Hemangioma, Kenali Gejala, Penyebab, & Pengobatannya

Hemangioma adalah sebuah kondisi di mana bayi mengalami tanda lahir berupa benjolan berwarna kemerahan pada kulitnya. Tanda lahir ini biasanya muncul di wajah, kulit kepala, leher, punggung, atau bagian tubuh lainnya. Hemangioma dapat terjadi pada bayi yang berusia di bawah 18 bulan. Meskipun tanda lahir ini bisa muncul di organ dalam tubuh, otot, atau tulang, namun umumnya hemangioma hanya terlihat pada permukaan kulit.

Tanda lahir hemangioma pada bayi umumnya berwarna merah, tetapi ada juga yang berwarna coklat. Hemangioma bukanlah kondisi yang berbahaya dan umumnya akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi. Sekitar 50% kasus hemangioma akan menyusut saat anak berusia sekitar 5 tahun, dan pada usia 10 tahun, tanda lahir ini akan memudar.

Meskipun begitu, beberapa kasus hemangioma dapat mengakibatkan gangguan pada pernapasan atau penglihatan. Jika hemangioma mengganggu kesehatan atau perkembangan bayi, maka perlu dilakukan pengobatan. Namun, sebelum membahas lebih lanjut mengenai pengobatan hemangioma, mari kita bahas terlebih dahulu gejala-gejala yang mungkin terjadi pada bayi yang mengalami hemangioma.

Gejala Hemangioma
Hemangioma memiliki gejala yang bisa terlihat dalam dua fase, yaitu fase awal dan fase tidak aktif.

1. Fase awal: Pada fase ini, tanda lahir berupa benjolan merah muncul di kulit bayi. Benjolan ini bisa tumbuh dengan cepat dan terlihat menonjol dari permukaan kulit. Hemangioma bisa muncul sejak bayi lahir atau beberapa bulan setelahnya. Pada umumnya, hanya ada satu benjolan hemangioma, tetapi pada bayi kembar, bisa muncul lebih dari satu benjolan.

2. Fase tidak aktif: Pada fase ini, tanda lahir berwarna merah akan menghilang perlahan saat anak memasuki usia 5-10 tahun. Meskipun menghilang, akan ada perbedaan warna kulit secara permanen, meskipun tidak mencolok seperti ketika tanda lahir pertama kali muncul.

Baca Juga:  Ternyata Ayah Juga Bisa Ngidam, lho!

Penyebab Hemangioma
Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti dari hemangioma masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya hemangioma pada bayi. Beberapa faktor penyebab hemangioma antara lain:

1. Bayi terlahir prematur.
2. Bayi terlahir dengan berat badan rendah.
3. Adanya riwayat keluarga dengan kelainan genetik.
4. Bayi mengalami gangguan perkembangan selama dalam kandungan.
5. Jenis kelamin perempuan.

Komplikasi Hemangioma
Hemangioma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, hemangioma dapat menimbulkan komplikasi yang perlu diwaspadai. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat hemangioma antara lain:

1. Infeksi: Hemangioma yang terluka atau pecah dapat mengakibatkan infeksi pada kulit.
2. Luka terbuka yang menyakitkan: Hemangioma yang terluka atau pecah bisa menimbulkan luka yang terasa sakit.
3. Pendarahan: Hemangioma yang terluka atau pecah juga dapat menyebabkan pendarahan.
4. Gangguan penampilan: Hemangioma yang terletak di area yang terlihat dapat mengganggu penampilan bayi.
5. Gangguan pencernaan: Hemangioma di area organ dalam tubuh dapat mengganggu fungsi pencernaan.
6. Gangguan pernapasan: Hemangioma yang terletak di area yang menghalangi saluran pernapasan dapat menyebabkan gangguan pernapasan.
7. Gangguan penglihatan: Hemangioma yang terletak di area yang mengganggu penglihatan dapat menyebabkan gangguan penglihatan.
8. Gangguan pendengaran: Hemangioma yang terletak di area yang mengganggu pendengaran dapat menyebabkan gangguan pendengaran.
9. Gangguan pada jantung: Hemangioma yang terletak di area jantung dapat menyebabkan gangguan pada jantung.

Diagnosis Hemangioma
Diagnosis hemangioma dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Jika benjolan hemangioma terlihat tidak normal atau mengalami luka, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Tes darah atau pengambilan sampel jaringan dari benjolan hemangioma dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Jika dugaan adanya penyebab lain dari benjolan tersebut, dokter dapat merujuk bayi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, atau USG Doppler.

Baca Juga:  6 Manfaat Kentang untuk MPASI Bayi

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Sebagai orangtua, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika Anda melihat adanya benjolan pada bayi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apa penyebab benjolan tersebut dan apakah kondisi tersebut berbahaya atau tidak. Jika hemangioma mengalami luka atau pecah, segeralah periksakan bayi ke dokter untuk mencegah infeksi dan pendarahan. Selain itu, bawa bayi ke dokter jika ia mengalami gangguan pendengaran, pernapasan, penglihatan, atau kesulitan buang air.

Pengobatan Hemangioma
Sebagian besar hemangioma akan sembuh dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, pada beberapa kasus, jika hemangioma mengganggu kesehatan atau perkembangan bayi, dokter akan merekomendasikan pengobatan berikut ini:

1. Steroid: Steroid diberikan melalui suntikan untuk menghentikan pertumbuhan hemangioma. Pengobatan ini umumnya diberikan jika hemangioma menyebabkan gangguan pernapasan atau penglihatan. Penggunaan steroid dapat menyebabkan efek samping seperti peningkatan tekanan darah, katarak, atau gangguan pertumbuhan.

2. Obat penghambat beta: Obat penghambat beta seperti propanolol dapat diberikan secara oral untuk mengurangi ukuran hemangioma. Penggunaan obat ini mungkin akan menyebabkan efek samping seperti mengi, peningkatan tekanan darah, atau peningkatan gula darah.

3. Pengobatan laser: Pengobatan laser dapat dilakukan untuk mengurangi ukuran hemangioma yang sudah cukup besar. Pengobatan ini dapat menyebabkan efek samping seperti pendarahan, nyeri, perubahan warna kulit, atau bekas luka.

4. Pengobatan lainnya: Terkadang, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan lain atau melakukan prosedur bedah jika diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa setiap kasus hemangioma dapat berbeda-beda, dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter dapat berbeda pula. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi bayi.

Pencegahan Hemangioma
Hingga saat ini, belum ada cara yang dapat mencegah tumbuhnya hemangioma pada bayi. Hemangioma adalah kondisi yang tidak dapat diprediksi dan tidak diketahui penyebab pastinya. Sebagai orangtua, yang dapat Anda lakukan adalah mengamati perkembangan hemangioma pada bayi. Jika hemangioma tidak menyebabkan gangguan dan tidak mengalami perubahan yang signifikan, biasanya tidak perlu dilakukan pengobatan.

Baca Juga:  Menu Makanan yang Tepat untuk Ibu Setelah Melahirkan

Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran lebih lanjut mengenai hemangioma pada bayi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi tersebut dan memberikan penanganan yang sesuai.

Kesimpulan
Hemangioma adalah tanda lahir berupa benjolan berwarna kemerahan yang muncul pada kulit bayi. Hemangioma umumnya tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan bayi. Namun, pada beberapa kasus, hemangioma dapat mengganggu kesehatan atau perkembangan bayi dan memerlukan pengobatan.

Jika Anda melihat adanya benjolan pada bayi atau memiliki kekhawatiran mengenai hemangioma, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan penjelasan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi bayi. Selalu perhatikan perkembangan bayi Anda dan jangan ragu untuk meminta bantuan medis jika diperlukan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com