10 Alasan yang Membuat Saya Kagum pada Guru


Setelah menjalani belajar dari rumah nyaris tiga bulan, melihat dan menemani anak belajar, saya merasa ingin memberikan apresiasi dan virtual hugs kepada para guru yang telah bekerja keras dalam mengajar anak-anak selama masa pandemi ini. Awalnya, saya merasa kesal dengan wali kelas anak saya karena adanya kisi-kisi materi ulangan yang muncul secara mendadak. Namun, setelah melihat dan menemani anak belajar, saya menjadi takjub dengan dedikasi dan kemampuan guru-guru ini.

Pertama-tama, saya takjub dengan kemampuan guru dalam mengajar 20 anak murid dalam satu waktu bersamaan. Ketika saya hanya mengajar satu anak saja, saya merasa sulit untuk menjaga konsentrasi dan fokus anak. Bayangkan, guru harus mengajar 20 anak dengan usia yang sama namun memiliki perilaku yang berbeda-beda. Mereka harus mampu mengatur dan mengajar anak-anak ini di dalam satu ruangan. Sungguh luar biasa.

Selain itu, saya juga takjub dengan kesabaran para guru dalam menghadapi tingkah laku anak yang seringkali sulit diatasi. Meskipun hanya mengajar satu anak, saya sering kali mendengar berbagai alasan dari anak saya untuk menunda mengerjakan tugas. Bayangkan saja, guru harus menghadapi tingkah laku puluhan anak dalam satu kelas. Mereka harus sabar dan bijaksana dalam menangani setiap permasalahan yang muncul.

Tak hanya itu, saya juga takjub dengan kemampuan guru dalam membuat anak-anak tetap fokus belajar berjam-jam. Saya sendiri sudah merasakan sulitnya menjaga konsentrasi anak selama tiga jam, apalagi jika harus mengajar dua anak sekaligus. Setiap 15 menit, ada saja yang membuat mereka kehilangan fokus. Namun, guru mampu menghadapi tantangan ini dan membuat anak-anak tetap fokus belajar.

Selanjutnya, saya tak bisa menahan tawa ketika memikirkan bagaimana guru harus menghadapi ocehan para orang tua. Saya sendiri sudah merasakan kesal ketika orang tua anak-anak mengkritik cara saya mengajar anak. Bayangkan saja, guru harus menghadapi berbagai tingkat keganasan dari para orang tua. Sungguh, saya ingin memberikan puk-puk virtual sebagai bentuk apresiasi.

Baca Juga:  Persiapan Optimal Sebelum Operasi Caesar

Tak hanya itu, saya juga terkesan dengan kemampuan guru dalam mengingat setiap anak muridnya. Meskipun belasan hingga puluhan tahun berlalu, guru masih mampu mengingat anak-anaknya. Saya sendiri merasakan hal ini ketika guru-guru sekolah saya masih ingat saya dan bahkan menjadi teman di Facebook. Sungguh, kehadiran mereka dalam hidup saya memberikan kebahagiaan tersendiri.

Selanjutnya, saya juga takjub dengan kemampuan guru dalam memahami soal-soal di mata pelajaran yang sulit. Saya sendiri mengakui bahwa saya lemah dalam beberapa mata pelajaran, terutama matematika. Oleh karena itu, saya serahkan pembelajaran ini kepada guru les yang lebih berpengalaman. Mereka mampu menjelaskan dengan jelas dan membuat saya lebih memahami soal-soal yang sulit.

Tak hanya itu, saya juga menghargai kemampuan guru dalam mengajar berjam-jam setiap harinya. Meskipun itu adalah tugas mereka, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika saya yang harus melakukan hal tersebut. Mengajar berjam-jam setiap harinya tentu membutuhkan energi dan dedikasi yang tinggi.

Selanjutnya, saya tak bisa menahan senyum ketika memikirkan bagaimana guru tetap tersenyum manis ketika mendengarkan curhat orang tua pada saat pembagian raport. Meskipun banyak orang tua lain yang sudah antre menunggu, guru tetap memberikan perhatian penuh dan mendengarkan curhat orang tua dengan sabar. Sungguh, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Terakhir, saya menghargai sikap pembelajar seumur hidup yang dimiliki oleh para guru. Menjadi guru berarti menjadi orang yang terus belajar dan mengikuti perkembangan dunia. Mereka harus terus memperbaharui ilmu dan pengetahuan agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah, terlebih jika dipadukan dengan penghasilan yang tidak selalu mencukupi.

Baca Juga:  Direktori Yayasan Baby Sitter dan PRT Infal

Dari semua hal ini, saya semakin menyadari pentingnya peran guru dalam pendidikan anak-anak. Mereka adalah sosok yang berperan besar dalam membentuk generasi masa depan. Keberadaan mereka sangat berarti bagi perkembangan anak-anak dan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru yang telah memberikan dedikasi dan pengorbanan dalam mengajar anak-anak di masa pandemi ini.

Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengajak semua orang tua dan masyarakat untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada para guru. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja di balik layar untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mari kita sama-sama menghargai dan mendukung mereka dalam melaksanakan tugas mulia ini.

Sebagai orang tua, saya berkomitmen untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan para guru dalam mendidik anak-anak. Saya akan terus berperan aktif dalam proses pembelajaran anak, baik di rumah maupun di sekolah. Saya akan selalu memberikan apresiasi dan dukungan kepada para guru dalam setiap langkah mereka.

Sebagai penutup, mari kita bersama-sama menjaga semangat dan keberlanjutan pendidikan di masa pandemi ini. Mari kita terus mendukung para guru dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Terima kasih kepada para guru atas dedikasi dan pengorbanannya. Semoga kebaikan dan keberkahan selalu menyertai kita semua. Aamiin.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com