3 Penyebab Hernia Pada Bayi Ini Harus Ibu Waspadai



Hernia pada bayi adalah kondisi di mana organ atau jaringan dalam tubuh bayi keluar dari posisi yang seharusnya. Kondisi ini terjadi karena adanya kelainan pada otot-otot yang tidak mampu menahan organ atau jaringan tersebut. Hernia pada bayi dapat terjadi ketika bagian usus menonjol keluar dari otot-otot dinding perut yang lemah.

Ada dua jenis hernia pada bayi yang umum terjadi, yaitu hernia umbilikal dan hernia inguinalis. Hernia umbilikal terjadi ketika lubang kecil pada otot perut yang menghubungkan tali pusat ibu dan bayi tidak menutup dengan sempurna. Hernia umbilikal tidak menyebabkan rasa sakit atau bahaya dan biasanya dapat menutup sendiri tanpa perlu operasi. Namun, jika lubang tidak menutup hingga bayi berusia 5 tahun, dokter akan melakukan operasi untuk menutupnya.

Hernia inguinalis terjadi pada bayi laki-laki dan jarang terjadi pada bayi perempuan. Pada hernia inguinalis, bagian usus dapat masuk ke dalam kanal inguinalis yang terletak di dinding perut bagian bawah. Jika kanal tidak menutup dengan sempurna, usus dapat menonjol keluar dan menyebabkan hernia. Hernia inguinalis harus segera dioperasi untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab hernia pada bayi. Faktor pertama adalah kelemahan otot atau jaringan dalam tubuh bayi. Jaringan yang lemah dapat membuat organ-organ internal, terutama usus, menonjol keluar. Faktor kedua adalah adanya cacat bawaan pada otot perut dan kanal inguinalis yang tidak menutup dengan sempurna. Faktor ketiga adalah faktor genetik, di mana hernia umbilikal dapat terjadi akibat faktor genetik yang diturunkan dari orang tua.

Gejala hernia pada bayi dapat terlihat dari adanya benjolan yang terlihat di permukaan kulit. Pada hernia umbilikal, benjolan terlihat di sekitar pusar bayi. Pada hernia inguinalis, benjolan terlihat di sekitar buah zakar atau lipatan paha bayi. Gejala lain yang dapat muncul adalah gangguan pencernaan seperti perut kembung, muntah, dan feses yang berdarah. Bayi yang mengalami hernia juga bisa menjadi rewel dan menangis karena merasakan ketidaknyamanan pada tubuhnya.

Baca Juga:  Bagaimana Melatih Bayi Bisa Bicara? Ini Tips dan Triknya!

Hernia pada bayi dapat menjadi bahaya jika bagian usus yang menonjol terjepit dan tidak dapat masuk kembali ke dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan bagian usus kehilangan suplai darah dan rusak. Gejala yang muncul jika hal ini terjadi adalah demam, muntah, benjolan berwarna kemerahan, dan bayi menangis kesakitan. Oleh karena itu, hernia pada bayi harus segera ditangani dengan operasi jika gejala sudah cukup parah dan terjadi komplikasi serius.

Diagnosis hernia pada bayi dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menentukan apakah hernia dapat didorong kembali ke dalam rongga perut atau memerlukan operasi. Hernia umbilikal umumnya dapat menghilang dengan sendirinya setelah bayi berusia 1 atau 2 tahun. Namun, jika hernia tidak hilang hingga bayi berusia 4 tahun, dokter akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Untuk mengatasi hernia pada bayi, operasi seringkali diperlukan untuk menutup lubang pada otot perut atau kanal inguinalis yang melemah. Operasi ini dilakukan untuk mendorong kembali benjolan ke dalam rongga perut dan menguatkan bagian yang lemah pada dinding perut. Penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk menghindari risiko yang lebih serius pada bayi.

Selain penanganan medis, Bunda juga dapat menjaga daya tahan tubuh bayi dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat. Jika bayi masih mendapatkan ASI, Bunda perlu memperhatikan pola makan yang baik dan seimbang agar produksi ASI meningkat. Jika bayi tidak mendapatkan ASI, Bunda bisa memberikan susu formula yang mengandung nutrisi penting seperti protein, DHA, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh bayi.

Dalam melakukan perawatan hernia pada bayi, Bunda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter jika Bunda melihat gejala atau tanda hernia pada bayi. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, risiko dan bahaya yang mungkin terjadi pada hernia bayi dapat diminimalisir.

Baca Juga:  10 Rekomendasi Skincare dengan Kandungan Ceramide beserta Manfaatnya


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com