Rike Dhamayanti, “Bibit Iqbaal romantis sudah ada dari dulu, walau bukan seperti Dilan.”

Semua berawal dari kebiasaan baik dalam keluarga

Karakter Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan yang terkenal romantis dalam film Dilan 1990 tidak terbentuk begitu saja. Ada faktor dari keluarga dan lingkungan sekitarnya yang ikut membentuk kepribadiannya yang kini menjadi idola banyak remaja. Iqbaal merupakan sosok yang terinspirasi dari sosok Dilan dalam film, dan ini tidak lepas dari pengaruh orangtua dan lingkungan keluarganya.

Bunda Rike, ibunda Iqbaal, mengungkapkan bahwa sejak Iqbaal kecil, mereka sudah memiliki kebiasaan baik dalam keluarga yang membantu membentuk karakter Iqbaal. Salah satunya adalah ritual malam sederhana yang dilakukan oleh Bunda Rike dan Iqbaal sebelum tidur. Mereka membaca buku cerita dan berbincang-bincang, sehingga Iqbaal memiliki waktu yang berkualitas dengan ibunya dan mendapatkan pelajaran berharga dalam kehidupan.

Bunda Rike juga mengingatkan bahwa saat Iqbaal kecil, keluarganya sering pindah tempat tinggal karena pekerjaan sang ayah. Namun, hal ini justru membawa keuntungan bagi keluarga tersebut. Saat tinggal di daerah yang jauh dari kemacetan dan hiruk pikuk perkotaan, waktu keluarga mereka menjadi lebih banyak dan berkualitas. Bunda Rike mempunyai aturan di malam hari, bahwa setelah jam 6 sore, mereka semua harus masuk ke kamar masing-masing untuk belajar. Bunda Rike dan ayahnya Iqbaal juga selalu ada di kamar yang sama dengan anak-anak mereka, sehingga mereka bisa saling mendampingi dalam belajar.

Bunda Rike juga mengakui bahwa saat Iqbaal masih kecil, mereka tidak memiliki televisi di rumah. Ayahnya Iqbaal hanya membaca koran sambil tidur-tiduran, sementara Iqbaal diberikan buku mewarnai untuk mengisi waktunya. Meskipun mungkin terlihat sederhana, hal ini membantu Iqbaal untuk tetap fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan mengembangkan minatnya dalam membaca buku cerita.

Baca Juga:  Cemas Jelang Lahiran? Yuk, Ikuti 5 Tips Ini

Dukungan maksimal orangtua, membawa Iqbaal sampai ke titik sekarang

Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan memulai karirnya di dunia hiburan tanpa rencana yang pasti. Ia mengikuti audisi ajang pencarian bakat, Idola Cilik, namun tidak berhasil. Namun, Iqbaal tidak patah semangat dan terus mencoba. Hal ini tidak lepas dari dukungan maksimal yang diberikan oleh orangtuanya. Bunda Rike dan ayahnya Iqbaal selalu menyemangati dan mendukung Iqbaal dalam segala hal yang ia lakukan.

Bunda Rike mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah marah atau menyalahkan Iqbaal jika ia belum berhasil mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Mereka selalu mendukung dan memberikan semangat kepada Iqbaal, serta menanamkan nilai-nilai yang penting seperti tidak mudah putus asa dan pantang menyerah.

Selain dukungan dari orangtua, Iqbaal juga mendapatkan dukungan dari tim manajemen Coboy Junior (CJR), grup musik yang ia ikuti. Tim manajemen dan orangtua Iqbaal memiliki komitmen untuk tidak mengambil pekerjaan saat Iqbaal masih bersekolah. Meskipun hal ini membuat Iqbaal lebih capek karena harus bekerja di sela-sela jam sekolah, namun ia tetap fokus pada urusan sekolah dan mengedepankan pendidikan sebagai prioritas utama.

Karier boleh jalan, tapi sekolah tetap yang utama

Bunda Rike sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi Iqbaal. Ia mengingatkan Iqbaal bahwa meskipun karier di dunia hiburan sedang berjalan dengan baik, sekolah tetap harus menjadi yang utama. Selama Iqbaal masih bersekolah, Bunda Rike menekankan bahwa ia harus tetap fokus pada pembelajaran di sekolah dan jika ada pelajaran yang belum dimengerti, ia harus bertanya kepada guru sampai tuntas.

Bunda Rike juga mengakui bahwa seimbangnya karier dan kegiatan akademis Iqbaal tidak lepas dari dukungan tim manajemen CJR. Mereka memiliki komitmen untuk tidak mengambil pekerjaan saat masih jam sekolah. Meskipun hal ini membuat Iqbaal lelah karena harus bekerja di sela-sela jam sekolah, namun ia tetap fokus pada urusan sekolah dan mengedepankan pendidikan sebagai prioritas utama.

Baca Juga:  Memahami Peer Pressure pada Balita dan Penyebabnya

Bunda Rike juga menekankan pentingnya pantang pulang sebelum mengerti dalam belajar. Ia memberikan analogi dengan pekerja pemadam kebakaran yang tidak boleh pulang sebelum api padam. Begitu pula dengan Iqbaal, ia tidak boleh pulang sebelum benar-benar memahami pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Iqbaal rela meninggalkan zona amannya, untuk menuntut ilmu ke Amerika

Keinginan Iqbaal untuk melanjutkan sekolah di luar negeri tidak datang begitu saja. Ia sudah memiliki keinginan tersebut sejak SMP, setelah mengikuti program homestay di Australia. Namun, Bunda Rike mengira bahwa keinginan tersebut baru akan terjadi ketika Iqbaal kuliah. Namun, ternyata Iqbaal lebih cepat mengambil tindakan.

Sahabat Iqbaal, Omara, sudah lebih dulu bersekolah di luar negeri, tepatnya di UNITED WORLD COLLEGE (UWC), Montezuma, New Mexico, USA. Iqbaal juga tertarik dengan sekolah tersebut dan melakukan riset sendiri tentang program dan persyaratan masuk ke sekolah tersebut. Ia bahkan menyiapkan dokumen keberangkatannya sendiri, dengan bantuan dari Bunda Rike.

Bunda Rike mengungkapkan bahwa beberapa panitia UWC sempat bertanya kepada Iqbaal tentang kesiapannya untuk meninggalkan semuanya di Indonesia. Namun, dengan yakin dan tegas, Iqbaal menjawab bahwa dengan pergi ke luar negeri, ia bisa menjadi diri sendiri dan ia sangat menikmati pengalaman tersebut. Iqbaal juga menyatakan bahwa meskipun ia akan menjalani bidang yang serius sesuai dengan ilmu yang ia dapat di sekolah atau perkuliahan, ia tetap tidak ingin meninggalkan dunia seni, terutama dalam bidang menyanyi.

Selama hampir dua tahun di Amerika, Iqbaal telah menelurkan beberapa lagu. Bunda Rike mengungkapkan bahwa menurutnya, jika Iqbaal menciptakan lagu, itu menandakan bahwa Iqbaal sedang jatuh cinta pada seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa sisi romantis Iqbaal semakin terasah selama ia berada di Amerika.

Baca Juga:  Cara Praktis Menempel Hiasan Dinding

Dalam kesimpulan perbincangan kami, Bunda Rike menggambarkan sosok Iqbaal dengan tiga kata: manis, ngangenin, dan baik hati. Ia merasa bangga dan bersyukur memiliki anak seperti Iqbaal, yang memiliki karakter yang baik dan memiliki semangat untuk terus belajar dan berkembang. Bunda Rike juga berharap agar dukungan dan doa dari penggemar Iqbaal terus mengalir, sehingga Iqbaal dapat terus mengejar mimpi-mimpinya dan menginspirasi banyak orang dengan karya-karyanya.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com