Ibu Wajib Tahu 6 Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir memang memerlukan perawatan dan kesabaran yang ekstra. Supaya Bunda tidak bingung apa saja rangkaian perawatan bayi baru lahir, coba simak cara merawat bayi baru lahir berikut:

Perawatan kulit bayi
Bunda perlu berhati-hati dalam menerapkan cara merawat bayi baru lahir. Sebab, kulit bayi yang baru lahir relatif masih sensitif ya, Bu. Bunda tidak perlu memberikan losion atau krim dari produk perawatan bayi saat usianya masih kurang dari 1 bulan.

Bila ibu akan memberikan produk perawatan bayi, berikanlah produk yang khusus untuk bayi. Produk perawatan untuk orang dewasa biasanya mengandung pengharum atau pembersih yang mungkin tidak sesuai untuk kulit si Kecil. Hindari pula penggunaan bedak bayi secara berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada pernafasan, termasuk paru-parunya.

Bunda bisa melakukan perawatan dan menjaga kebersihan kulit si Kecil dengan cara memandikannya sehari dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari. Sedangkan kebersihan wajah dan tangannya dapat dijaga dengan cara mengusapnya dengan kain bersih, basah, lap hangat, atau kapas.

Perawatan untuk cradle cap
Cradle cap sering muncul pada bayi baru lahir, yaitu berupa kulit kering dan bersisik seperti ketombe. Kondisi ini disebabkan oleh kelenjar minyak yang menghasilkan minyak berlebihan akibat hormon-hormon yang diproduksi ibu dan ‘ditransfer’ ke bayi saat dilahirkan.

Kadangkala juga terdapat kelainan kulit kepala yang terlihat kekuningan, menebal, berminyak, dan mengelupas seperti berkerak. Cradle cap ini akan mulai menghilang dalam waktu 2-3 minggu setelah si Kecil lahir dan menghilang dengan sempurna dalam beberapa bulan.

Jika si Kecil mengalami hal serupa, Bunda bisa menerapkan cara merawat bayi baru lahir di rumah yang untuk menghilangkan cradle cap berikut:

Baca Juga:  Mengajar Bayi Membaca Dengan Menyenangkan (3) Metode Glenn Doman

Pijat lembut kepala si Kecil dengan jari-jari Bunda atau menggunakan sikat berbulu halus/lembut.
Saat mandi, berikan sampo dan pastikan kepalanya dibilas bersih hingga tidak terdapat sisa sampo lagi.
Setelah bersih, sikat kepala si Kecil dengan lembut atau bisa gunakan kain lembut bersih.

Perawatan kuku bayi
Kuku bayi baru lahir lebih lembut atau lunak dibandingkan kuku orang dewasa, tapi kadangkala kuku bayi mudah menggores kulitnya sendiri. Itu sebabnya Bunda perlu perhatian ekstra pada cara merawat bayi baru lahir yang satu ini.

Kuku si Kecil cenderung tumbuh lebih cepat dan perlu dipotong sekali atau dua kali dalam seminggu. Bila kuku si Kecil tumbuh dengan cepat, Bunda perlu memotong atau mengguntingnya dengan rutin menggunakan gunting kuku khusus bayi.

Ikuti langkah-langkah menggunting kuku bayi berikut ini:

Ajak salah satu anggota keluarga untuk menggendong si Kecil agar ia tidak banyak bergerak saat Bunda memotong kukunya.
Posisikan si Kecil di pangkuan, kemudian dudukkan di ayunan bayi atau tunggu sampai ia tertidur.
Tekan ujung jari sehingga ada jarak antara jari dan kuku yang memanjang dan pegang atau tahan jari si Kecil layaknya Bunda sedang memegang klip.
Mulailah menggunting kukunya perlahan, jangan sampai mengenai kulitnya.

Perawatan tali pusat bayi
Cara merawat pusar bayi baru lahir perlu dilakukan dengan hati-hati ya, Bu. Setelah si Kecil lahir, tali pusat harus dijaga kebersihannya dan usahakan selalu dalam keadaan kering. Biasanya tali pusat ini akan lepas dengan sendirinya, antara hari ke 10-21.

Perawatan tali pusat dilakukan dengan membiarkannya tidak tertutup popok dan jagalah tetap bersih serta tidak terkena urin bayi. Pada saat udara panas, si Kecil dapat memakai popok dan kaos longgar agar udara dapat bersirkulasi dengan baik dan mempercepat proses mengeringnya tali pusat.

Baca Juga:  3 Tahap Perkembangan Psikologi Anak yang Wajib Ibu Tahu

Bunda juga bisa mengoleskan ASI sebagai salah satu cara merawat bayi baru lahir untuk mempercepat lepasnya tali pusat si Kecil. Menurut penelitian, perawatan menggunakan ASI menyebabkan tali pusat terlepas lebih cepat dua hari dibandingkan dengan perawatan kering (tidak ditutup kasa) dan lebih cepat empat hari dibandingkan dengan ditutup kasa.

Bila ditemukan ada tanda-tanda infeksi, seperti tali pusar tampak kemerahan, bengkak, keluar nanah, dan/atau berbau, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Perawatan bayi laki-laki
Perawatan bayi laki-laki dengan penis yang sudah disirkumsisi (disunat) cukup mudah, yaitu dengan membersihkan kulit sekitar penis menggunakan sabun dan air bersih layaknya mandi. Bila belum disunat, sebaiknya jangan rendam si Kecil dalam air penuh busa sabun karena dapat mengiritasi jaringan penis.

Perawatan bayi perempuan
Perawatan bayi perempuan pada bagian alat kelaminnya dilakukan dengan mengusap bagian tersebut dengan kain bersih yang lembut dan basah saat mandi. Tidak perlu menggunakan sabun. Usap dari arah depan ke belakang agar tidak terjadi ‘transfer’ bakteri dari anus ke arah bagian alat kelaminnya. Bersihkan semua lipatannya dengan lembut agar si Kecil tidak terluka ya, Bu.

Itulah serangkaian cara merawat bayi baru lahir untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lakukan perawatan dengan hati-hati supaya tidak melukai tubuh mungilnya ya, Bu. Saat Bunda sedang melakukan serangkaian perawatan bayi ini, Bunda juga bisa mengajak ia bernyanyi atau berceloteh agar jalinan kasih antara ibu dan si Kecil semakin erat. Pastikan si Kecil tidak sampai kekurangan asupan ASI ya, Bu.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Baca Juga:  Tips Agar si Kecil Aman Bermain di Rumah

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com