8 Nutrisi yang Diperlukan Ibu Hamil, Apa Saja?

8 Nutrisi yang Diperlukan Bunda Hamil, Apa Saja?

Menjalani periode kehamilan, Bunda membutuhkan banyak hal untuk menghasilkan bayi yang sehat dan kuat. Dimulai dari berolahraga, hingga menjaga asupan gizi yang dikonsumsi ibu hamil adalah hal yang perlu dilakukan demi tercapainya harapan tersebut. Selama dalam kandungan, perkembangan bayi ditentukan melalui kandungan gizi yang dikonsumsi Bunda. Jika Bunda kekurangan gizi selama masa kehamilan, dikhawatirkan si Kecil mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi lainnya. Lantas, gizi apa saja yang harus dipenuhi?

Zat Besi

Selama masa kehamilan, kebutuhan volume darah Bunda akan menjadi lebih besar dari biasanya karena adanya bayi yang dikandung. Karena kebutuhan volume darah yang lebih besar dari biasanya, maka ibu hamil sangat membutuhkan nutrisi zat besi untuk menciptakan sel darah merah yang dibutuhkan tubuh. Kekurangan zat ini, dapat menyebabkan Bunda menjadi anemia dan lebih cepat lelah. Selain itu, zat besi yang terpenuhi dapat menghindarkan dari kemungkinan kelahiran prematur dan berat badan bayi yang lahir kurang optimal. Untuk memenuhi zat besi, Bunda dapat mengonsumsi daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, kacang merah, bayam, dan sayuran hijau lainnya. Untuk mengoptimalkan kandungan zat besi, disarankan untuk turut mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi vitamin C agar zat besi mudah terserap oleh tubuh.

Vitamin C

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, vitamin C sangat diperlukan ibu hamil untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi. Tidak hanya itu, vitamin C juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan pembuluh darah dan sel darah merah. Untuk dapat memenuhi kebutuhan vitamin C, Bunda dapat memperolehnya dari konsumsi buah-buahan seperti jeruk, lemon, mangga, kiwi, melon, stroberi, dan tomat.

Kalsium

Kalsium merupakan nutrisi yang sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Tidak hanya bagi yang sudah lahir saja, kalsium juga sangat penting bagi pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Pada penerapannya, bayi di dalam kandungan biasanya mengambil kandungan kalsium yang dimiliki oleh ibu hamil. Oleh karena itu, Bunda memerlukan kandungan kalsium yang tinggi untuk menjaga kepadatan tulang dan mengganti kalsium yang diambil bayi selama perkembangan di dalam kandungan. Pemenuhan kalsium selama periode kehamilan, dapat ditemukan pada susu, yogurt, keju, kacang almond, salmon, dan bayam.

Baca Juga:  6 Cara Efektif Mengantisipasi Mata Anak Belekan

Vitamin D

Vitamin D merupakan vitamin yang erat kaitannya dengan kalsium. Tidak hanya baik untuk tulang, vitamin D bermanfaat untuk kesehatan otot, jantung, dan paru-paru. Selain itu, vitamin D juga bermanfaat untuk mengoptimalkan proses penyerapan kalsium bagi ibu hamil. Untuk memperoleh vitamin D, Bunda dapat mengonsumsi makanan dan minum dari sumber yang sama dari kalsium. Tidak hanya itu, Bunda juga dapat memperoleh vitamin D alami dari pancaran sinar matahari di pagi hari.

Asam Folat

Kebutuhan akan asam folat, tidak hanya diperlukan saat menjalani masa kehamilan. Bahkan asam folat diperlukan ketika Bunda melakukan program kehamilan. Nutrisi ini diketahui kaya manfaat karena dapat membantu mencegah kemungkinan terjadinya cacat lahir pada bayi. Dampak cacat lahir karena kekurangan asam folat biasanya terjadi pada bagian otak dan sumsum tulang belakang bayi. Asam folat juga dapat mendukung proses produksi sel-sel baru dan mempertahankannya. Untuk dapat memperoleh gizi ini, Bunda dapat mengonsumsi sayuran hijau, mangga, lemon, jeruk, kiwi, tomat, melon, dan roti yang mengandung asam folat.

Iodium

Iodium biasanya dapat diperoleh dari garam yang biasanya digunakan sebagai bumbu dalam masakan. Namun jika Bunda ingin mengurangi konsumsi garam, nutrisi ini dapat diperoleh melalui makanan seperti ikan cod, keju, kentang, dan susu. Memenuhi kebutuhan iodium menjadi sangat penting bagi ibu hamil karena dapat menjaga kestabilan kelenjar tiroid. Pada bayi, gizi ini juga dapat mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan seperti pertumbuhan otak dan sistem saraf. Iodium yang cukup juga dipercaya dapat menghindari kemungkinan bayi stunting.

Kolin

Kolin merupakan zat yang sangat mirip dengan vitamin B. Pada dasarnya, tubuh dapat secara alamiah menciptakan kolin, hanya saja jumlahnya sering tidak cukup untuk mengoptimalkan kebutuhan tubuh. Pada ibu hamil di trimester ketiga, volume sel-sel otak pada tubuh Bunda akan berkurang sehingga dapat melemahkan daya kerja otak. Oleh sebab itu, kolin sangat diperlukan untuk membangun kembali membran sel pada otak sehingga meminimalisir pelemahan daya kerja otak pada ibu. Pada si Kecil, tercukupinya kebutuhan akan kolin akan bermanfaat dalam menciptakan daya ingat yang baik bagi si Kecil.

Baca Juga:  48 Lokasi Vaksin Booster di Jakarta dan Cara Pendaftarannya

Zinc

Bagi bayi di dalam kandungan, zinc menjadi gizi yang penting untuk perkembangan otak. Tidak hanya bagi si Kecil, bagi Bunda pun zinc dapat membantu perbaikan sel-sel tubuh Bunda yang sering memburuk selama periode kehamilan. Selain itu nutrisi ini juga sangat penting untuk menciptakan energi bagi ibu hamil. Untuk dapat memenuhi kebutuhan akan nutrisi ini, Bunda disarankan mengonsumsi daging merah, kepiting, yogurt, dan sereal gandum.

Dengan memperhatikan dan memenuhi kebutuhan nutrisi di atas, Bunda dapat membantu mengoptimalkan kesehatan dan perkembangan bayi di dalam kandungan. Selain itu, menjaga asupan gizi yang seimbang juga dapat membantu Bunda hamil menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Dalam menjaga asupan nutrisi yang cukup, Bunda juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya, Bunda mengonsumsi makanan yang segar, alami, dan sehat. Hindari makanan yang mengandung bahan tambahan atau pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, perhatikan pula jumlah kalori yang dikonsumsi. Bunda hamil memang membutuhkan asupan kalori yang lebih tinggi dari biasanya. Namun, ini bukan berarti Bunda boleh makan sembarangan dan berlebihan. Tetap pertahankan pola makan yang sehat dan seimbang. Jika Bunda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait gizi selama kehamilan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan nasihat yang tepat.

Dalam menjaga kesehatan dan perkembangan bayi di dalam kandungan, faktor gizi memang sangat penting. Namun, selain itu, Bunda juga perlu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Lakukan olahraga ringan yang disarankan oleh dokter, istirahat yang cukup, dan hindari stres yang berlebihan. Semua ini akan membantu menjaga kesehatan fisik dan mental Bunda serta memberikan dampak positif pada perkembangan bayi.

Dalam mengonsumsi nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, Bunda perlu memperhatikan jumlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pastikan Bunda mendapatkan nutrisi yang seimbang dan mencukupi dari berbagai sumber makanan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat mengenai pola makan yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan Bunda dan bayi.

Selain itu, penting juga untuk menghindari makanan yang memiliki potensi membahayakan kesehatan Bunda dan bayi. Beberapa makanan yang perlu dihindari selama kehamilan antara lain makanan mentah atau setengah matang seperti sushi, daging mentah atau kurang matang, telur mentah, dan keju mentah. Selain itu, hindari juga minuman beralkohol dan kafein yang berlebihan.

Baca Juga:  Memahami Proses Bayi Tabung dan Risiko yang Muncul

Dalam menjaga asupan nutrisi yang cukup, Bunda juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin yang direkomendasikan oleh dokter atau ahli gizi. Namun, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen atau vitamin tertentu, karena tidak semua suplemen atau vitamin aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Selain menjaga asupan nutrisi yang seimbang, sangat penting bagi Bunda hamil untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Cuci tangan secara teratur dengan sabun, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, dan pastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan aman.

Dalam menjaga kesehatan dan perkembangan bayi di dalam kandungan, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pemeriksaan kehamilan yang rutin dapat membantu mendeteksi dan mencegah masalah kesehatan yang mungkin terjadi selama kehamilan. Jika ada keluhan atau gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dalam menjaga kesehatan dan perkembangan bayi di dalam kandungan, peran ayah juga sangat penting. Ayah dapat memberikan dukungan emosional dan fisik kepada Bunda, serta terlibat aktif dalam perencanaan dan persiapan kehamilan. Bersama-sama, Bunda dan ayah dapat menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat.

Dalam menghadapi masa kehamilan, Bunda juga perlu menjaga kesehatan mental dan emosional. Masa kehamilan adalah masa yang penuh perubahan dan tantangan, dan Bunda perlu memberikan waktu untuk istirahat dan relaksasi. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, atau profesional jika Bunda merasa cemas atau stres selama kehamilan.

Dalam menjalani masa kehamilan, Bunda perlu mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri. Dengan menjaga asupan nutrisi yang seimbang, melakukan olahraga yang sesuai, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mendapatkan dukungan dari pasangan dan orang terdekat, Bunda dapat membantu menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com