting si Kecil tetap mau menyusu dan kenyang setelah menyusu.

Penting bagi Bunda untuk menyusui sesegera mungkin setelah bayi dilahirkan. Sebab, jika tak segera dibiasakan akan membuat bayi kesulitan untuk berlatih mengisap payudara. Bayi baru lahir umumnya memerlukan waktu sekitar 10-20 menit untuk menyusu pada satu atau kedua payudara. Ketika bayi telah terampil dalam menyusu, waktu yang dibutuhkan tiap kali menyusu hanya sekitar 5-10 menit.

Indikator Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir

Setelah mengetahui berapa kebutuhan ASI bayi baru lahir yang harus dipenuhi setiap harinya, Bunda juga perlu mengetahui indikator apa yang dipakai untuk mengetahui takarannya. Bayi yang baru lahir memang hanya mengonsumsi sedikit ASI, namun jumlahnya akan naik setiap harinya.

Kebutuhan ASI bayi baru lahir bisa dilihat dari berat badannya. Caranya dengan membagi berat badan bayi dalam ons dengan angka 6. Misalnya, si Kecil memiliki berat badan 126 ons. Maka jumlah ASI yang harus Bunda penuhi adalah 22 ons untuk satu hari.

Jika ingin mengetahui kebutuhan ASI bayi baru lahir dalam satuan mililiter, Bunda tinggal kalikan hasilnya dengan angka 29,57. Berdasarkan perhitungan, 21 ons ASI yang dibutuhkan oleh si Kecil setara dengan 620,97 ml ASI.

Tanda si Kecil Mendapatkan Asupan ASI yang Cukup

Apabila kebutuhan ASI bayi baru lahir tercukupi, si Kecil akan menunjukkan beberapa gelagat yang harus Bunda pahami berikut ini:

Melepaskan mulutnya dari payudara Bunda.
Muncul bunyi menelan saat sedang menyusu.
Tidak rewel setelah selesai menyusu.
Payudara ibu lebih lunak karena ASI sudah terkuras.
Si Kecil akan buang air kecil tiap beberapa jam sekali.
Fesesnya akan berwarna kekuningan dan bertekstur lembut.

Baca Juga:  3 Permainan dari Kapas yang Bermanfaat Bagi Anak

Bunda tidak perlu cemas jika produksi ASI masih sedikit. Asalkan si Kecil memperlihatkan tanda-tanda tersebut, maka kebutuhan ASI bayi baru lahir sudah terpenuhi dengan baik.

Manfaat ASI untuk Bayi Baru Lahir

Menyusui sangat penting untuk Bunda lakukan karena dapat mendukung tumbuh kembang yang optimal untuk si Kecil. Berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO), idealnya bayi harus disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya.

Selain memenuhi kebutuhan ASI bayi baru lahir, pemberian ASI eksklusif dari si Kecil baru lahir hingga menginjak usia 6 bulan ternyata memiliki sejumlah manfaat yang tak kalah pentingnya. Berikut beberapa manfaat ASI untuk bayi yang perlu diketahui:

Membantu proses perkembangan fisik dan otak bayi.
Kandungan gizi dari ASI eksklusif mampu membantu dan menunjang proses perkembangan untuk fisik dan otak bayi. Sebab, pada usia 0-6 bulan si Kecil sama sekali tidak diizinkan untuk mengonsumsi asupan nutrisi apapun diluar ASI atau susu pendamping ASI. Maka dari itu, selama 6 bulan pertama tentu saja ASI yang Bunda berikan untuk si Kecil akan berdampak besar pada pertumbuhan fisik dan pikirannya dalam beberapa bulan ke depan.

Membantu untuk Mencegah Terserang Penyakit Tertentu.
Pemberian ASI eksklusif yang Bunda lakukan selama 6 bulan pertama rupanya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil, sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit yang mengancam kesehatan si Kecil.

Mencegah terjadinya stunting.
Stunting menjadi salah satu permasalahan yang kerap dikeluhkan. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Hal ini terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Pemberian ASI eksklusif di samping untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi baru lahir juga bisa membantu mencegah stunting.

Baca Juga:  Membuat Roti Sourdough: Nggak Susah, Tapi Butuh Kesabaran

Itulah informasi mengenai kebutuhan ASI bayi baru lahir yang perlu Bunda ketahui agar si Kecil yang baru lahir bisa mendapatkan nutrisi yang optimal. Guna meningkatkan kualitas ASI, Bunda harus memerhatikan asupan nutrisi selama masa menyusui.

Pastikan Bunda selalu mengonsumsi makanan sehat 5 sempurna mulai dari buah, sayur, dan sumber protein. Asupan nutrisi penting untuk kesehatan Bunda serta pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Agar ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan 500 kalori tambahan setiap harinya (AKG 2019) begitu juga tambahan nutrisi penting lainnya. Selain dari makanan, Bunda juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial – protein penting dalam bentuk siap diserap oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang si Kecil serta menjaga kesehatan ibu) dan 9 nutrisi penting lainnya seperti tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, sumber serat pangan inulin, tinggi vitamin C, sumber protein, tinggi kalsium, dan tinggi seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa menyusui.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com