Anak Anda Belum Bisa Berhitung? Coba Permainan Ini!


Bermain Congklak untuk Membantu Logika dan Matematika Anak

Congklak merupakan salah satu permainan tradisional yang cukup populer di Indonesia. Terlihat hanya sebagai permainan sederhana memindahkan biji congklak dari satu lubang ke lubang lainnya, namun sebenarnya terdapat hitungan dan trik yang harus diperhatikan. Dalam permainan congklak, pemain harus memilih lubang mana yang harus diambil biji congklaknya agar dapat menembak lubang lawan yang isinya paling banyak. Sebaliknya, pemain juga harus menjaga agar lubang di pihaknya tidak terlalu banyak isinya sementara lubang di depannya kosong.

Dalam beberapa kesempatan bermain congklak bersama saya, Darris sering kali merasa frustrasi karena selalu kalah dalam permainan ini. Namun, sambil saya mengajarkan cara menghitung antara biji congklak dengan jumlah lubang, sekarang adik-adiknya yang ikut bermain juga merasa frustrasi karena Darris selalu menggunakan strategi yang baik dan mampu menghitung dengan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa permainan congklak tidak hanya sekedar permainan, tetapi juga dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan kemampuan logika dan matematika mereka.

Permainan congklak mengajarkan anak-anak tentang perhitungan, strategi, dan kemampuan memprediksi langkah lawan. Dalam menghitung biji congklak, anak-anak harus mampu menghitung jumlah biji yang mereka ambil dan memperkirakan berapa jumlah biji yang akan mereka dapatkan. Hal ini melatih kemampuan anak-anak dalam menghitung secara mental.

Selain itu, permainan congklak juga melibatkan strategi. Anak-anak harus memikirkan langkah apa yang harus mereka ambil agar dapat menembak lubang lawan yang isinya paling banyak. Mereka juga harus menjaga agar lubang di pihak mereka tidak terlalu banyak isinya sementara lubang di depannya kosong. Dalam hal ini, anak-anak diajarkan untuk berpikir secara strategis dan melihat beberapa langkah ke depan. Mereka belajar untuk memprediksi langkah lawan dan mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga:  Cegah Penuaan Kulit, Ini 9 Rekomendasi Toner untuk Usia 40-an Mulai Dari 35Ribuan

Permainan congklak juga melatih kemampuan berpikir kritis anak-anak. Mereka harus menganalisis situasi permainan, mempertimbangkan berbagai kemungkinan langkah yang dapat mereka ambil, dan membuat keputusan yang terbaik. Kemampuan berpikir kritis ini akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, di mana mereka harus menghadapi berbagai masalah dan membuat keputusan yang tepat.

Selain congklak, ada pula permainan catur yang dapat membantu anak-anak dalam mengembangkan kemampuan logika dan matematika mereka. Permainan catur merupakan permainan yang rumit, di mana pemain harus memikirkan beberapa langkah ke depan dan mengandalkan prediksi serta kemungkinan langkah yang akan diambil lawan. Dalam permainan catur, anak-anak diajarkan untuk berpikir secara analitis dan melihat berbagai kemungkinan langkah yang dapat mereka ambil.

Permainan catur juga melatih anak-anak dalam menghitung secara matematis. Mereka harus mampu menghitung jumlah langkah yang dapat mereka ambil dan memperkirakan kemungkinan langkah lawan. Kemampuan ini melatih anak-anak dalam berpikir logis dan mengembangkan kemampuan matematika mereka.

Selain congklak dan catur, ada pula permainan monopoli yang dapat membantu anak-anak dalam mengenal uang dan perhitungan kembalian. Monopoli merupakan permainan yang melibatkan uang dalam setiap transaksinya. Anak-anak diajarkan untuk menghitung uang yang mereka miliki, menghitung jumlah uang yang harus mereka keluarkan untuk membeli properti, dan menghitung kembalian uang saat melakukan transaksi.

Dalam permainan monopoli, anak-anak juga diajarkan untuk membuat keputusan finansial yang bijaksana. Mereka harus mempertimbangkan dengan seksama setiap langkah yang mereka ambil, termasuk keputusan untuk membeli properti atau melakukan transaksi lainnya. Mereka belajar untuk mengelola uang dengan baik dan memahami pentingnya perhitungan uang dalam kehidupan sehari-hari.

Selain permainan tradisional seperti congklak, catur, dan monopoli, ada pula permainan modern seperti LEGO yang dapat membantu anak-anak dalam belajar matematika. Dalam bermain LEGO, anak-anak dapat belajar mengukur besarnya brick berdasarkan titik di atasnya. Anak-anak juga dapat belajar tentang ilmu ruang atau 3 dimensi dengan memperkirakan brick mana yang ukuran dan bentuknya cocok untuk mendapatkan bentuk tertentu.

Baca Juga:  Hati-hati, Ini Efek Bayi Mendengar Suara Keras [WAJIB TAHU]

Belakangan ini, bahkan terdapat gambar-gambar yang menggunakan besaran brick LEGO sebagai alat untuk belajar menghitung pecahan dan perkalian. Dalam gambar-gambar tersebut, anak-anak dapat menghitung jumlah brick LEGO yang diperlukan untuk membentuk pecahan atau hasil perkalian tertentu. Hal ini membuat pembelajaran matematika menjadi lebih menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak.

Dalam kesimpulannya, bermain merupakan salah satu cara yang efektif dalam membantu anak-anak dalam belajar logika dan matematika. Permainan seperti congklak, catur, monopoli, dan LEGO dapat melatih kemampuan anak-anak dalam menghitung, berpikir strategis, dan berpikir kritis. Anak-anak juga diajarkan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan mengelola uang dengan baik. Maka, sebagai orangtua atau pendidik, kita perlu memanfaatkan permainan-permainan ini sebagai stimulasi belajar anak dengan memilih permainan yang sesuai dengan perkembangan dan minat anak-anak.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com