12 Penyebab Kista Berdasarkan Jenisnya

Gejala Kista

Kista adalah kondisi medis di mana terjadi pembentukan benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut. Gejala kista dapat bervariasi tergantung pada jenis kista yang dialami oleh seseorang. Beberapa gejala umum yang dapat muncul ketika seseorang mengidap kista antara lain:

1. Munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu: Salah satu gejala utama kista adalah adanya benjolan yang tumbuh di bawah kulit. Letak benjolan ini dapat bervariasi tergantung pada jenis kista yang dialami oleh seseorang. Benjolan ini bisa muncul di wajah, leher, dada, punggung, kulit kepala, telapak tangan, atau telapak kaki.

2. Kemerahan pada kulit di sekitar kista: Pada beberapa kasus, kulit di sekitar area kista dapat menjadi merah. Hal ini biasanya terjadi karena adanya peradangan pada area tersebut.

3. Keluar darah atau nanah berbau tidak sedap dari benjolan: Jika kista mengalami infeksi, maka bisa terjadi keluarnya darah atau nanah dari benjolan tersebut. Nanah yang keluar biasanya memiliki bau yang tidak sedap.

4. Nyeri pada kista: Pada beberapa kasus, kista dapat menyebabkan rasa nyeri pada area yang terkena. Nyeri ini bisa berupa nyeri yang terus-menerus atau nyeri yang timbul saat ditekan.

5. Kaku atau kesemutan pada area yang ditumbuhi kista: Beberapa orang yang mengidap kista juga melaporkan adanya rasa kaku atau kesemutan pada area yang ditumbuhi kista.

6. Mual dan muntah: Pada kasus kista tertentu, seseorang juga bisa mengalami gejala seperti mual dan muntah. Hal ini biasanya terjadi jika kista mengganggu organ yang berdekatan.

7. Demam dan pusing: Jika kista mengalami infeksi, seseorang juga bisa mengalami demam dan pusing. Demam adalah gejala umum yang muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi.

Gejala-gejala di atas dapat bervariasi tergantung pada jenis kista yang dialami oleh seseorang. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memahami gejala-gejala tersebut agar dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat jika mengalami kista.

Penyebab Kista Berdasarkan Jenisnya

Penyebab kista juga bervariasi tergantung pada jenis kista yang dialami oleh seseorang. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab kista berdasarkan jenisnya:

1. Kista Ovarium: Kista ovarium adalah jenis kista yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Penyebab kista ovarium umumnya terkait dengan siklus menstruasi. Selama siklus menstruasi, folikel yang mengandung sel telur bisa terus tumbuh dan membentuk kista. Kista ovarium juga bisa terbentuk akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Selain itu, faktor keturunan juga dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kista ovarium.

Baca Juga:  Dirancang Khusus, Berikut Rekomendasi Pakaian Dalam Setelah Melahirkan Sesar

2. Kista Baker: Kista Baker atau kista popliteal adalah benjolan yang terbentuk di belakang lutut. Penyebab kista Baker umumnya karena penumpukan cairan sendi (sinovial) di belakang lutut. Penumpukan cairan ini bisa terjadi akibat peradangan pada sendi lutut atau cedera pada lutut.

3. Kista Celah Brankial: Kista celah brankial adalah penyakit bawaan yang ditandai dengan munculnya benjolan pada salah satu atau kedua sisi leher anak. Kista celah brankial terjadi ketika jaringan yang membentuk tenggorokan dan leher tidak berkembang secara normal. Akibatnya, terbentuk celah pada salah satu atau kedua sisi leher.

4. Kista Epidermoid: Kista epidermoid adalah benjolan yang terbentuk di bawah kulit dan berisi keratin, yaitu protein pembentuk rambut, kulit, dan kuku. Penyebab kista epidermoid adalah penumpukan keratin di bawah kulit. Kista epidermoid biasanya muncul di bagian kepala, leher, wajah, punggung, dan bagian kelamin.

5. Kista Ganglion: Kista ganglion adalah benjolan yang terbentuk di sepanjang tendon, yaitu jaringan penghubung otot, tulang, dan persendian. Penyebab kista ganglion belum diketahui dengan pasti, namun diduga terjadi akibat penumpukan cairan di bagian persendian.

6. Kista Kalazion: Kista kalazion adalah benjolan yang terbentuk di kelopak mata. Penyebab kista kalazion adalah adanya penyumbatan pada kelenjar minyak di kelopak mata. Bila terjadi infeksi, benjolan akan semakin membengkak dan menimbulkan nyeri.

7. Kista Mucocele: Kista mucocele adalah benjolan yang terbentuk di bibir atau di sekitar mulut. Kista jenis ini terjadi ketika kelenjar saliva atau ludah tersumbat oleh lendir. Kista mucocele tidak menimbulkan nyeri dan biasanya hilang dengan sendirinya.

8. Kista Payudara: Kista payudara adalah benjolan yang terbentuk di dalam kelenjar payudara dan berisi cairan. Penyebab kista payudara adalah penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara.

9. Kista Pilar: Kista pilar atau kista trikilemal adalah benjolan yang terbentuk akibat penumpukan keratin pada folikel rambut. Kista pilar umumnya tumbuh di kulit kepala.

Baca Juga:  6 Tips Meredakan Sakit Gigi Saat Hamil Secara Alami

10. Kista Pilonidal: Kista pilonidal adalah benjolan yang muncul di bagian atas belahan bokong. Penyebab kista pilonidal belum diketahui dengan pasti, namun diduga terjadi akibat rambut di area belahan bokong yang menembus kulit dan memicu tumbuhnya kista.

11. Jerawat Kista: Jerawat kista terbentuk dari kombinasi bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Jerawat kista biasanya berukuran besar seperti bisul dan bisa terasa nyeri jika disentuh.

12. Kista Aterom: Kista aterom adalah benjolan yang terbentuk di wajah, leher, dada, dan punggung. Penyebab kista aterom adalah penyumbatan pada kelenjar minyak atau kerusakan sel pada saat operasi. Faktor keturunan juga dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang mengalami kista aterom.

Penyebab kista dapat bervariasi dan tergantung pada jenis kista yang dialami oleh seseorang. Penting bagi seseorang untuk memahami penyebab kista agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat atau mendapatkan pengobatan yang sesuai jika mengalami kista.

Cara Mengobati Kista

Sebenarnya, kista dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Jika kista masih sangat kecil dan tidak menunjukkan gejala berisiko, maka proses penyembuhan bisa dipercepat dengan cara mengompres kista menggunakan kompres hangat. Namun, penting untuk diingat bahwa memecahkan kista sendiri tidak disarankan karena dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya.

Jika kista tidak hilang dengan sendirinya atau semakin membesar, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menganalisis kondisi kista untuk menentukan pengobatan yang tepat. Beberapa metode pengobatan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi kista antara lain:

1. Suntikan: Dokter dapat melakukan suntikan obat untuk mengurangi ukuran kista atau menghilangkannya.

2. Penyedotan cairan: Jika kista berisi cairan, dokter dapat melakukan prosedur penyedotan cairan untuk mengurangi ukuran kista.

3. Operasi: Jika kista sangat besar atau menimbulkan risiko kesehatan, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat kista secara keseluruhan.

Pilihan pengobatan tergantung pada jenis kista, ukuran kista, dan gejala yang dialami oleh penderita. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kista yang dialami.

Pengaruh Kista pada Kehamilan

Salah satu jenis kista yang sering dialami oleh wanita hamil adalah kista ovarium. Kista ovarium umumnya baru diketahui ketika wanita hamil melakukan pemeriksaan USG. Jika kista ovarium timbul pada salah satu ovarium, gejalanya tidak khas dan bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, jika kista semakin membesar, wanita hamil dapat mengalami gejala seperti nyeri panggul, nyeri di bagian atas kemaluan, cepat merasa kenyang, perut kembung, sering buang air kecil, pendarahan di vagina, mual, muntah, dan nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Baca Juga:  Didik Anak Usia 2 Tahun dengan Cara yang Tepat

Jika wanita hamil mengalami gejala-gejala tersebut, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter akan memantau perkembangan kista dan menentukan tindakan yang diperlukan. Meskipun kista pada wanita hamil tidak selalu memengaruhi kehamilan dan janin, tetapi tetap diperlukan pemantauan dan penanganan yang tepat. Jika ukuran kista kecil dan tidak berbahaya, dokter mungkin hanya akan melakukan pemeriksaan rutin dan USG untuk memantau perkembangannya.

Oleh karena itu, penting bagi wanita hamil untuk memeriksakan diri ke dokter jika ditemukan adanya kista ovarium atau gejala yang mencurigakan. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai sesuai dengan kondisi kista dan kehamilan yang dialami.

Dalam kesimpulan, kista adalah kondisi medis di mana terjadi pembentukan benjolan di bawah kulit yang berisi cairan, udara, atau zat padat seperti rambut. Penyebab kista bervariasi tergantung pada jenis kista yang dialami. Gejala kista dapat bervariasi, namun beberapa gejala umum yang muncul antara lain munculnya benjolan, kemerahan pada kulit di sekitar kista, keluarnya darah atau nanah berbau tidak sedap, nyeri pada kista, kaku atau kesemutan pada area yang ditumbuhi kista, mual, muntah, demam, dan pusing.

Pengobatan kista dapat dilakukan melalui kompres hangat, suntikan obat, penyedotan cairan, atau operasi tergantung pada kondisi kista yang dialami. Jika wanita hamil mengalami kista ovarium, penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Meskipun kista pada wanita hamil tidak selalu memengaruhi kehamilan dan janin, tetapi tetap diperlukan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Untuk menghindari risiko terjadinya kista, penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dengan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, dan rutin berolahraga. Jika mengalami gejala kista atau memiliki riwayat kista dalam keluarga, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com