8 Makanan Sebagai Sumber Zat Besi untuk Bayi



8 Makanan Sebagai Sumber Zat Besi untuk Bayi

Makanan yang mengandung zat besi adalah salah satu yang penting diberikan untuk tumbuh kembang si Kecil. Simak beberapa pilihannya.

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

Sumber zat besi untuk bayi sendiri cukup banyak, Bu. Bunda bisa memberinya beberapa makanan di bawah ini ke dalam menu MPASI si Kecil sehari-hari.

Daging Tanpa Lemak

Daging adalah sumber makanan yang kaya akan kandungan zat besinya lho, Bu. Beberapa jenis daging yang mengandung zat besi untuk bayi antara lain sapi, kambing, ayam, kalkun, dan bebek. Bunda bisa memberikannya sebagai sumber zat besi untuk MPASI bayi.

Hal yang penting untuk diingat adalah pastikan Bunda memilih daging yang sedikit mungkin mengandung lemak, karena lemak ini kurang baik untuk kesehatan bayi. Selain itu, olahlah daging hingga menjadi empuk dan lembut supaya mudah untuk dikunyah oleh bayi yang belum memiliki banyak gigi.

Hati Sapi atau Ayam

Selain dari dagingnya, hati sapi dan ayam juga merupakan sumber zat besi untuk bayi yang baik dikonsumsi oleh si Kecil. Selain teksturnya yang lembut, hati juga memiliki rasa yang enak sehingga dapat meningkatkan nafsu makan bayi.

Meski bergizi, tapi pemberian hati juga tidak boleh terlalu sering ya, Bu. Ini karena hati mengandung performed vitamin A yang dapat menyebabkan hipervitaminosis A jika dikonsumsi berlebihan. Kelebihan vitamin ini bisa meningkatkan risiko patah tulang. Hati juga merupakan organ penyaring racun di dalam sistem pencernaan hewan sehingga sangat rentan tercemar zat kimia, pestisida, maupun racun lainnya.

Telur

Tak hanya kaya akan kandungan protein, telur ternyata juga sumber makanan yang mengandung zat besi untuk bayi. Memberikan kuning telur pada bayi akan membantu mencukupi kebutuhan zat besi hariannya. Rasanya yang lembut dan gurih akan membuat MPASI bayi menjadi nikmat. Namun bagi bayi yang memiliki alergi perlu diawasi pemberiannya ya, Bu. Tunda dulu untuk memberikannya hingga ia berusia 1 tahun di mana tingkat alergi biasanya sudah mulai menurun.

Baca Juga:  Kenali dengan Cepat Gejala Masalah Pencernaan pada Anak

Ikan Tuna dan Seafood

Ikan tuna dan seafood tertentu seperti kerang dan udang juga bisa sebagai sumber zat besi untuk MPASI si Kecil. Bahkan kandungannya cukup banyak lho, Bu. Di dalam 3 ons tuna terkandung 1 mg zat besi, pada 4 ons kerang 3 mg, sementara 4 ons udang 2 mg. Pemberian seafood ini juga harus hati-hati, sebab sangat rentan menyebabkan alergi pada bayi.

Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau umumnya mengandung zat besi untuk bayi yang tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Beberapa pilihan sayuran hijau yang kaya akan jenis mineral ini antara lain, bayam, brokoli, sawi, kale, dan keciwis. Membiasakan bayi mengkonsumsi sayuran sejak dini memang sangat baik, Bu, karena manfaatnya memang sangat banyak bagi tumbuh kembangnya.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan biasanya dikenal akan kandungan vitamin E nya. Namun beberapa kacang-kacangan juga masuk ke dalam jenis makanan yang menjadi sumber zat besi untuk bayi. Contohnya saja kacang merah, kacang kedelai, dan kacang polong. Ketiganya baik untuk dikonsumsi oleh bayi sekaligus memiliki rasa yang enak dan tekstur yang empuk, sehingga memudahkan bayi untuk mengunyahnya.

Tempe dan Tahu

Memiliki bahan dasar kacang kedelai sudah tentu tempe dan tahu juga termasuk ke dalam sumber zat besi untuk bayi ya, Bu. Protein yang murah meriah ini memang sudah dikenal akan kandungan gizinya yang baik bagi tubuh, termasuk untuk bayi. Mengolahnya pun sangat mudah. Bisa dikukus atau dimasak kuah sehingga memberikan rasa yang enak pada MPASI bayi.

Sereal yang Telah Difortifikasi Zat Besi

Bunda juga bisa memberikan asupan zat besi untuk bayi lewat MPASI yang terbuat dari sereal, lho. Namun pastikan Bunda memilih sereal yang telah difortifikasi zat besi, seperti oatmeal. Sumber karbohidrat kompleks ini bisa diberikan bersama sumber protein dan nutrisi lainnya agar semakin melengkapi kebutuhan gizi bayi.

Baca Juga:  Melawan Stretch Marks Dengan Gly Derm

Manfaat Zat Besi untuk Bayi

Sekarang Bunda sudah tahu apa saja makanan dengan kandungan zat besi yang bisa diberikan untuk si Kecil, bukan? Agar Bunda semakin paham pentingnya nutrisi yang satu ini, berikut adalah manfaat zat besi untuk bayi serta penjelasannya yang perlu Bunda ketahui:

Membentuk hemoglobin

Merupakan manfaat utama dari zat besi, dimana hemoglobin merupakan bagian penting dari sel darah merah yang berperan dalam pengedaran oksigen ke seluruh bagian tubuh. Saat zat besi untuk bayi kurang tercukupi, maka tubuh si Kecil pun akan kekurangan oksigen dan bisa mengakibatkan rasa lemas.

Meningkatkan kinerja otak

Agar dapat bekerja dengan baik, otak akan membutuhkan kadar oksigen sebanyak 20% yang artinya sangat membutuhkan zat besi untuk bayi sehingga memperlancar aliran darah ke otak. Bila pasokan oksigen di dalam otak tercukupi, kinerja otak pun akan meningkat dan sekaligus dapat menstimulasi kemampuan kognitif di dalam otak.

Meningkatkan kerja otot

Zat besi untuk bayi merupakan salah satu bagian penting dari protein yang sangat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan kerja otot. Saat oksigen yang diedarkan ke jaringan otot kurang mencukupi, maka elastisitas dan gaya otot akan berkurang.

Meningkatkan kualitas tidur

Zat besi untuk bayi akan menjaga pembentukan sel darah merah supaya berjalan dengan lancar. Jika kebutuhan sel darah merah tercukupi, bayi akan terhindar dari tekanan darah rendah yang bisa menyebabkan sulit tidur dengan nyenyak. Dengan begitu, kualitas tidurnya pun dapat meningkat.

Memperkuat daya tahan tubuh

Mencukupi kebutuhan zat besi untuk bayi, maka turut membantu tubuhnya lebih sehat, karena mineral ini berfungsi memperkuat daya tahan tubuh. Oksigen yang diedarkan oleh hemoglobin juga bisa mempercepat proses penyembuhan.

Baca Juga:  6 Rekomendasi Vitamin Anak untuk Daya Tahan Tubuh

Selain memberikannya makanan yang mengandung zat besi, selalu berikanlah ASI agar tumbuh kembang bayi berjalan optimal ya, Bu. Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Bunda harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya.

Selain mengonsumsi makanan bergizi, Bunda juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Bunda selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Namun jika Bunda atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Bunda bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Bunda memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu!

Bila bayi menunjukkan reaksi alergi setelah mengkonsumsi makanan di atas, segera konsultasikan pada dokter, ya. Selain zat besi, tambahkan juga asupan nutrisi lainnya seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga: Perlukah Bunda Hamil Mendengarkan Musik Klasik?


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com