Mendukung Perkembangan Motorik Anak Usia 5 Tahun

Mendukung Perkembangan Motorik Anak Usia 5 Tahun

Pengalaman mengamati serta menikmati perkembangan anak yang begitu cepat dari hari ke hari seolah selalu terlihat menakjubkan ya, Bu. Pribadi, pikiran, pengetahuan, dan kemampuan anak berangsur-angsur mengalami proses penyempurnaan. Terlebih saat si Kecil sudah mulai menginjak usia lima tahun. Di usia ini si Kecil menjadi sangat suka bermain, luar biasa aktif bergerak serta penuh dengan energi. Bunda mungkin akan merasa begitu senang sekaligus was-was saat melihat si Kecil berlarian, pintar melompat kesana-kemari. Lalu, apa saja sih yang wajib Bunda ketahui untuk mendukung perkembangan si Kecil di usianya yang kelima? Yuk, Bunda mari belajar bersama…

Perkembangan motorik pada anak usia lima tahun menjadi salah satu perubahan yang menonjol. Saraf-saraf yang mengontrol gerak motorik anak mencapai kematangannya di usia lima tahun. Baik motorik kasar (berkaitan dengan otot-otot besar) maupun motorik halus (berkaitan dengan otot-otot kecil) anak, keduanya mengalami perkembangan yang amat pesat di usia ini. Meski begitu, tetap saja perkembangan motorik halus anak tidak lebih cepat dari perkembangan motorik kasarnya.

Pada usia lima tahun, anak mulai dapat mengendalikan dengan baik gerak kasar yang berkaitan dengan otot-otot besar di tubuh seperti tangan, kaki, dan badan. Koordinasi terhadap otot-otot tubuh menjadi lebih baik, tidak hanya pada otot-otot besar, namun juga pada otot-otot yang lebih kecil seperti jari tangan, pergelangan tangan, dan mata. Selain itu, persepsi visual motorik anak juga ikut berkembang seiring dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halusnya. Boyd (2010) merumuskan karakteristik aspek motorik anak di rentang usia 3-6 tahun sebagai berikut.

Motorik Kasar:

1. Melompat dengan kaki bergantian
2. Berjalan 2 inci (usia 4 tahun)
3. Menendang dan Menangkap Bola
4. Memukul bola dengan alat pemukul

Baca Juga:  Jaga Kestabilan Emosi Selama Kehamilan dengan 5 Cara Berikut

Motorik Halus:

1. Mulai menulis dan menggambar
2. Merangkai manik-manik

Kemampuan motorik anak semakin terampil seiring berjalannya waktu. Anak dapat melakukan gerakan-gerakan tubuh secara akurat, cepat, dan otomatis. Keterampilan umum anak ini terbagi menjadi dua, yaitu keterampilan tangan dan keterampilan kaki.

Keterampilan Tangan:
Pada usia lima tahun, anak mulai menunjukkan preferensi dalam penggunaan tangan. Anak akan lebih menyukai untuk menggunakan salah satu tangan, baik itu tangan kanan atau tangan kiri. Selain itu, anak juga akan menunjukkan kecenderungan untuk lebih cakap menggunakan satu sisi tangannya dibandingkan dengan tangan lainnya. Contoh keterampilan tangan pada usia lima tahun adalah menulis, mewarnai, menggambar, memegang benda berukuran kecil, dan melempar.

Keterampilan Kaki:
Anak usia lima tahun juga mengembangkan keterampilan kaki yang lebih baik. Mereka dapat mengayuh, mendaki, melompat, berlari, dan berjingkrak dengan lebih lancar.

Perkembangan motorik anak yang semula sederhana menjadi lebih kompleks pada usia lima tahun. Anak menjadi lebih mahir dalam mengkombinasikan gerakan motorik dengan seimbang. Mereka dapat melompat sambil berlari atau bahkan mengendarai sepeda. Koordinasi antara tangan dan mata yang semakin baik memungkinkan anak untuk menuangkan air minum ke dalam gelas dengan baik.

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa perkembangan keterampilan motorik anak membutuhkan pengalaman dan latihan. Orang tua memiliki peran penting dalam menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan motorik anak. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mendorong perkembangan motorik anak.

Pengembangan Motorik Kasar:
1. Memperkenalkan dan mengajari anak bermain engklek/sunda manda.
2. Melatih anak untuk mengendarai sepeda roda tiga atau roda dua.
3. Mengajarkan anak bermain lompat tali.

Baca Juga:  Biaya Masuk SD di Jakarta Selatan Tahun Ajaran 2024/2025, Mulai dari 7 Juta Rupiah!

Pengembangan Motorik Halus:
1. Membiasakan anak untuk makan sendiri dengan memegang sendok dan menyuapi dirinya sendiri.
2. Memberikan anak plastisin dan mengajaknya untuk membuat tiruan bentuk detail tubuh atau wajah manusia.
3. Memberikan anak kumpulan buku mewarnai dan mengajarkan cara mewarna dengan rapi.

Dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini, orang tua dapat membantu anak dalam mengembangkan keterampilan motorik mereka. Penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki perkembangan motorik yang berbeda-beda, jadi berikanlah mereka waktu dan dukungan yang cukup.

Nah, sekarang Bunda tentu sudah lebih tahu dan paham tentang perkembangan motorik anak di usia lima tahun. Jadi, Bunda bisa siap-siap untuk mulai mendampingi dan mendukung si Kecil agar perkembangan motoriknya dapat tercapai secara optimal!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com