Kenali Penyebab Lidah Bayi Berwarna Putih atau Kuning

Kenali Penyebab Lidah Bayi Berwarna Putih atau Kuning

Lidah Putih Bayi Akibat Infeksi Jamur

Salah satu penyebab lidah putih yang sering ditemui pada bayi adalah sebuah pertanda adanya infeksi jamur Candida albicans. Hal tersebut mengakibatkan munculnya bercak berwarna putih atau kuning pada lidah, gusi, bibir, serta langit-langit mulut bayi. Kondisi ini dapat menyebar hingga tenggorokan, amandel, dan kerongkongan.

Salah satu gejala utama dari infeksi jamur ini adalah adanya lapisan putih pada lidah atau sekitar mulut si Kecil yang susah dihilangkan. Berbeda dengan lapisan putih pada lidah yang bisa dengan mudah dihilangkan yang disebabkan oleh susu. Si Kecil mungkin tidak merasa rewel saat mengalaminya, tapi pada kondisi lidah putih dan pahit ia bisa merasa enggan untuk makan atau minum. Jika sudah begitu, Bunda tentunya akan khawatir ia akan kelaparan sehingga berat badannya turun dan tumbuh kembangnya pun tidak bisa optimal.

Fakta Seputar Infeksi Jamur pada Lidah Bayi

Jamur Candida albicans, penyebab lidah putih pada bayi, sebenarnya juga dapat menyerang orang dewasa yang sehat sekalipun. Namun jamur ini paling sering menyerang bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan. Bayi lebih rentan terinfeksi karena daya tahan tubuhnya belum berkembang sempurna dan masih lemah dalam melawan infeksi jamur. Meski tidak menyebabkan masalah atau komplikasi yang serius, tapi jika pertumbuhan jamurnya terlalu cepat dapat menginfeksi selaput mulut.

Bayi prematur yang lahir di usia kehamilan sebelum 37 minggu sangat rentan terserang infeksi jamur ini. Begitu juga dengan bayi yang menerima obat-obatan antibiotik yang bekerja melemahkan bakteri baik yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan jamur di mulut. Saat sang ibu juga sedang mengonsumsi antibiotik untuk melawan infeksi tertentu, maka jumlah bakteri baik untuk melawan jamur pun menurun. Akibatnya si ibu akan mudah terinfeksi jamur dan dapat menularkannya kepada si Kecil.

Baca Juga:  Catat! Ini Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Bagaimana Pengobatannya?

Jika bercak putih hanya berupa residu susu dan mudah dihilangkan, maka tidak memerlukan perawatan khusus. Bunda bisa membersihkan lidah putih menggunakan kasa steril atau kain bersih yang dicelupkan ke air hangat. Kemudian usapkan dengan gerakan melingkar yang lembut pada lidah bayi.

Namun jika disebabkan oleh infeksi jamur, maka cara membersihkan lidah putih ini bisa menggunakan obat anti jamur yang biasa diresepkan oleh dokter. Obat tersebut adalah:

– Nistatin: jenis obat tetes yang bisa dengan mudah diberikan pada lidah bayi dan umumnya tidak menimbulkan efek samping. Untuk memberikannya bisa menggunakan pipet.
– Miconazole: jenis obat gel yang bisa diberikan dengan cara mengoleskan pada bagian yang terkena infeksi dengan jari yang bersih.

Dalam kurun waktu 24 jam setelah pemakaian pertama, bercak putih umumnya akan cepat berkurang. Meski nanti sudah hilang, Bunda sebaiknya tetap memberikan obat pada bagian yang terdapat bercak putih untuk menuntaskan pertumbuhan jamur tersebut. Tanyakan kepada dokter berapa lama waktu pemberian obat ini dianjurkan.

Pemberian yogurt yang mengandung bakteri baik penangkal infeksi jamur juga bisa menjadi cara lain menghilangkan bercak putih pada lidah bayi. Namun Bunda harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter dengan pertimbangan usia si Kecil.

Bunda Juga Perlu Diberi Obat Anti Jamur

Pada kasus lidah putih bayi, infeksi jamur pada rongga mulut bayi juga dapat mengenai puting susu ibunya. Jadi jika salah satu sudah sembuh dan satunya lagi belum, maka infeksi bisa terjadi secara bolak-balik dan tidak akan berakhir. Solusinya adalah harus mengobati keduanya sekaligus secara bersamaan.

Puting susu yang terkena biasanya akan kemerahan, lecet, dan terasa perih. Dokter biasanya memberikan obat nistatin krim untuk dioleskan pada puting ibu setelah menyusui. Namun jangan lupa untuk membersihkan puting terlebih dulu sebelum si Kecil menyusu. Cara lain sebagai pengobatan adalah mengeringkan puting susu di antara waktu menyusui. Lalu jika menggunakan dot, maka harus disterilkan dengan cara direbus dalam air selama 20 menit.

Baca Juga:  Ketahui 5 Penyebab Daya Tahan Tubuh Anak Lemah

Langkah Pencegahan

Sebelum infeksi menyerang bayi Bunda, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa Bunda lakukan. Antara lain:

– Sterilkan barang-barang yang bersentuhan dengan bayi secara rutin, seperti botol, peralatan makan, dan mainan.
– Selalu cuci tangan Bunda menggunakan air mengalir dan sabun setelah mengganti popok si Kecil.
– Selalu bersihkan puting Bunda sebelum dan setelah si Kecil menyusu.

Kini setelah tau penyebab lidah putih pada bayi dan cara membersihkannya, tetap harus diimbangi dengan kebersihan dari Bunda. Setiap akan menyusui si Kecil, jangan pernah malas untuk mencuci tangan hingga bersih. Membersihkan lidah si Kecil juga sangat membantu mengobati dan mencegah infeksi datang lagi. Bila putih pada lidah bayi tidak kunjung sembuh setelah diberi obat, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pastikan Bunda selalu memberikan si Kecil ASI yang berkualitas. Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Baca Juga:  Rekomendasi Dokter Spesialis Gastroenterologi di Jakarta

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com