Campak, Rubella, dan Roseola (I)


Gejala Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh paramiksovirus dan memiliki gejala yang khas. Berikut adalah gejala-gejala yang muncul pada penderita campak:

1. Hidung berair dan sedikit batuk
Pada awal infeksi, penderita campak akan mengalami hidung berair dan batuk ringan. Hal ini disebabkan oleh peradangan pada saluran pernapasan atas.

2. Mata berair dan radang mata (conjunctivitis)
Gejala campak yang juga sering muncul adalah mata berair dan peradangan pada mata yang disebut conjunctivitis. Penderita akan merasa tidak nyaman dan silau saat melihat cahaya.

3. Muncul bercak putih-abu di dalam mulut (Koplik Spots)
Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bercak putih-abu di dalam mulut, tepatnya di pipi bagian dalam. Bercak ini disebut dengan Koplik Spots. Keberadaan Koplik Spots ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis campak.

4. Demam tinggi bertahap
Pada penderita campak, demam akan muncul secara bertahap dan suhu tubuh dapat mencapai 38-40,5 derajat Celsius. Demam ini merupakan reaksi tubuh terhadap infeksi virus campak.

5. Ruam merah-merah
Setelah beberapa hari demam, penderita campak akan mengalami ruam merah-merah pada kulit. Ruam ini pertama kali muncul di daerah muka, disekitar garis rambut dan belakang telinga. Kemudian ruam akan menyebar ke dada, punggung, paha, dan kaki. Beberapa anak mungkin akan merasakan gatal-gatal pada ruam ini.

6. Bentuk dan jumlah ruam
Ruam pada campak dapat berbentuk timbul atau datar. Jumlah ruam juga dapat menandai tingkat keparahan penyakit. Semakin banyak dan penuh ruam yang muncul, semakin berat juga penyakit campak tersebut. Ketika demam mulai menurun, ruam merah ini juga akan menghilang secara bertahap sesuai urutan timbulnya.

Baca Juga:  Kandungan Skincare Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Pencegahan dan Penanganan Campak

Untuk mencegah dan mengatasi campak, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Imunisasi
Imunisasi campak sangat penting dalam pencegahan campak. Imunisasi pertama kali diberikan pada usia 9 bulan, karena pada usia ini kekebalan tubuh terhadap campak yang dibawa dari lahir sudah mulai menurun. Jika tidak diberikan imunisasi pada usia 9 bulan, pemberian MMR (Measles, Mumps, Rubella) dapat dilakukan pada usia 12 bulan.

2. Karantina
Penderita campak harus dikarantina agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Karantina dilakukan selama 4 hari sebelum ruam muncul dan 4 hari setelah ruam muncul.

3. Penanganan gejala
Untuk mengatasi gejala campak, dapat diberikan parasetamol jika demam anak mencapai suhu di atas 38,5 derajat Celsius dan anak menjadi gelisah atau rewel. Penting juga untuk menghindari kejang demam pada anak yang berbakat kejang dengan memberikan perhatian khusus pada suhu tubuh dan memberikan banyak cairan.

4. Meredakan batuk dan sakit tenggorokan
Untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan, dapat dilakukan dengan menguapi ruangan atau kamar tempat anak berada. Mengurangi paparan terhadap cahaya terang, seperti lampu dan layar komputer atau televisi, juga dapat membantu meredakan gejala mata yang terjadi pada penderita campak.

5. Antibiotik
Jika terjadi komplikasi bakteri yang muncul sebagai akibat infeksi campak, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mengatasi komplikasi tersebut.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, campak dapat diatasi dan komplikasi yang mungkin terjadi dapat dicegah. Penting untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan anak agar terhindar dari penyakit campak. Jangan anggap remeh campak, karena dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Kesimpulan

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh paramiksovirus dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Gejala campak meliputi hidung berair, mata berair, Koplik Spots di dalam mulut, demam tinggi bertahap, ruam merah-merah, dan lain-lain. Pencegahan campak dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi pada usia 9 bulan atau MMR pada usia 12 bulan. Selain itu, penderita campak juga perlu dikarantina agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Penanganan gejala campak meliputi pemberian parasetamol, waspada terhadap kejang demam, memberikan banyak cairan, dan meredakan batuk dan sakit tenggorokan. Jika terjadi komplikasi, antibiotik dapat diresepkan oleh dokter. Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, campak dapat diatasi dan komplikasi yang mungkin terjadi dapat dicegah. Penting untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan anak agar terhindar dari penyakit campak.

Baca Juga:  13 Jenis Tukang yang Perlu Bapak Tahu agar Hidup Lebih Mudah


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com