Lulus SMA Mau Masuk Akademi Militer? Ini Syarat-Syaratnya


Syarat Umum untuk Masuk Akademi Militer

Untuk anak-anak mommies yang bermimpi untuk masuk Akademi Militer, ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi. Pertama, calon taruna/taruni harus merupakan warga negara Indonesia. Selain itu, mereka juga harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan menganut salah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia atau sebagai penghayat kepercayaan.

Selanjutnya, calon taruna/taruni harus setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Mereka juga harus berumur antara 17 tahun 9 bulan hingga 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Agustus 2023.

Calon taruna/taruni juga harus tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri. Mereka harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, serta tidak berkacamata. Selain itu, calon taruna/taruni tidak boleh sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Syarat Lain untuk Masuk Akademi Militer

Terdapat beberapa persyaratan lain yang perlu dipenuhi oleh calon taruna/taruni untuk masuk Akademi Militer. Pertama, mereka tidak boleh merupakan anggota atau mantan prajurit TNI/Polri dan PNS. Selanjutnya, calon taruna/taruni harus memiliki ijazah SMA/MA dengan ketentuan nilai yang ditentukan.

Bagi lulusan tahun 2018, mereka harus merupakan lulusan SMA/MA program IPA/IPS dengan nilai ujian akhir nasional (UN) rata-rata minimal 46,00. Untuk lulusan tahun 2019, nilai UN rata-rata minimal yang dibutuhkan adalah 47,50.

Untuk lulusan tahun 2020 hingga 2022, persyaratan nilai yang harus dipenuhi berbeda-beda. Lulusan tahun 2020 harus memiliki nilai rata-rata raport kelas X hingga XII minimal 70, tanpa ada nilai di bawah 60. Sedangkan untuk lulusan tahun 2021 dan 2022, nilai rata-rata raport kelas X hingga XII minimal yang dibutuhkan adalah 75, tanpa ada nilai di bawah 65.

Baca Juga:  Hati-hati, Sariawan Memicu Penyakit Lain!

Untuk lulusan SMA/MA daerah Papua dan Papua Barat yang merupakan putra asli, nilai rata-rata raport minimal yang dibutuhkan adalah 70, tanpa ada nilai minimal untuk tiap mata pelajaran. Sedangkan untuk lulusan tahun 2023, persyaratan akan ditentukan kemudian.

Selain itu, calon taruna/taruni juga harus belum pernah menikah dan sanggup untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama sampai dengan 1 tahun setelah selesai pendidikan pertama. Mereka juga harus memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm bagi pria dan 157 cm bagi wanita, serta memiliki berat badan yang seimbang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Calon taruna/taruni juga harus bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, mereka juga harus memiliki kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang aktif.

Perhatikan Penipuan yang Mengatasnamakan Panitia Penerimaan

Sebagai orangtua, kita harus berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan panitia penerimaan Akademi Militer. Penting untuk diketahui bahwa penerimaan calon taruna/taruni Akmil sama sekali tidak dipungut biaya.

Jadi, jika ada yang mengatasnamakan panitia penerimaan meminta sejumlah uang sebagai salah satu persyaratan lulus, mommies harus waspada dan tidak mempercayainya. Bunda dapat mengecek lebih lanjut panduan penerimaan calon taruna/taruni Akmil di situs resmi rekrutmen TNI.

Di situs resmi tersebut, mommies juga dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran calon taruna/taruni Akmil, serta pendaftaran untuk menjadi tamtama, taruna AAL, taruna AAU, hingga bintara. Semoga anak-anak mommies dapat meraih cita-cita mereka untuk menjadi prajurit yang berkualitas. Good luck!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com