3 Faktor Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya

3 Faktor Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya

I. Pendahuluan

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan bahkan hingga 2 tahun. Namun, terkadang realita tidak seindah rencana. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh ibu menyusui adalah ASI yang berkurang. ASI yang berkurang bisa menjadi masalah serius karena dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui penyebab ASI berkurang dan cara mengatasinya.

II. Ciri-Ciri ASI Berkurang

Sebelum membahas penyebabnya, penting bagi ibu untuk mengetahui ciri-ciri ASI berkurang. Hal ini penting agar ibu dapat memastikan apakah ASI benar-benar berkurang atau hanya teknik menyusui yang kurang tepat. Berikut adalah beberapa ciri-ciri ASI berkurang:

1. Bayi mengalami frekuensi buang air kecil yang kurang dari 6 kali per hari.
2. Urin bayi berwarna merah bata pada popok dan mekonium atau feses bayi yang berwarna hijau kecoklatan/kekuningan masih keluar setelah bayi berusia di atas 5 hari.
3. Berat badan bayi turun sebanyak 7% dari berat awal dalam kurun waktu 72 jam.

III. Faktor Penyebab ASI Berkurang

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ASI berkurang. Berikut adalah beberapa faktor penyebab ASI berkurang:

1. Faktor teknik menyusui
Salah satu faktor utama penyebab ASI berkurang adalah teknik menyusui yang kurang tepat. Jika teknik menyusui tidak benar, bayi tidak dapat menghisap susu dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memperhatikan posisi dan pelekatan bayi pada puting. Selain itu, frekuensi menyusui yang kurang juga dapat menyebabkan ASI berkurang.

2. Faktor psikologis
Faktor psikologis juga dapat menjadi penyebab ASI berkurang. Saat menyusui, ibu seringkali lupa dengan kebutuhan dan kenyamanan dirinya sendiri. Dukungan dari keluarga, terutama suami, sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan emosional ibu saat menyusui.

Baca Juga:  Millennia World School: Memanusiakan Anak, dengan Pendekatan Validasi Emosi

3. Faktor fisik
Kebutuhan fisik juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak cukup dapat menyebabkan tubuh ibu terasa lemas dan tidak bertenaga. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menjaga pola makan yang seimbang dan memperhatikan asupan nutrisi.

IV. Cara Mengatasi ASI Berkurang

Meskipun terdapat beberapa faktor penyebab ASI berkurang, ibu tidak perlu khawatir. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ASI berkurang. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Menjaga frekuensi menyusui
Menjaga frekuensi menyusui yang baik sangat penting untuk mempertahankan produksi ASI. Bunda disarankan untuk menyusui setiap 2 jam sekali dengan durasi 10-15 menit di setiap sisi payudara. Jika payudara terasa penuh, ibu juga dapat menggunakan teknik memompa agar payudara kembali kosong.

2. Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup sangat penting bagi ibu yang sedang menyusui. Bunda disarankan untuk meminta bantuan saat merasa kelelahan dan mengajak suami atau keluarga untuk bergantian menjaga bayi. Selain itu, ibu juga harus mencuri waktu untuk istirahat dan melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk dirinya sendiri.

3. Penuhi gizi yang seimbang
Gizi yang seimbang sangat penting untuk menjaga produksi ASI. Bunda disarankan untuk menjaga pola makan yang seimbang dan memperhatikan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini akan membantu tubuh ibu tetap bertenaga dan memproduksi ASI yang cukup.

V. Jenis-Jenis ASI

Selain itu, penting juga untuk mengetahui jenis-jenis ASI. Terdapat beberapa jenis ASI yang dapat diproduksi oleh ibu. Berikut adalah beberapa jenis ASI yang perlu diketahui:

1. Kolostrum
Kolostrum adalah cairan pertama yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara setelah melahirkan. Kolostrum memiliki protein yang tinggi dan sangat penting bagi bayi dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran.

Baca Juga:  Sahabat Kaki Saat Hamil

2. ASI transisi
ASI transisi merupakan jenis ASI yang keluar setelah produksi kolostrum habis. ASI ini memiliki perubahan warna dan kandungan yang lebih lengkap dibandingkan kolostrum.

3. ASI matang
ASI matang merupakan jenis ASI yang diproduksi setelah bayi berusia sekitar 2 minggu. ASI matang terdiri dari foremilk dan hindmilk, yang memiliki perbedaan warna dan kandungan nutrisi.

VI. Penutup

Dalam menjalani proses menyusui, ibu perlu memahami faktor-faktor penyebab ASI berkurang dan cara mengatasinya. Dengan mengetahui penyebab ASI berkurang, ibu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga produksi ASI. Selain itu, ibu juga perlu memperhatikan jenis-jenis ASI yang diproduksi oleh tubuhnya. Dengan memahami jenis-jenis ASI, ibu dapat memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup selama masa menyusui. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi ibu-ibu yang sedang menghadapi masalah ASI berkurang.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com