Bu, Ini 6 Risiko Penggunaan Kipas Angin pada Anak

Bu, Ini 6 Risiko Penggunaan Kipas Angin pada Anak

Hidup di negara tropis seperti Indonesia, panas adalah hal yang biasa. Untuk mengatasi panas yang terasa, banyak orang menggunakan kipas angin sebagai salah satu solusi. Kipas angin memang dapat membantu meredakan panas dan memberikan kesejukan di ruangan. Namun, tahukah Bu bahwa penggunaan kipas angin pada anak-anak dapat berisiko pada kesehatan mereka?

Kipas angin umumnya lebih dipilih karena harganya yang terjangkau dan daya listrik yang dikeluarkan tidak besar. Walaupun membantu menyejukkan ruangan, Bunda perlu tahu bahwa kipas angin dapat memiliki dampak berbahaya jika digunakan terus menerus dan apabila langsung diarahkan ke tubuh si Kecil. Beberapa bahaya pemakaian kipas angin secara terus menerus pada si Kecil antara lain:

1. Berisiko Terkena Dehidrasi
Saat kipas diarahkan langsung ke tubuh si Kecil dengan pemakaian yang terus menerus selain membuat ruangan dingin, tubuh si Kecil bisa mengalami kekurangan cadangan air. Akibatnya, si Kecil akan mengalami dehidrasi dan kulit si Kecil pun juga menjadi kering karena air untuk menjaga kelembapan kulit berkurang. Si Kecil umumnya menunjukkan tanda-tanda sering kehausan jika terlalu lama menggunakan kipas angin.

2. Mengalami Hipotermia
Paparan angin dari kipas angin memang membantu si Kecil dalam mendinginkan suhu tubuhnya, namun jika terlalu lama, kipas angin dapat menjadi penyebab hipotermia pada si Kecil, dimana suhu tubuh si Kecil berkurang drastis dari suhu normalnya. Akan berbahaya jika penurunan suhu tubuh si Kecil berada hingga di bawah normal.

3. Terkena Infeksi Pernapasan
Kipas angin memiliki risiko dapat membawa debu atau kotoran yang terbawa angin. Walaupun kipas angin sering dibersihkan dan memiliki filter penyaring debu, tidak menutup kemungkinan adanya debu yang dapat terhirup oleh si Kecil hingga menyebabkan infeksi saluran pernapasan tertentu. Jika si Kecil terlalu sering menghirup angin dari kipas angin, si Kecil juga akan berisiko terkena asma di kemudian hari.

Baca Juga:  MAN Insan Cendekia Serpong, Madrasah Aliyah dengan Nilai UTBK Terbaik

4. Sinus
Ketika udara ruangan terasa kering karena suhu dingin yang dihasilkan oleh kipas angin, selaput lendir dalam hidung pun biasanya juga akan ikut kering. Semakin kering selaput lendir dalam hidung, maka produksi lendir akan semakin banyak. Produksi lendir yang berlebih dalam hidung akan mengganggu saluran pernapasan dan dapat menyebabkan iritasi sinus di saluran pernapasan.

5. Masalah Otot
Paparan angin yang dihasilkan oleh kipas angin dapat mengakibatkan si Kecil terkena masalah otot. Suhu dingin pada tubuh menyebabkan menurunnya produksi pelumas cairan otot dan sendi, sehingga otot menjadi kaku dan berisiko terkena nyeri otot. Si Kecil yang terlalu sering terpapar angin kipas angin saat malam hari ketika ia tidur, di pagi harinya si Kecil akan sering mengeluh karena nyeri di sekujur tubuhnya atau bisa jadi lebih rewel daripada saat ia mengeluh kepanasan.

6. Kesulitan Bernapas
Tidak hanya kekurangan air, paparan angin dari kipas angin yang langsung ditujuhkan ke wajah atau tubuh si Kecil dapat berisiko si Kecil kesulitan bernapas. Kebanyakan angin yang berasal dari kipas angin bisa jadi mengandung karbondioksida yang hanya berputar-putar di sekitar ruangan karena tidak ada aliran atau pertukaran udara di sekitarnya. Akhirnya, udara yang terhirup oleh si Kecil pun tidak terbaharui, sehingga oksigen tidak dapat terhirup dengan baik oleh tubuh.

Setelah mengetahui risiko penggunaan kipas angin pada anak-anak, sebagai orangtua, sebaiknya Bunda menggunakan kipas angin secara benar dan tidak berlebihan. Jika suhu ruangan sangat panas dan si Kecil menjadi rewel, tak menutup kemungkinan jika kipas angin tetap menjadi pilihan untuk digunakan. Akan tetapi, Bunda perlu mengatur waktu penggunaan kipas angin dalam kurun waktu tertentu saja. Jangan biarkan si Kecil terkena paparan angin secara langsung dari kipas angin. Hindari juga penggunaan kipas angin secara terus menerus.

Baca Juga:  Fakta Alba Baptista, Istri Chris Evans yang Usianya Lebih Muda 16 Tahun

Bunda tidak perlu khawatir jika si Kecil berkeringat, keringat yang dikeluarkan pada suhu panas adalah wajar. Berkeringat pada suhu yang panas juga menandakan bahwa metabolisme pada tubuh si Kecil berkerja dengan baik. Bunda hanya perlu memastikan dan memantau kebutuhan asupan cairan si Kecil yang harus selalu terpenuhi, agar si Kecil terhindar dari dehidrasi dan kekeringan pada kulit.

Selain itu, perlu juga Bunda ketahui, jika penggunaan kipas angin secara tepat juga akan memiliki manfaat pada kesehatan bayi. Menurut sebuah studi dari Archives of Pediatrics, si Kecil yang tidur di ruangan dengan kipas udara dan memiliki ventilasi di ruangannya, bisa mengalahkan dan menurunkan 75% risiko si Kecil terkena SIDS atau yang dikenal sebagai sindrom kematian bayi mendadak. Penting bagi Bunda untuk menjadi orangtua yang pintar dalam menjaga kesehatan si Kecil.

Sekarang Bunda sudah tahu apa saja risiko penggunaan kipas angin pada bayi, bukan? Sebisa mungkin, cobalah untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Agar si Kecil dapat tumbuh sehat, pastikan Bunda selalu memberikannya ASI yang berkualitas.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Baca Juga:  Waspadai Radang Telinga Tengah

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Jadi, sebagai orangtua yang bertanggung jawab, Bunda perlu memperhatikan risiko penggunaan kipas angin pada anak-anak. Gunakan kipas angin dengan bijak dan pahami batasannya. Pastikan kesehatan dan kenyamanan si Kecil tetap terjaga. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Bunda dan keluarga.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com