Begini Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui



Begini Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui

Payudara bengkak saat menyusui merupakan kondisi yang umum terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Kondisi ini dapat membuat ibu merasa tidak nyaman dan bahkan menimbulkan rasa sakit. Namun, tidak perlu risau karena ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi payudara bengkak saat menyusui.

Sebelum membahas cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui, penting bagi ibu untuk memahami mengapa kondisi ini terjadi. Saat menyusui, produksi air susu ibu (ASI) di dalam kelenjar payudara menjadi lebih cepat dibandingkan dengan yang dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan air susu terkumpul di dalam payudara dan membuatnya bengkak. Selain itu, aliran darah ke payudara juga meningkat saat menyusui, sehingga payudara menjadi lebih padat dan terasa nyeri. Kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan pertama kali dan biasanya lebih ringan pada ibu yang pernah menyusui sebelumnya.

Ada beberapa tanda yang dapat mengindikasikan bahwa payudara sedang mengalami pembengkakan saat menyusui. Beberapa tanda tersebut antara lain:

1. Payudara terasa padat, bengkak, dan nyeri.
2. Areola (bagian payudara yang berwarna hitam) mengeras dan kadang-kadang disertai dengan puting susu yang mendatar.
3. Bengkak dan nyeri bisa terasa hingga di bagian ketiak/bawah lengan.
4. Kulit payudara terasa kencang, mengkilap, dan hangat saat disentuh.

Penyebab payudara bengkak saat menyusui dapat bervariasi. Salah satunya adalah ketika air susu yang terbentuk pertama kali (kolostrum) belum dapat dikeluarkan dengan baik. Hal ini dapat terjadi sekitar 2-6 hari setelah melahirkan. Selain itu, kondisi lain yang dapat menyebabkan payudara bengkak adalah ibu sedang bekerja dan tidak dapat menyusui bayinya tanpa memompa payudara, bayi tidur sepanjang malam tanpa menyusu, bayi menolak menyusu, atau ibu menyapih bayi tiba-tiba.

Baca Juga:  Rekomendasi Holiday Camp untuk Anak di Saat Libur Sekolah

Untuk mengatasi payudara bengkak saat menyusui, ada beberapa langkah yang dapat ibu lakukan. Pertama, susuilah bayi sesering mungkin atau saat bayi menginginkan. Dengan menyusui bayi secara teratur, produksi ASI akan teratur dan tidak terjadi penumpukan ASI di dalam payudara. Selain itu, ibu juga perlu mempelajari cara memompa ASI dengan baik dan benar. Memompa ASI dapat membantu mengeluarkan ASI yang terkumpul di dalam payudara dan mencegah terjadinya tekanan di dalam payudara.

Selain itu, ibu juga dapat melakukan kompres pada payudara untuk mengatasi pembengkakan. Ada dua jenis kompres yang dapat dilakukan, yaitu kompres hangat dan kompres dingin. Kompres hangat dapat dilakukan dengan meletakkan handuk hangat pada payudara atau berdiri di bawah aliran air hangat saat mandi. Hal ini akan membantu memperlancar aliran ASI dan meredakan pembengkakan. Sedangkan kompres dingin dapat dilakukan dengan meletakkan es yang dibungkus dengan handuk bersih pada payudara selama kurang lebih 10-15 menit. Setelah itu, pijatlah payudara secara perlahan. Namun, perlu diingat untuk tidak menyusui bayi saat payudara sedang dikompres dan tunggu beberapa saat setelah kompres selesai.

Selain melakukan kompres, ibu juga dapat melakukan pijatan pada payudara. Pijatan ini dapat dilakukan dengan gerakan melingkar dari bagian terluar payudara ke arah dalam, yaitu bagian areola dan puting. Gerakan ini bertujuan untuk memperlancar aliran ASI sehingga dapat meredakan rasa penuh dan tidak nyaman pada payudara.

Selain cara-cara di atas, ada juga cara alami yang dapat membantu mengatasi payudara bengkak saat menyusui. Salah satunya adalah dengan menggunakan daun kubis hijau mentah. Caranya adalah dengan meletakkan satu helai daun kubis hijau mentah di dalam bra pada masing-masing payudara seperti membungkus payudara. Biarkan daun kubis tersebut selama kira-kira 20 menit atau hingga daun kubis tersebut layu. Lakukan hal ini dua kali sehari untuk membantu meredakan pembengkakan pada payudara.

Baca Juga:  Olahraga Praktis untuk Memperkuat Otot si Kecil

Penting untuk diingat bahwa jika payudara bengkak saat menyusui tidak segera ditangani, dapat timbul beberapa komplikasi yang berpotensi merugikan. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:

1. Bayi tidak dapat menyusu dengan benar dan dapat menimbulkan luka pada puting. Jika bayi tidak dapat menyusu dengan benar, ibu dapat mengalami luka pada puting yang dapat menyebabkan rasa sakit dan infeksi.
2. Saluran air susu dapat tersumbat dan menyebabkan infeksi kelenjar payudara (mastitis). Mastitis adalah kondisi di mana kelenjar payudara mengalami peradangan dan infeksi. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada payudara.
3. Suplai air susu dapat berkurang jika payudara terus mengalami pembengkakan. Jika suplai air susu berkurang, bayi dapat kekurangan ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
4. Bunda dapat merasa putus asa dan berhenti menyusui bayi. Jika ibu mengalami rasa sakit dan tidak nyaman akibat payudara bengkak, ibu mungkin merasa putus asa dan memutuskan untuk berhenti menyusui bayi.

Jika ibu mengalami kondisi payudara bengkak yang disertai dengan gejala-gejala seperti demam, rasa lelah, kemerahan, nyeri yang parah, atau puting susu yang mengeluarkan darah, segeralah hubungi dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengatasi masalah pada payudara.

Dalam mengatasi payudara bengkak saat menyusui, peran dukungan keluarga dan pengetahuan mengenai cara menyusui yang benar sangatlah penting. Bunda dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai cara menyusui yang benar melalui buku-buku, artikel, atau konsultasi dengan tenaga medis yang berkompeten dalam bidang ini.

Demikianlah beberapa cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui. Semoga informasi ini dapat membantu ibu dalam menghadapi masalah yang sering terjadi pada masa menyusui. Ingatlah untuk selalu menjaga kesehatan payudara dan memberikan ASI yang cukup dan berkualitas untuk bayi.

Baca Juga:  Cara Mudah Agar Bisa Ngobrol dengan si Kecil


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com