9 Makanan Berkalori Tinggi yang Baik untuk si Kecil

9 Makanan Berkalori Tinggi yang Baik untuk si Kecil

Kalori dibutuhkan oleh tubuh bayi untuk bisa menjalankan fungsinya. Ini karena kalori menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh agar berjalan dengan baik. Kalori juga sangat dibutuhkan bayi yang kekurangan gizi untuk menambah berat badan agar tumbuh dengan ideal. Untuk bayi usia 7-12 bulan kalori yang dibutuhkan biasanya sudah cukup tinggi. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, bayi laki-laki biasanya membutuhkan kalori sebanyak 668-884 kkal per hari, sementara bayi perempuan membutuhkan 608-768 kkal per hari. Jika Bunda ingin memastikan berapa tepatnya kalori yang dibutuhkan oleh bayi usia 7-12 bulan, bisa menggunakan rumus (89 x BB dalam kg – 100) + 22.

Saat ini si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat pertamanya. Bagi Bunda yang bingung ingin memberikan makanan apa agar kebutuhan kalori si Kecil tercukupi, bisa memberikan makanan di bawah ini.

ASI
Air susu Bunda tetap menjadi daftar pertama pemberi nutrisi kepada si Kecil. Walaupun setelah melewati setengah tahun si Kecil sudah bisa mengonsumsi makanan padat, ASI tetap wajib diberikan. Ini karena ASi mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan si Kecil dan tersedia sesuai dengan kebutuhannya.

Telur
Protein mempunyai peran yang cukup besar dalam pembangunan otot. Ini mengapa makanan berprotein baik untuk bayi yang kurang gizi. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telur merupakan sumber protein hewani yang murah, mudah didapat, dan bergizi karena mengandung asam amino esensial lengkap. Satu buah telur rebus mengandung 77 kilo kalori yang terdiri dari zat protein sebanyak 6 gram dan lemak total sebanyak 5,3 gram. Dalam penyajiannya usahakan telur dimasak dengan matang agar tidak terinfeksi bakteri salmonella.

Baca Juga:  Ini 5 Manfaat Ajak si Kecil Bermain Origami

Ayam
Ayam juga menjadi salah satu sumber protein yang tinggi. Itu sebabnya ayam juga dijadikan pilihan untuk meningkatkan berat badan si Kecil. Selain protein, zat gizi yang didapat ketika mengosumsi ayam antara lain kolesterol sehat, niasin, magnesium, vitamin B6 dan B12. Ayam bisa diberikan kepada si Kecil dalam bentuk kuah kaldu atau campuran bubur dan makanan pendamping ASI lainnya.

Alpukat
Alpukat adalah makanan pendamping ASI paling sering diberikan saat pertama kali bayi menerima makanan padatnya. Ini karena teksturnya yang sangat lembut, rasa yang enak dan pengolahannya yang cukup mudah. Selain itu, zat gizi yang dikandungnya pun banyak. Alpukat mengandung lemak nabati yang cukup tinggi sehingga bisa digunakan sebagai sumber kalori si Kecil. Alpukat juga mampu memenuhi kebutuhan asam folat, vitamin C, E, B6, serat, kalium serta zat besi. Jadi si Kecil tidak hanya tumbuh dengan berat ideal, tetapi juga sehat, kuat, dan pintar.

Pisang
Sama halnya dengan alpukat, pisang juga menjadi pilihan paling banyak untuk bayi yang memulai makanan padatnya. Rasa manis alami, tekstur yang lembut dan pengolahan yang mudah juga menjadi keunggulan. Untuk bayi yang ingin meningkatkan berat badan, pisang sangat tepat dikonsumsi karena mengandung lebih dari 100 kalori dari karbohidrat, vitamin C, vitamin B6, kalium dan serat yang cukup tinggi di dalamnya.

Ubi Jalar
Ubi jalar menjadi favorit karena rasa manisnya yang enak. Di samping rasa, fungsi ubi jalar sebagai sumber karbohidrat juga berperan dalam mendongkrak berat badan si Kecil. Kandungan nutrisi lain yang menjadi penambah kebutuhan kalori si Kecil adalah vitamin A, C, D dan B6, kalium, magnesium, fosfor dan serat. Ubi jalar lebih menyehatkan lagi karena mengandung lemak jenuh yang rendah.

Baca Juga:  26 Rekomendasi Hampers Lebaran Mulai dari 50 Ribu Rupiah

Kentang
Satu lagi makanan yang bisa menjadi sumber karbohidrat yakni kentang. Selain karbohidrat, fungsi menambah berat badan bayi juga dibantu oleh asam amino seperti arginine dan glutamine. Zat gizi lain yang bisa didapatkan dari kelompok umbi-umbian ini adalah vitamin C, vitamin B6, fosfor, dan mangan. Kentang sangat cocok diberikan kepada semua bayi, selain karena tekstur yang lembut, kentang juga aman diberikan kepada bayi yang mempunyai kecenderungan alergi.

Mentega
Berbeda dari jenis makanan sebelumnya, mentega hadir sebagai pelengkap saja. Namun jangan salah, karena mentega efektif memberikan kalori tambahan pada asupan gizi si Kecil. Ini karena mentega merupakan lemak yang mengandung vitamin A, D, dan B1 serta protein yang berguna untuk tumbuh kembang si Kecil.

Mentega biasanya ditambahkan ke dalam makanan untuk memberikan rasa gurih. Sebaiknya memilih unsalted butter yang tidak mengandung garam. Pastikan juga untuk tidak melelehkan mentega karena akan merusak zat gizi di dalamnya.

Minyak Zaitun
Tambahan makanan lain yang memiliki nutrisi cukup tinggi untuk menambah asupan si Kecil adalah minyak zaitun. Minyak zaitun dapat dimanfaatkan untuk penambah berat badan si Kecil karena mengandung lemak baik. Pilih jenis extra virgin olive oil untuk jenis minyak zaitun terbaik yang ditambahkan ke dalam makanan si Kecil.

Bahan-bahan makanan dengan tingkat kalori tinggi ternyata bisa Bunda dapatkan dengan mudah bahkan dengan harga yang murah. Kini menambah berat badan dan meningkatkan energi si Kecil tidak menjadi masalah lagi.

Dalam memberikan makanan berkalori tinggi untuk si Kecil, Bunda harus tetap memperhatikan porsinya. Jangan memberikan makanan berkalori tinggi secara berlebihan karena bisa menyebabkan obesitas pada si Kecil. Berikan makanan dengan porsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Baca Juga:  Fakta Pewarna Makanan Karmin, Terbuat dari Kutu dan Dilarang di Starbucks

Selain itu, pastikan juga makanan yang diberikan kepada si Kecil aman dan higienis. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, pastikan semua bahan makanan segar dan bersih, serta jaga kebersihan alat-alat makan dan tempat penyimpanan makanan.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memberikan makanan baru kepada si Kecil. Mereka dapat memberikan saran yang tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan si Kecil.

Dengan memberikan makanan berkalori tinggi yang sehat dan bergizi, Bunda dapat membantu si Kecil dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Pastikan juga untuk memantau tumbuh kembang si Kecil melalui posyandu atau konsultasi dengan dokter secara rutin.

Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Bunda dalam memberikan makanan yang baik untuk si Kecil. Dengan memberikan makanan berkalori tinggi yang seimbang, si Kecil dapat tumbuh dengan sehat dan kuat. Tetap perhatikan kebutuhan gizi si Kecil dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi jika diperlukan.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com