6 Pengobatan Efektif untuk Cacar Air pada Anak



6 Pengobatan Efektif untuk Cacar Air pada Anak

Secara umum, cacar air pada anak menyerang si Kecil yang berusia di bawah 15 tahun. Cari tahu di sini cara efektif untuk mengatasinya!

Penyebab Cacar Air pada Anak
Infeksi cacar air pada anak disebabkan oleh virus varicella-zoster yang dapat menyebar melalui kontak langsung. Virus penyebab cacar air pada anak ini juga dapat menyebar ketika penderitanya batuk atau bersin.

Risiko terinfeksi virus varicella-zoster akan lebih tinggi jika si Kecil belum pernah menderita cacar air atau belum mendapatkan vaksin cacar air. Maka dari itu, penting bagi Bunda untuk memberikan vaksinasi cacar air yang biasanya diberikan sejak usia 12 bulan.

Anak yang pernah menderita cacar air atau telah menerima vaksin cacar air cenderung lebih kebal. Meski jarang terjadi, namun orang bisa terkena cacar air lebih dari satu kali. Apabila si Kecil telah divaksinasi dan masih terkena cacar air, gejalanya akan lebih ringan dengan lenting cacar yang disertai demam ringan atau bahkan tanpa demam.

Gejala dan Ciri-ciri Cacar Air pada Anak
Nah, gejala cacar air pada anak biasanya baru akan muncul 4-5 hari setelah si Kecil mengalami demam. Namun, berbeda dengan campak, ruam serta bintik air pada cacar muncul dalam 10-21 hari setelah anak pertama kali terpapar virus. Cacar air pada anak biasanya berlangsung selama 5-10 hari. Beberapa ciri-ciri cacar air pada anak yang harus Bunda perhatikan, yaitu:

Ruam kulit merah akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan atau disebut juga lenting cacar.
Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya.
Ruam kemerahan biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
Ruam atau lenting cacar juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin
Demam. Semakin banyak lenting cacar yang muncul, semakin tinggi demam.
Rasa lelah dan tidak enak badan
Kehilangan nafsu makan
Diameter bintik atau lenting yang menjadi ciri-ciri cacar air pada anak biasanya tidak lebih dari 0.5 cm. Lalu, perlu diketahui pula bahwa lentingan bisa menyebar lebih luas dan cepat pada anak dengan kondisi sistem imun yang lemah. Setelah beberapa hari atau minggu, lenting akan mengering, mengelupas, dan menjadi keropeng.

Demam sebagai gejala cacar air biasanya akan memuncak (38,8ยบ Celsius) di hari ketiga atau keempat. Setelah bintik atau lenting cacar perlahan mengering, demam akan mulai menurun. Namun, ada kemungkinan si Kecil tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintik tidak terlalu parah.

Baca Juga:  Yuk, Membuat Diorama Kekayaan Laut dengan Cara Kreatif

Cara Meredakan Cacar Air pada Anak
Sebagai tindakan untuk membantu meredakan gejala cacar air pada anak, Bunda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
Kompres dingin atau mandi air dingin/hangat setiap 3-4 jam, mandi tidak menyebabkan penjalaran ruam.
Ketika mandi, jangan gunakan sabun yang biasa, tapi gunakan sabun yang lembut seperti sabun bayi atau sabun khusus untuk kulit yang sensitif.
Untuk membantu mengeringkan lepuhan, oleskan lotion calamine di area yang gatal, jangan dioleskan di wajah terutama sekitar mata.
Berikan makanan yang dingin dan lembut, jangan memberikan minuman asam (misalnya jus jeruk) atau makanan asin.
Jangan gunakan aspirin untuk penurun panas, karena bisa menyebabkan sindrom Reye yang dapat berakibat fatal.
Jangan biarkan si Kecil menggaruk ruam, kenakan sarung tangan dan gunting pendek kukunya.
Untuk menghindari iritasi kulit akibat cacar air pada anak, kenakan baju katun yang longgar, ganti baju dan sprei setiap hari.
Hindari cuaca panas dan berkeringat.
Hindari pemakaian lotion yang mengandung antihistamin.
Istirahatkan total anak di rumah agar tidak menularkan virusnya.
Jangan menggaruk ruam yang muncul saat cacar air. Potong kuku anak dan selalu pastikan tangan anak bersih dan dicuci dengan sabun antibakteri.

Pengobatan Cacar Air pada Anak
Penyakit cacar air biasanya bisa sembuh dalam waktu kurang dari dua minggu. Meskipun begitu, gejala seperti demam serta lenting yang gatal bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Obat-obatan dan cara perawatan tertentu dapat meringankan gejala ini.

Bersamaan dengan pemberian obat medis, ada beberapa pengobatan cacar air pada anak yang bisa Bunda lakukan sendiri di rumah.

Menggunting kuku dan rajin mencuci tangan
Menjaga kuku tetap pendek adalah cara tepat untuk mencegah timbulnya luka akibat menggaruk kulit yang terdampak cacar. Saat menggunting kuku pastikan Bunda tidak membuat ujung kuku meruncing karena berisiko membuat iritasi di kulit. Bunda juga perlu menjaga tangan tetap bersih dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Jangan Biarkan si Kecil Menggaruk Lenting Cacar
Gejala cacar air pada anak yang khas yakni ruam kulit berupa lenting kemerahan yang terasa sangat gatal. Lenting cacar air dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh sehingga rasa gatalnya akan semakin mengganggu.

Baca Juga:  Tips Memilih Kaos Kaki yang Aman untuk Si Kecil

Namun, jangan biarkan anak atau Bunda sendiri menggaruknya karena bisa menyebabkan lenting pecah dan berpotensi membuat infeksi bakteri di kulit. Kondisi ini mengarah pada komplikasi cacar air. Akibatnya, ruam jadi menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan menyebabkan bekas cacar yang sulit hilang.

Mandi dengan Oatmeal
Mandi menggunakan oatmeal adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal saat terkena cacar air. Cara ini biasanya dilakukan untuk mengatasi cacar air pada anak.

Oatmeal dapat menjadi obat alami cacar air karena memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Kandungan patinya yang tinggi juga mampu meningkatkan kelembapan kulit yang kering.

Gunakan satu cangkir oatmeal untuk anak yang lebih besar atau 1/3 cangkir untuk bayi atau anak kecil. Oatmeal bisa berupa oat instan tanpa rasa, oat yang perlu dimasak, atau oat cepat. Bunda bisa menggunakan food processor atau penggiling kopi untuk membuat serpihan oatmeal menjadi sangat kecil.
Isilah bak mandi dengan air hangat (bukan panas). Tempatkan satu sendok makan oatmeal bubuk ke dalam segelas air hangat. Jika oat tampak seperti menyerap air dan mengubah air menjadi seperti susu, oatmeal telah ditumbuk dengan cukup halus.
Tempatkan oatmeal atau kantong gandum ke dalam bak mandi. Rendam tidak lebih dari 20 menit.

Mandi dengan Soda Kue
Selain mandi oatmeal, Bunda juga bisa menggunakan soda kue untuk campuran mandi si Kecil. Sama seperti oatmeal, soda kue juga membantu menghilangkan gatal cacar air. Ini karena soda kue mampu menetralisir asam yang ada di kulit sehingga akan membantu mengurangi iritasi.

Gunakan setengah cangkir soda kue dalam bak mandi yang berisi air hangat. Campurkan soda kue dengan air sampai merata. Rendam si Kecil dalam air tersebut selama sekitar 15-20 menit. Pastikan air mengenai semua bagian kulit yang terkena cacar air.

Gunakan Kompres Chamomile
Teh chamomile juga dapat meredakan area cacar air yang gatal. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa chamomile memiliki efek antiseptik dan anti-inflamasi saat dioleskan ke kulit.

Seduh dua hingga tiga kantong teh chamomile dan biarkan dingin atau masukkan ke dalam bak mandi air hangat. Kemudian, celupkan kapas lembut atau waslap ke dalam teh dan oleskan ke area kulit yang gatal. Setelah selesai mengoleskan kompres, tepuk-tepuk kulit dengan lembut hingga kering.

Pentingnya Nutrisi yang Tepat untuk Anak
Selain perawatan luar, memberikan nutrisi yang tepat juga sangat penting dalam mengatasi cacar air pada anak. Nutrisi yang cukup dan seimbang dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh si Kecil.

Baca Juga:  Simak 5 Tips Berikut untuk Mengendalikan Perubahan Emosi

Selama masa tumbuh kembangnya, hormon pertumbuhan sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan otot anak. Peran 9AAE sangat berpengaruh pada hormon pertumbuhan. Bahkan kekurangan 1 dari 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan sebanyak 34%, dan kekurangan semua jenis 9AAE dapat menurunkan potensi tinggi badan hingga 50%. 9AAE dan DHA harus terpenuhi bersamaan. Karena keduanya harus bekerja bersamaan dan harus dipenuhi dari makanan karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri.

Dalam memberikan nutrisi yang tepat, Bunda dapat memperhatikan asupan makanan si Kecil. Pastikan si Kecil mendapatkan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral yang cukup. Selain itu, perbanyak juga konsumsi air putih agar tubuh si Kecil tetap terhidrasi dengan baik.

Konsultasikan dengan Ahli Gizi
Jika Bunda masih memiliki pertanyaan atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai nutrisi yang tepat untuk anak, Bunda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi. Ahli gizi dapat memberikan panduan dan saran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan si Kecil.

Konsultasi dengan ahli gizi juga penting untuk memastikan bahwa si Kecil mendapatkan nutrisi yang tepat saat sedang dalam masa pemulihan dari cacar air. Ahli gizi dapat membantu merencanakan menu makanan yang seimbang dan mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan si Kecil.

Dengan perawatan dan nutrisi yang tepat, Bunda dapat membantu si Kecil pulih lebih cepat dari cacar air dan menjaga kesehatannya secara keseluruhan. Selalu perhatikan gejala dan ciri-ciri cacar air pada anak, serta ikuti langkah-langkah pengobatan yang disarankan oleh dokter atau ahli gizi. Jaga kebersihan dan hindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang menderita cacar air untuk mencegah penyebaran virus. Semoga si Kecil segera sembuh dan kembali aktif bermain seperti biasa!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com