Vitamin Tanaman yang Bisa Kita Buat Sendiri


Mumpung long weekend, ada baiknya kita mencoba membuat sendiri vitamin-vitamin tanaman dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur. Saat ini, trend koleksi tanaman hias masih terus berkembang dan menjadi populer. Namun, bagi sebagian orang, urusan tanaman bisa menjadi hal yang cukup menantang. Ada beberapa kondisi yang sering membuat hati terpotek-potek ketika berurusan dengan tanaman, seperti daun yang terbakar, tanaman yang tiba-tiba layu dan mati, pertumbuhan yang tidak konsisten, serta masalah jamur.

Kondisi-kondisi tersebut seringkali membuat kita merasa frustasi dan kecewa. Tanaman yang tadinya terlihat cantik dan segar, tiba-tiba saja menjadi letoy dan tidak sehat. Namun, jangan khawatir! Ada solusi yang bisa kita coba untuk mengatasi masalah tersebut.

Beruntungnya, saya adalah salah satu follower setia akun Instagram Artika Sari Devi yang ahli dalam urusan bercocok tanam. Melalui Instagram Story-nya, saya mendapatkan banyak informasi menarik, termasuk tentang cara membuat vitamin tanaman dan pestisida alami yang bisa kita buat sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur rumah kita.

Mumpung besok long weekend, daripada pergi keluar rumah dan berisiko terkena Covid-19, mengapa tidak mencoba membuat bahan-bahan tersebut di rumah? Selain bisa menjadikan tanaman di rumah kita semakin rimbun dan sehat, ini juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang.

Berikut ini adalah beberapa vitamin tanaman yang mudah dibuat sendiri:

1. PESTISIDA KUNYIT
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah ruas kunyit sebanyak 2-3 buah untuk 2,5 liter air. Cara membuatnya cukup mudah, yaitu dengan menghaluskan kunyit menggunakan blender, kemudian larutkan dalam air dan saring. Air kunyit yang sudah disaring dapat dimasukkan ke dalam sprayer. Pestisida ini dapat digunakan dengan cara disemprotkan ke seluruh daun atau dikucurkan ke media tanam. Manfaatnya adalah sebagai pencegahan hama kutu daun, tungau, ulat, belalang, serangga, serta penyakit embun tepung. Selain itu, pestisida ini juga dapat mengobati daun tanaman yang keriting.

Baca Juga:  7 Manfaat Main Sepeda Bagi Tumbuh Kembang Balita

2. AIR BAWANG MERAH
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah bawang merah sebanyak 5 siung dan air sebanyak 5 liter. Cara membuatnya adalah dengan menghaluskan bawang merah menggunakan blender, kemudian mencampurkannya dengan air. Air bawang merah ini dapat digunakan untuk pertumbuhan akar dengan cara menyiramkan 250ml per tanaman atau sekitar satu gelas AQUA ke media tanam. Untuk pertumbuhan tunas, air bawang merah dapat disaring dan disemprotkan ke daun dan batang tanaman agar lebih subur. Manfaatnya adalah sebagai ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) alami yang mengandung vitamin B1 dan Allicin, yang dapat merangsang pertumbuhan tunas. Selain itu, air bawang merah juga berguna sebagai anti stress untuk tanaman. Setelah dipindah tanam, bibit tanaman sering mengalami kerusakan akar, dan kandungan Auxin dan Rhizokalin di dalam bawang merah dapat membantu memulihkan dan merangsang pertumbuhan akar.

3. FUNGISIDA ALAMI
Saat tanaman diguyur hujan besar, seringkali tanaman dapat diserang oleh jamur pathogen. Untuk mencegah tanaman menjadi layu, kita dapat menggunakan fungisida alami. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah jahe sebanyak 5 ruas, kunyit sebanyak 5 ruas, laos sebanyak 5 ruas, dan air sebanyak 5-7 liter. Cara membuatnya adalah dengan menghaluskan semua bahan menggunakan blender, kemudian mencampurkannya dengan air. Fungisida alami ini dapat disiramkan ke media tanam untuk menjaga tanah agar bebas dari jamur pathogen, cendawan, dan bakteri. Takarannya adalah satu gelas Aqua untuk pot atau polybag ukuran besar, dan setengah gelas Aqua untuk pot atau polybag ukuran kecil. Selain itu, fungisida alami ini juga dapat disemprotkan ke daun untuk mencegah daun keriting. Namun, jangan lupa untuk menyaringnya terlebih dahulu sebelum digunakan. Penggunaan fungisida alami ini disarankan terutama saat musim hujan. Jika daerah tempat tinggal kita cukup lembap, penggunaan fungisida alami dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.

Baca Juga:  7 Manfaat Madu untuk Ibu Hamil Serta Takaran yang Tepat

Seperti yang kita lihat, cara membuat vitamin tanaman dan pestisida alami dari bahan-bahan yang ada di dapur rumah kita sangatlah mudah. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli produk-produk kimia yang mahal. Selain itu, dengan menggunakan bahan-bahan alami, kita juga dapat menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan tanaman kita.

Menggunakan vitamin dan pestisida alami ini juga memiliki banyak manfaat. Selain sebagai pencegahan hama dan penyakit tanaman, vitamin dan pestisida alami juga dapat merangsang pertumbuhan tanaman secara alami. Tanaman akan menjadi lebih subur dan sehat, serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Jadi, daripada menghabiskan waktu long weekend untuk pergi keluar rumah dan berisiko terkena Covid-19, mengapa tidak mencoba membuat vitamin dan pestisida alami ini di rumah? Selain dapat menjadi hobi yang menyenangkan, kita juga dapat menjaga kelestarian tanaman hias di rumah kita. Dengan merawat tanaman dengan baik, kita juga turut menjaga keindahan dan keseimbangan alam.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi bermanfaat lainnya seputar tanaman, Anda dapat mengikuti akun Instagram Artika Sari Devi. Melalui akun tersebut, Anda akan mendapatkan banyak tips dan trik dalam bercocok tanam serta informasi mengenai tanaman yang cocok untuk ditanam di dalam pot.

Selamat berkebun di hari libur yang panjang ini. Semoga tanaman-tanaman di rumah Anda semakin rimbun dan sehat.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com