Inilah Langkah Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut

Inilah Langkah Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut

Sakit perut pada anak adalah kondisi yang umum dan dapat terjadi kapan saja. Meski terlihat sepele, sebaiknya Bunda segera mengatasinya karena banyak dampak yang akan dirasakan oleh si Kecil ketika sakit perut. Rasa nyeri dan tidak nyaman akibat sakit perut dapat mengganggu tidur, menimbulkan perubahan suasana hati, hingga gangguan pola makan. Akibatnya Si Kecil akan cenderung mudah rewel dan menangis karena merasakan sakit di bagian perut.

Tak sedikit Bunda yang khawatir dan panik sehingga buru-buru datang ke dokter. Padahal, mungkin saja Bunda dapat melakukan pertolongan pertama anak sakit perut terlebih dahulu di rumah. Nah, untuk membantu Bunda mengatasi kondisi tersebut, artikel ini akan menjelaskan apa saja langkah pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Bunda lakukan. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Penyebab Sakit Perut pada Anak
Sebelum mengetahui apa saja langkah pertolongan pertama anak sakit perut, Bunda perlu memahami penyebab sakit perut pada anak. Pasalnya, ada beragam hal yang bisa menyebabkan anak merasakan sakit pada perutnya. Berikut beberapa penyebab yang mungkin terjadi pada si Kecil ketika mengalami sakit perut:

Sembelit atau konstipasi
Penyebab paling umum sakit perut yang dialami oleh si Kecil adalah sembelit atau susah buang air besar (BAB). Pada kondisi ini, si Kecil mungkin belum bisa membedakan rasanya susah buang air besar sehingga yang dirasakan hanya sakit perut. Jika si Kecil mengeluhkan sakit perut di area pusar atau perut bagian kiri bawah, coba Bunda tanyakan kapan terakhir kali ia buang air besar. Bila memang sudah lama, berarti si Kecil memiliki masalah sembelit yang bisa disebabkan oleh makanan yang kurang serat.

Diare
Diare menjadi penyebab paling umum mengapa si Kecil merasakan sakit pada perutnya. Umumnya, diare tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, diare yang tidak kunjung membaik dapat menyebabkan kondisi yang fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Bunda bisa mencoba memberikan cairan elektrolit sebagai salah satu langkah pertolongan pertama anak sakit perut untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Gastroenteritis (flu perut)
Flu perut atau dalam istilah medis dikenal dengan Gastroenteritis merupakan kondisi ketika lambung dan usus mengalami peradangan. Salah satu penyebab yang paling umum yaitu akibat adanya infeksi virus. Jenis sakit perut pada anak yang disebabkan oleh Gastroenteritis juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti diare, tubuh lemas, kurang nafsu makan, pusing, muntah, dan demam. Berbagai gejala tersebut dapat membuat si Kecil berisiko mengalami dehidrasi.

GERD (penyakit asam lambung)
Menurut penelitian, Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus dengan berbagai gejala yang timbul akibat keterlibatan esofagus, laring, dan saluran nafas. GERD ternyata tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi bisa juga dialami anak-anak. Bunda perlu mewaspadai hal ini jika si Kecil menunjukkan beberapa gejala pasien GERD seperti sering bersendawa, cegukan yang tak kunjung berhenti, rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dan mengalami masalah pernapasan.

Baca Juga:  Rekomendasi Caregiver Lansia dan Kisaran Biaya, Mulai dari Rp350 Ribu

Radang usus buntu
Si Kecil memiliki riwayat penyakit usus buntu, Bu? Kondisi tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada bagian perutnya, terutama di sekitar pusar. Ia juga dapat mengalami gejala lain berupa berkurangnya nafsu makan, perut kembung, demam, mual, dan muntah. Sampai sekarang, belum ada obat sakit perut yang bisa mencegah atau mengobati usus buntu pada anak. Umumnya, kondisi ini akan teratasi sepenuhnya melalui operasi usus buntu.

Infeksi ginjal
Gejala infeksi yang sering terjadi adalah nyeri pada perut. Meski tidak dialami oleh setiap orang, gejala ini bisa saja dirasakan oleh si Kecil. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh rasa nyeri pada ginjal yang menjalar ke organ tubuh lainnya, termasuk perut. Apabila si Kecil merasakan jenis sakit perut pada anak yang satu ini, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah kondisi ini berkaitan atau tidak.

Infeksi kandung kemih
Infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan nyeri perut bagian bawah. Infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan sakit perut, lho Bu. Bakteri atau benda asing lain yang menginfeksi saluran kencing si Kecil dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan. Infeksi saluran kemih (ISK) sendiri adalah kondisi di mana terjadinya infeksi pada organ yang termasuk di dalam sistem kemih, yaitu ureter, ginjal, kandung kemih, dan juga uretra.

Gangguan pencernaan di atas biasanya memicu rasa sakit pada perut si Kecil. Untuk beberapa gangguan pencernaan memang membutuhkan penanganan dari dokter jika kondisinya sudah terlalu parah. Namun, Bunda tidak perlu khawatir ya, karena ada beberapa langkah pertolongan pertama anak sakit perut untuk membantu meringankan rasa nyeri yang ia alami.

Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut
Tidak semua sakit perut yang muncul merupakan tanda bahaya, ya Bu. Pada beberapa kasus, sakit perut pada anak dapat diatasi dengan pengobatan sederhana yang dapat Bunda lakukan secara mandiri di rumah. Akan tetapi, pastikan untuk selalu waspada dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila sakitnya tidak kunjung hilang meski sudah mengikuti langkah-langkah pertolongan pertama anak sakit perut.

Pertolongan pertama anak sakit perut disesuaikan dengan penyebabnya ya, Bu. Apabila sakit perut yang dialami si Kecil berlangsung kurang dari 24 jam tanpa disertai gejala lain, Bunda bisa mencoba untuk menanganinya di rumah dengan cara-cara sebagai berikut:

Baca Juga:  Radang Amandel pada Anak, Haruskah Langsung Dioperasi?

Berikan kompres panas
Pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Bunda lakukan yaitu dengan menaruh botol berisikan air hangat atau bantal penghangat di perut si Kecil. Cara ini sudah dipercaya sebagai solusi rumahan mengatasi kram dan sakit perut. Rasa hangat yang muncul bisa membantu perut menjadi lebih rileks dan bisa membantu melawan rasa sakit yang mengganggu kenyamanan.

Istirahat yang cukup
Pertolongan pertama anak sakit perut yang mudah dan tak kalah penting adalah beristirahat. Pastikan Bunda meminta si Kecil untuk langsung beristirahat dan tidak banyak bergerak, terutama setelah makan. Cara ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan.

Berikan makanan hambar
Pertolongan pertama anak sakit perut yang bisa Bunda lakukan yaitu dengan memberikannya makanan hambar. Ini karena makanan yang hambar dianggap dapat “mengistirahatkan” saluran pencernaan si Kecil karena tidak akan memicu reaksi berlebih dibandingkan makanan yang tinggi gula, lemak, dan lainnya. Beberapa makanan hambar yang bisa jadi pertolongan pertama anak sakit perut di antaranya tahu, tempe, dan telur.

Cukupi kebutuhan cairan
Mencukupi kebutuhan cairan termasuk pertolongan pertama anak sakit perut yang sayang untuk dilewatkan. Yuk, saatnya Bunda ajari si Kecil untuk memahami bahwa tubuhnya membutuhkan cairan yang lebih banyak saat sedang sakit perut. Mencukupi atau bahkan menambah cairan dari air putih dianggap ampuh untuk membantu menenangkan saraf yang sakit di bagian perut sehingga rasa nyeri bisa berkurang.

Berikan air kelapa
Pertolongan pertama anak sakit perut juga bisa dengan memberikan ia air kelapa. Melansir laman resmi medicalnewstoday.com, air kelapa mengandung kalium dan magnesium dalam kadar yang cukup tinggi sehingga dapat membantu meredakan rasa nyeri, kram, serta menambah cairan tubuh. Namun, ada baiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum mencoba pertolongan pertama anak sakit perut ini ya.

Hindari memberikan obat sebelum konsultasi dengan dokter
Pemberian obat yang sembarang bukan termasuk ke dalam pertolongan pertama anak sakit perut ya, Bu. Obat memang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nyeri. Namun, Bunda perlu hati-hati ya saat memberikan obat kepada si Kecil. Sebenarnya pertolongan pertama anak sakit perut tidak melulu langsung memberikan obat padanya. Sebab, jika langsung memberikan obat tanpa tahu penyebab utama sakit perut, khawatir ada kesalahan dalam pemberian obat yang tidak tepat. Apabila Bunda ingin memberikan obat, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi si Kecil yang sebenarnya.

Kapan Harus ke Dokter?
Apabila Bunda sudah melakukan berbagai langkah pertolongan pertama anak sakit perut, tetapi si Kecil tetap tak sembuh, sebaiknya segera bawa ia ke dokter anak. Apalagi jika si Kecil mengalami gejala lain, seperti si Kecil mengeluhkan rasa sakit yang berlebih di bagian kanan (kondisi ini bisa menandakan radang usus buntu), rasa sakit yang hanya fokus pada satu sisi perut, rasa sakit tidak hilang setelah lebih dari 24 jam, rasa sakit saat menekan perut, perut bengkak, demam, diare yang tak kunjung sembuh, BAB disertai bercak darah, mengalami cedera perut akibat terbentur atau sejenisnya, si Kecil terlihat pucat dan keringat dingin, sakit perut disertai muntah lebih dari 24 jam, dan muntah disertai darah.

Baca Juga:  Si Kecil Selalu Takut dengan Orang di Sekitarnya

Apakah Sakit Perut pada Anak Dapat Dicegah?
Bunda memang perlu mengetahui pertolongan pertama anak sakit perut sebagai pedoman, tetapi akan lebih baik lagi jika Bunda mencegah kondisi tersebut sejak awal, bukan? Meskipun penyebab sakit perut pada anak dapat bervariasi, dari yang ringan hingga parah, namun ada beberapa pertolongan pertama anak sakit perut yang dapat mengurangi risiko rasa nyeri di perut, antara lain:

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang sesuai porsi
Supaya saluran pencernaan si Kecil sehat, pastikan Bunda memberikan makanan bergizi seimbang sesuai dengan porsi yang tepat, tidak terlalu banyak atau berlebihan. Makanan bergizi seimbang ini mencakup protein, karbohidrat, tinggi serat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, hindari atau kurangi makanan yang digoreng, terlalu banyak tepung, dan tinggi gula.

Penuhi kebutuhan cairan harian dengan tepat
Pencegahan selanjutnya yaitu dengan mencukupi kebutuhan cairan harian si Kecil dengan minum air putih secara tepat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan anak usia 1-3 tahun minum air putih sebanyak 1,3 liter per hari. Cairan tak hanya didapatkan dari air putih saja, tetapi juga bisa dari buah-buahan yang mengandung kadar air cukup tinggi, seperti semangka, melon, stroberi, tomat, jeruk, nanas, dan lainnya.

Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Penting bagi Bunda untuk membiasakan si Kecil agar lebih peduli terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Menjaga kebersihan ini mencakup kebiasaan mencuci tangan secara rutin menggunakan air bersih dan sabun.

Hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan
Salah satu penyebab munculnya gangguan pencernaan seperti GERD (penyakit asam lambung) adalah kebiasaan langsung tidur sesaat setelah makan. Nah, sebaiknya Bunda tidak membiasakan hal ini pada si Kecil ya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil sangat penting untuk Bunda perhatikan. Sebab, 80% sel imun tubuh terdapat dalam saluran pencernaan. Maka dari itu, kesehatan pencernaan berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Apalagi saluran pencernaan anak-anak masih dalam masa tumbuh kembang, sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan pola hidup sehat agar si Kecil tumbuh lebih prima.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com