Ketahui Fakta di Balik Mitos Menggendong Si Kecil

Ketahui Fakta di Balik Mitos Menggendong Si Kecil

Heading 2: Mitos yang Sering Didengar tentang Menggendong Bayi

Menggendong bayi akan membuat “bau tangan”

Mitos yang sering didengar adalah bahwa menggendong bayi akan membuat “bau tangan”. Konon, bayi yang terlalu sering digendong akan menjadi manja dan terbiasa dipeluk terus menerus. Ketika tidur, bayi akan merengek dan meminta digendong terlebih dahulu, dan ketika diletakkan, bayi akan terbangun dan menangis. Namun, anggapan ini belum tentu benar. Setiap bayi memiliki cara sendiri dalam mengarungi kehidupannya, dan kebiasaan menggendong tidak berhubungan dengan tingkat kemandirian seseorang. Sebaliknya, bayi yang sering digendong akan merasa lebih nyaman dan aman. Menggendong bayi setinggi dada juga memiliki manfaat untuk memperkuat hubungan antara ibu dan bayi.

Menyebabkan gangguan tulang belakang

Mitos berikutnya adalah bahwa menggendong bayi terlalu lama dan sering dapat menyebabkan gangguan tulang belakang. Bayi dianggap belum kuat untuk menahan berat tubuhnya sendiri dan menggendongnya terlalu sering dapat menghambat perkembangan tulang menjadi tidak normal. Namun, menurut salah satu ahli ortopedi asal Jerman, Dr. Heiner Bierdermann, bayi yang sehat dapat digendong dengan cara apa pun, baik yang tepat maupun tidak tepat. Jadi, tidak ada hubungannya antara menggendong bayi dengan gangguan tulang belakang. Risiko gangguan tulang belakang lebih terkait dengan posisi menggendong yang salah, yang dapat menyebabkan pegal dan nyeri di bagian leher dan tulang belakang.

Terlambat bisa jalan

Mitos selanjutnya adalah bahwa bayi yang sering digendong akan menjadi malas untuk jalan. Bayi dianggap akan lebih nyaman berada di gendongan ibu sehingga tidak berani memijakkan kakinya ke lantai. Namun, pada kenyataannya, bayi yang berusia 9 bulan ke atas akan lebih aktif menggerakkan kaki dan tangan ketika digendong. Hal ini menunjukkan bahwa menggendong bayi juga dapat menstimulasi kemampuan motoriknya. Selain itu, bayi dapat berlatih menjaga keseimbangan, memperkuat otot kaki dan lengan, serta melatih koordinasi motorik. Jadi, menggendong bayi tidak akan membuatnya terlambat untuk bisa jalan.

Baca Juga:  Mengulik Tradisi Baby Shower di Indonesia, Ini Tipsnya!

Bayi sering digendong menyebabkan mudah rewel

Mitos terakhir adalah bahwa bayi yang sering digendong akan menjadi lebih manja dan mudah rewel. Bayi terlihat tidak mau ditinggal dan selalu ingin digendong, dan ketika dilepas dari gendongan, bayi akan menangis histeris. Namun, menurut beberapa penelitian, menggendong bayi selama dua jam setiap hari dapat mengurangi tingkat rewel pada bayi. Bayi yang digendong selama tiga jam per hari akan merasa nyaman karena ibu selalu ada di dekatnya, sehingga bayi menjadi lebih tenang dan tidak mudah rewel. Jadi, menggendong bayi tidak akan membuatnya menjadi lebih rewel.

Heading 3: Manfaat Menggendong Bayi dengan Benar

Selain membahas fakta dan mitos seputar menggendong bayi, penting juga untuk mengetahui manfaat menggendong bayi dengan benar. Berikut adalah beberapa manfaat menggendong bayi yang dapat dirasakan oleh ibu dan bayi:

1. Meningkatkan ikatan emosional antara ibu dan bayi

Menggendong bayi dengan benar dapat membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Saat bayi merasa didekati dan dicium oleh ibu, rasa aman dan nyaman akan tercipta. Ini adalah momen yang penting dalam membentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi.

2. Membantu perkembangan motorik bayi

Menggendong bayi dengan benar juga dapat membantu perkembangan motorik bayi. Saat bayi digendong, ia akan aktif menggerakkan kaki dan tangan untuk mencari keseimbangan dan menjaga posisi tubuhnya. Ini adalah latihan yang baik untuk perkembangan otot dan keterampilan motorik bayi.

3. Mengatasi kolik pada bayi

Menggendong bayi dengan benar juga dapat membantu mengatasi kolik pada bayi. Saat bayi digendong dan merasa dekat dengan ibu, ia akan merasa lebih tenang dan nyaman. Sentuhan dan suara ibu dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kolik.

Baca Juga:  Bolehkah Memberi Susu Formula Terbaik untuk Bayi 0-6 Bulan?

4. Mencegah sindrom kepala peyang

Menggendong bayi dengan benar juga dapat mencegah terjadinya sindrom kepala peyang. Dengan menggendong bayi dengan posisi yang tepat, tekanan pada kepala bayi dapat terdistribusi dengan baik dan tidak menyebabkan deformitas pada bentuk kepala bayi.

5. Mengatasi depresi pasca melahirkan

Menggendong bayi dengan benar juga dapat membantu ibu mengatasi depresi pasca melahirkan. Saat ibu menggendong bayi, hormon oksitosin akan dilepaskan, yang dapat meningkatkan perasaan bahagia dan mengurangi stres. Menggendong bayi juga dapat membuat ibu merasa lebih dekat dengan bayinya dan memberikan perasaan kebahagiaan dan kepuasan.

Dalam menggendong bayi, penting untuk memperhatikan posisi yang benar agar bayi merasa nyaman dan aman. Berikut adalah beberapa tips menggendong bayi dengan benar:

1. Dukung kepala dan leher bayi dengan tangan Anda

Pastikan tangan Anda selalu mendukung kepala dan leher bayi saat menggendong. Kepala bayi masih lemah dan perlu dukungan ekstra saat digendong.

2. Gunakan posisi yang ergonomis

Pilih posisi menggendong yang ergonomis, seperti posisi bayi menghadap ke dada ibu dengan posisi lutut yang sedikit lebih tinggi dari pantat. Ini akan membantu mencegah terjadinya gangguan pada tulang belakang bayi.

3. Jaga kenyamanan bayi

Pastikan bayi merasa nyaman saat digendong. Periksa apakah bayi terlalu panas atau terlalu dingin, dan sesuaikan pakaian bayi sesuai dengan suhu ruangan.

4. Jangan menggendong bayi terlalu lama

Meskipun menggendong bayi memiliki banyak manfaat, jangan menggendong bayi terlalu lama. Berikan bayi waktu untuk bergerak dan beristirahat di tempat tidur atau karpet bayi.

5. Perhatikan tanda-tanda kelelahan

Perhatikan tanda-tanda kelelahan pada bayi saat menggendong. Jika bayi tertidur atau menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti digendong, berikan bayi kesempatan untuk beristirahat.

Baca Juga:  3 Cara Unik Mengabadikan Kehamilan

Dengan mengikuti tips-tips di atas, ibu dapat menggendong bayi dengan benar dan memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan dan kesehatan bayi.

Heading 3: Kesimpulan

Menggendong bayi adalah kegiatan yang tidak ketinggalan zaman dan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Meskipun terdapat mitos seputar menggendong bayi, penting bagi ibu untuk mencari informasi yang akurat dan melakukan dengan benar. Menggendong bayi dengan cara yang tepat dapat memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi, membantu perkembangan motorik bayi, mengatasi kolik, mencegah sindrom kepala peyang, dan mengatasi depresi pasca melahirkan. Dengan memperhatikan posisi yang benar dan kenyamanan bayi, ibu dapat menggendong bayi dengan aman dan memberikan manfaat yang baik bagi perkembangan dan kesehatan bayi.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com