Pantau Milestone Bayi Secara Optimal Dengan 3 MPASI Ini

Pantau Tumbuh Kembang Lewat Posyandu Online

Mengetahui perkembangan atau milestone bayi merupakan langkah yang tepat untuk Bunda lakukan agar memastikan tumbuh kembang bayi secara optimal. Memasuki usia 7 bulan menuju 12 bulan, bayi tidak lagi sepenuhnya berada di dekat Bunda. Hal ini disebabkan oleh adanya perkembangan sosial dan motorik pada bayi yang semakin pesat. Oleh karena itu, Bunda perlu memperhatikan secara lebih tentang perkembangan atau milestone bayi, sehingga bayi tetap memiliki asupan nutrisi yang terjaga demi memproduksi energi untuk waktu bermainnya.

Tanda Milestone Bayi

Sebelum mulai membahas menu MPASI yang tepat dalam mendukung milestone bayi, mari ketahui tanda perkembangan bayi di usia 7 hingga 12 bulan. Dengan memahami tanda tumbuh kembangnya, Bunda juga bisa lebih mudah mempersiapkan stimulasi yang tepat agar si Kecil tumbuh dengan optimal dan ideal.

Umumnya milestone bayi dengan dukungan MPASI perlu Bunda perhatikan di usia 7 hingga 12 bulan. Namun, agar memastikan bayi tumbuh dengan baik, Bunda bisa membaca panduan milestone bayi IDAI. Panduan mengenai milestone bayi IDAI ini menginformasikan milestone bayi 1 bulan hingga 36 bulan.

Milestone Bayi Usia 7 Bulan
Sebagaimana yang Bunda ketahui, milestone bayi merupakan tanda bagi tumbuh kembangnya. Tentu di usia 7 bulan Bunda sudah menemukan perkembangan signifikan pada si Kecil. Memahami milestone bayi di usia ini, umumnya si Kecil sudah bisa mengenal lingkungannya dengan baik. Selain itu, bayi juga sudah mulai mampu mengekspresikan emosinya. Salah satunya adalah rasa cemas jika jauh dari Bunda dan Ayah. Dalam mengatasi situasi tersebut, Bunda bisa dengan perlahan memperkenalkan si Kecil dengan keluarga dalam skala yang lebih besar. Sehingga, si Kecil mengenal siapa saja yang menunjukkan perhatian kepada dirinya.

Milestone Bayi Usia 8 Bulan
Meningkatnya kemampuan sosial si Kecil juga dibarengi dengan adanya perkembangan fisik yang signifikan sebagai bagian dari milestone bayi usia 8 bulan. Di usia ini, kekuatan tulang dan otot bayi semakin meningkat. Hal tersebut membantu si Kecil untuk duduk tegak dan merangkak jauh lebih lama dari biasanya. Bahkan tidak jarang si Kecil sudah mulai ingin belajar berdiri dengan bertumpu pada barang-barang di rumah. Si Kecil juga sudah mulai menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi. Perkembangan otak yang baik membantu milestone bayi di usia 8 bulan untuk mengenal nada dan suara. Bunda bisa lebih sering mengajak bayi berkomunikasi agar si Kecil bisa mengerti kata-kata.

Milestone Bayi Usia 9 Bulan
Memasuki usia 9 bulan, bayi sudah mulai menunjukkan pergerakan fisik yang cepat. Si Kecil bisa merangkak sambil memegang mainan kesukaannya dalam waktu bersamaan. Untuk menjaga keselamatan si Kecil, alangkah baiknya Bunda mempersiapkan area bermain yang lebih luas dan terhindar dari barang-barang berbahaya di rumah. Pertumbuhan gigi si Kecil yang pesat juga jadi bagian dari tanda milestone bayi di usia 9 bulan. Si Kecil sudah mulai menunjukkan tanda-tanda menggigit tangan dan mainan karena adanya rangsangan pertumbuhan gigi.

Baca Juga:  Ibu, Tanggung Jawab Siapa?

Milestone Bayi Usia 10 Bulan
Perkembangan fisik jadi contoh milestone bayi yang signifikan di usia 10 bulan. Si Kecil sudah mulai dapat jongkok bahkan berdiri tanpa tumpuan. Namun Bunda perlu memerhatikan keseimbangannya. Selalu pantau aktivitasnya di usia ini. Semakin bertambahnya usia bayi, si Kecil akan lebih aktif sebagai bagian dari tanda atau milestone bayi.

Milestone Bayi Usia 11 Bulan
Menginjak usia 11 bulan, milestone bayi yang cukup terlihat adalah kecenderungan bayi untuk memilih makanan. Rutin memberi MPASI, merupakan langkah untuk membantu melatih indera pengecap si Kecil. Jangan heran jika bayi sudah mulai menolak beberapa jenis makanan. Namun, demi tumbuh kembang optimal, Bunda perlu lebih kreatif lagi dalam mempersiapkan MPASI.

Milestone Bayi Usia 12 Bulan
Menginjak usia 12 bulan, si Kecil sudah mulai bisa berkomunikasi dengan interaktif. Tidak hanya dari suara, si Kecil sudah bisa menunjukkan gestur atau isyarat tubuh dalam berkomunikasi. Tanda milestone bayi di usia ini bisa terlihat dari kecenderungan si Kecil dalam menggelengkan kepala ketika mengutarakan ketidak inginannya dan juga melambaikan tangan untuk memanggil seseorang.

MPASI Pendukung Milestone Bayi

Demi memberikan MPASI homemade yang sesuai dengan milestone bayi, berikut adalah menu atau resep MPASI homemade yang bisa Bunda berikan pada bayi sejak usia 7 bulan hingga 12 bulan.

Bubur Oat dengan Buah Pear
Untuk mulai memperkenalkan tekstur makanan kepada bayi, Bunda bisa mulai mengenalkan oat pada menu MPASI homemade di milestone bayi 7 hingga 12 bulan. Oat dikenal punya manfaat yang baik terhadap pencernaan bayi, berkat kandungan serat tinggi yang dikandungnya. Selain itu, oat bisa berfungsi untuk menstabilkan kadar gula darah dan memberi energi dalam jangka lebih panjang.

Bahan-bahan:
– Oat
– Pear
– Yoghurt tanpa rasa (plain)
– Susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain

Cara membuat:
1. Pertama Bunda bisa memasak oat terlebih dahulu dengan merebusnya di dalam Susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain hingga mendidih dan memiliki tekstur seperti bubur.
2. Setelah teksturnya mulai mengental seperti bubur, matikan api dan terus aduk hingga mengental dan tidak lagi panas.
3. Setelah suhu bubur oat sudah normal, Bunda bisa masukan buah pear yang sebelumnya dihaluskan di dalam blender bersama dengan yoghurt.
4. Sebelum disajikan, periksa kembali konsistensi dari bubur oat.
5. Bubur MPASI oat dengan buah pear siap disajikan. Menu ini bisa menjadi makanan MPASI 9 bulan ke atas ya, Bu.

Baca Juga:  10 Gaya Rambut untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Segar dan Awet Muda

Tim tahu bayam
Kacang kedelai dikenal juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Salah satu hasil olahnya, tahu memiliki tekstur yang lembut untuk dikonsumsi bayi sebagai MPASI homemade sesuai dengan arahan milestone usia 7 bulan hingga 12 bulan. Bunda bisa tambahkan sayur untuk memperkenalkan rasa lain kepada bayi.

Bahan-bahan:
– 50 gr tepung beras merah
– 50 gr tahu
– 20 gr daun bayam
– 50 gr wortel
– 500 cc susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain
– Garam dan gula pasir secukupnya

Cara membuat:
1. Untuk membuat resep tim tahu bayam, Bunda bisa mulai dengan menghancurkan tahu terlebih dahulu. Bisa menggunakan food processor atau blender.
2. Selanjutnya iris tipis daun bayam menjadi potongan kecil, serta potong dadu kecil dan tipis untuk wortel.
3. Panaskan susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain di dalam panci. Setelah mendidih mulai masukkan wortel, tahu, dan tepung beras ke dalam panci. Aduk secara berkala hingga matang untuk meminimalisasi risiko gosong di bagian bawah. Pastikan teksturnya sudah menyerupai tim.
4. Setelah tekstur bahan makanan sudah menyerupai tim, mulai masukkan bayam yang sudah diiris tipis dan aduk hingga merata.
5. Sesudah matang, Bunda bisa kembali menghaluskan tekstur makanan sesuai kesukaan sang anak dengan menggunakan blender atau food processor.
6. MPASI homemade 10 bulan tim tahu bayam siap disajikan. Sebagai makanan MPASI 9 bulan Bunda bisa sesuaikan tekstur yang tepat.

Kentang tuna saus bayam
Tuna dan ikan lainnya merupakan sumber protein rendah lemak yang baik untuk tumbuh kembang berdasarkan milestone bayi. Bunda bisa mulai memberi bayi ikan sebagai sumber makanan untuk MPASI homemade 7 bulan hingga 12 bulan.

Bahan-bahan:
– 35 gr daging ikan tuna, kukus atau panggang, haluskan dengan garpu
– 40 gr kentang, kupas, kukus, haluskan dengan garpu
– 1 sdm (10 gram) mentega tawar
– 1 iris (10 gram) bawang bombay, cincang halus
– 1/2 sdm (5 gram) tepung maizena
– 100ml (10 sdm) susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain
– 2 sdm (20 gram) daun bayam, kukus, iris halus

Cara membuat:
1. Pertama, masak ikan dengan cara kukus agar teksturnya menjadi lembut. Jangan lupa pisahkan kulit dan juga durinya sebelum memasak.
2. Lanjutkan dengan merebus kentang yang sudah dikupas kulitnya hingga matang dan empuk.
3. Setelah kedua bahan makanan utama matang, sisihkan.
4. Lanjutkan dengan memasak saus bayam dengan panaskan panci menggunakan mentega.
5. Selanjutnya tumis bawang bombay hingga harum. Masukan susu UHT Frisian Flag Junio rasa plain dan tepung maizena sedikit demi sedikit untuk menemukan tingkat konsistensi saus yang sesuai.
6. Tambahkan daun bayam yang sudah diiris tipis lalu aduk hingga merata dan matang.
7. Tuang saus untuk melumuri ikan dan kentang yang sudah dipersiapkan. MPASI Homemade Kentang Tuna Saus Bayam siap disajikan.

Baca Juga:  Dapatkan Manfaat Mengenalkan Tradisi Keluarga pada Si Kecil

Dalam memberikan MPASI kepada bayi, Bunda perlu memperhatikan porsi dan frekuensi pemberian makanan. Untuk milestone bayi di usia 7 hingga 8 bulan, bayi perlu mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari. Sedangkan untuk usia 9 hingga 12 bulan, Bunda perlu memberikan MPASI pada bayi sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari. Penambahan porsi pemberian MPASI ini akan terus bertambah seiring beranjaknya usia bayi. Namun, Bunda juga perlu untuk memantau berat badannya sehingga bayi tumbuh jadi anak yang sehat dan kuat.

MPASI merupakan elemen pendukung dalam meningkatkan asupan nutrisi si Kecil agar menjaga milestone bayi ideal. Namun, Bunda perlu pahami bahwa ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi. Oleh karena itu, Bunda harus menjaga kualitas ASI. Agar ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan 500 kalori tambahan setiap harinya (AKG 2019) begitu juga tambahan nutrisi penting lainnya.

Selain dari makanan, Bunda juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial – protein penting dalam bentuk siap diserap oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu) dan 9 nutrisi penting lainnya. Adapun 9 nutrisi yang penting yang juga Bunda butuhkan di antaranya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, sumber serat pangan inulin, tinggi vitamin C, sumber protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa menyusui.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com