18 Pertanyaan Seputar Bayi Baru


Pertanyaan seputar bayi baru ini mewakili banyak hal yang membuat saya penasaran, bahkan sejak bayi saya belum lahir. Saya ingin tahu tentang bagaimana cara merawat bayi dengan baik dan benar, agar mereka tumbuh dengan sehat dan bahagia. Dalam artikel ini, saya akan menjawab beberapa pertanyaan umum seputar perawatan bayi baru. Mari kita mulai!

1. Apakah saya terlalu memanjakan bayi jika saya menggendongnya sepanjang waktu?

Tidak! Semakin sering menggendong bayi, maka kedekatan ibu dan bayi makin terjadi. Ini berlaku juga pada ayah bila ia sering menggendong bayi, apalagi bila dilakukan selama 12 minggu pertama kehidupannya. Menggendong bayi juga dapat membantu bayi merasa nyaman dan aman. Bayi baru lahir masih membutuhkan kontak fisik dengan ibu atau ayahnya untuk merasa tenang dan terlindungi.

2. Berapa kali bayi harus ngASI dalam waktu 24 jam?

Menurut dr. Margareta Komalasari, Sp.A, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, lambung bayi masih berukuran sangat kecil dan ia hanya mampu minum dalam jumlah sedikit. Jadi, sebaiknya minum ASI sesering mungkin untuk menjaganya tetap kenyang dan membuat produksi ASI ibu lebih lancar. Pada awalnya, bayi baru lahir mungkin perlu menyusu setiap 2-3 jam. Namun, seiring dengan pertumbuhan mereka, interval waktu antara menyusui akan lebih panjang.

3. Semua orang ingin bertemu bayi saya yang baru lahir, apa yang harus saya lakukan?

Dalam minggu-minggu pertama, mementingkan kesehatan diri sendiri dan bayi lebih penting. Bayi baru lahir rentan terhadap infeksi, jadi penting untuk menjaga kebersihan dan membatasi kontak dengan orang lain. Berikan pengertian pada mereka untuk memberikan kita waktu lebih lama untuk memulihkan diri dan memastikan bayi dalam kondisi yang baik. Teman dekat pasti akan mengerti, kan?

4. Bagaimana mengajari suami untuk merawat bayi bersama-sama?

Punya anak adalah kewajiban berdua, setuju, tidak? Meskipun demikian, bapak-bapak umumnya memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi. Apalagi, tak menutup kemungkinan, bapak-bapak juga dapat mengalami baby blues. Hindari mengkritik mereka, dan justru berikan support agar mereka lebih terbiasa menjaga dan merawat bayi. Ajak suami untuk ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari dengan bayi, seperti mengganti popok, memberi makan, dan mengajak bayi bermain. Dengan melibatkan suami, kita dapat merasa lebih tenang dan mendapatkan bantuan yang diperlukan dalam merawat bayi.

5. Bolehkah saya membedong bayi?

“Membedong bayi boleh-boleh saja, karena ini akan memberikan kehangatan serta rasa nyaman pada bayi. Namun yang terpenting, jangan terlalu kencang! Karena tulang panggul bayi belum sempurna, sehingga jika bedongan terlalu kencang khawatir dapat berpengaruh pada pembentukan tulang panggulnya. Lakukanlah healthy swaddling, agar bayi senantiasa merasa hangat dan merasa seperti dipeluk,” papar dr. Margareta.

Membedong bayi dapat memberikan rasa nyaman dan kehangatan pada bayi. Namun, perlu diperhatikan agar tidak terlalu kencang, terutama di area panggul bayi. Tulang panggul bayi masih dalam proses pembentukan, sehingga pemakaian bedong yang terlalu kencang dapat memengaruhi perkembangannya. Selain itu, pastikan juga bayi tidak kepanasan dengan memilih kain yang cukup tipis dan tidak terlalu tebal. Hal ini akan membantu bayi merasa nyaman dan senantiasa merasa seperti dipeluk.

6. Kapan, sih, bayi saya bisa tidur sepanjang malam?

Pola tidur bayi masih terus berubah. Selama 40 hari pertama, ia hanya akan mengetahui mana terang dan mana gelap. Jika ingin membuat bayi tidur lebih lama, buatlah suasana yang lebih gelap di kamar saat malam hari. Ini akan membiasakan bayi bahwa malam hari merupakan waktu dia untuk tidur dan siang hari waktunya beraktivitas. Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda-beda, jadi tidak semua bayi akan tidur sepanjang malam pada usia yang sama. Bersabarlah dan terus mencoba menciptakan rutinitas tidur yang baik untuk bayi Anda.

Baca Juga:  Mengajarkan Bahasa Tubuh pada si Kecil

7. Tolong!!! Bayi saya enggak mau berhenti nangis 🙁

Tangisan adalah tanda komunikasi bayi dengan orang lain. Menurut dr. Margareta, tangisan bisa berarti banyak hal, dan lama kelamaan kita akan terbiasa mengetahui alasan di balik tangisan bayi. Kuncinya, tetap tenang! Bayi bisa merasakan ketegangan dan kecemasan yang kita rasakan, jadi penting untuk tetap tenang dan mencoba menenangkan bayi dengan menggendongnya, mengelusnya, atau memberinya sesuatu yang membuatnya nyaman. Jika tangisan bayi terus berlanjut dan Anda tidak yakin apa penyebabnya, konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan saran lebih lanjut.

8. Rasanya semua hal yang saya lakukan selalu salah. Bagaimana agar saya merasa baik-baik saja dan puas dengan apa yang saya lakukan terhadap si bayi?

Menjadi ibu baru memang tidak mudah, dan seringkali kita merasa tidak percaya diri atau khawatir bahwa kita tidak melakukan yang terbaik untuk bayi kita. Jangan terlalu tinggi menetapkan standar untuk merawat bayi. Lakukanlah yang terbaik sesuai dengan kemampuan saja, jangan memaksakan diri. Setiap ibu dan bayi memiliki keunikan dan tantangan sendiri-sendiri. Ibu juga perlu lebih relaks dan mengambil waktu untuk diri sendiri. Buatlah to-do-list mengenai apa yang harus kita lakukan pada hari itu, simpel namun memberikan progress dari hari ke hari. Tujuan-tujuan kecil yang terlaksana dapat lebih memberikan kepuasan ketimbang membuat harapan besar yang sulit terwujud. Ingatlah bahwa Anda sedang belajar dan tumbuh bersama bayi Anda, jadi berikan diri Anda waktu dan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

9. Bagaimana cara menolak saran dari orang-orang dengan sopan?

Pasti ada banyak saran-saran mengenai parenting yang ditujukan untuk ibu baru. Beberapa mungkin membantu, namun beberapa lainnya malah membuat kita semakin pusing. Jelaskan secara baik-baik bahwa kita dan pasangan masih dan akan terus belajar menjadi orangtua. Katakan bahwa kita telah melakukan riset dan berkonsultasi dengan dokter anak, dan memutuskan untuk mengikuti saran yang mereka berikan. Jika saran tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai atau keinginan Anda, katakan dengan sopan bahwa Anda menghargai perhatiannya tetapi telah memilih cara yang Anda anggap terbaik untuk merawat bayi Anda. Tetaplah percaya pada diri sendiri dan keputusan yang telah Anda ambil.

10. Mengapa si bayi selalu menangis saat saya mandikan?

Bayi selalu merasa tidak aman saat ia telanjang. Ia juga tidak terbiasa saat tubuhnya terkena suhu yang dingin dari air. Kita bisa mengurangi rasa khawatir pada bayi dengan menyusuinya sebelum mandi. Pastikan juga suhu ruangan dan air mandi bayi nyaman, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Selain itu, jangan mandi terlalu lama agar bayi tidak kedinginan. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin juga tidak suka mandi karena merasa tidak nyaman dengan sensasi air dan sabun yang menyentuh kulitnya. Jika hal ini terjadi, coba gunakan sabun bayi yang lembut dan hindari menggosok kulit bayi terlalu keras.

Baca Juga:  Kampung Main Cipulir (KMC)

11. Apa, sih, dream feed itu, lalu apakah saya harus melakukannya pada bayi saya?

Dream feed merupakan cara kita menyusui bayi di antara jam 9 sampai 12 malam di sela-sela tidurnya. Tujuannya untuk memperpanjang tidur bayi, jadi waktu tidur orangtua tidak terganggu. Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki kebutuhan tidur dan pola tidur yang berbeda-beda. Beberapa bayi mungkin akan mengambil keuntungan dari dream feed, tetapi ada juga bayi yang tidak bereaksi atau justru terbangun lebih sering setelah dream feed. Jadi, tidak ada aturan baku yang mengharuskan Anda melakukan dream feed. Jika bayi Anda tidur nyenyak tanpa dream feed, tidak ada keharusan untuk melakukannya.

12. Apa, sih, tanda-tanda yang menunjukkan kalau bayi kita lelah?

Bayi baru lahir tidak memiliki kemampuan untuk mengatur tidurnya sendiri, jadi penting bagi kita sebagai orangtua untuk membantu mereka dalam membangun rutinitas tidur yang baik. Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bayi Anda lelah antara lain adalah tidak bersemangat saat menyusu, gerakan tubuhnya tidak lagi aktif, sering menguap, sering mengucek mata, wajah seperti meringis, tangan yang terkepal, dan sering menangis. Tanda-tanda ini bisa sulit dikenali dan mudah hilang. Oleh karena itu, tetapkanlah jadwal kapan bayi harus bermain dan beristirahat. Jika bayi Anda menunjukkan tanda-tanda kelelahan, bawa mereka ke tempat tidur dan coba bantu mereka untuk tidur dengan nyaman.

13. Kenapa bayi saya suka nangis kalau diganti popoknya?

Seperti halnya menangis saat mandi, bayi merasa dirinya tidak aman saat ia telanjang. Ini membuatnya tidak nyaman dan merasa kedinginan. Kebanyakan bayi juga tidak peduli saat popoknya sudah terlalu penuh atau kotor, cara menyiasatinya ialah dengan mencoba memberi makan dulu kemudian barulah mengganti popoknya. Perasaan bayi yang senang setelah makan dapat membuat bayi lebih nyaman dan tenang. Selain itu, pastikan juga popok yang digunakan tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Popok yang terlalu ketat dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, sedangkan popok yang terlalu longgar dapat menyebabkan kebocoran. Jika bayi Anda masih menangis saat diganti popok, coba gunakan popok yang lebih lembut atau kain khusus bayi yang lebih nyaman bagi kulit mereka.

14. Mengapa bayi sering terbangun padahal baru tidur sebentar?

Kembali, bayi belum memiliki pola tidur yang tetap, inilah mengapa ia sering terbangun walau baru tidur sebentar. Namun waspadai juga kalau bayi merasa tak nyaman dan perlu sendawa atau malah kemungkinan mengalami masalah pencernaan. Beberapa bayi mungkin sering terbangun karena mereka merasa tidak nyaman atau ada gangguan fisik seperti kolik atau kembung perut. Jika bayi Anda sering terbangun, coba perhatikan apakah ada pola atau faktor tertentu yang mempengaruhinya. Beberapa bayi mungkin terbangun karena perut mereka terasa lapar atau mereka merasa tidak nyaman dengan posisi tidur mereka. Jika bayi Anda sering terbangun, cobalah melakukan pijatan lembut atau menggendongnya untuk membantu mereka merasa nyaman dan tertidur kembali.

15. Apakah saya harus khawatir kalau bayi sering menyusu?

Selama siklus tidur bayi minimal 1,5 jam sekali tidur, maka tidak ada masalah. Bayi baru lahir membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya, jadi sering menyusui adalah hal yang normal dan diperlukan. ASI mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan bayi, jadi tidak perlu khawatir jika bayi Anda sering menyusu. Selama bayi Anda masih aktif, bergerak dengan lincah, dan berat badannya bertambah, itu adalah tanda bahwa bayi Anda mendapatkan nutrisi yang cukup.

Baca Juga:  Waspadai Serangan Bakteri Listeria saat Hamil

16. Apakah menyusui bayi sampai tertidur berbahaya?

Tidak apa kalau bayi tertidur saat masih disusui, menurut dr. Margareta bayi juga tidak perlu disendawakan, jadi langsung ditaruh kembali saja ke tempat tidur. Menyusui bayi hingga mereka tertidur adalah cara yang umum dilakukan oleh banyak ibu. Bayi cenderung merasa nyaman dan tertidur saat mereka menyusu. Namun, beberapa ahli menyarankan agar bayi tidak terbiasa tidur saat menyusu, karena ini dapat menyebabkan kecanduan pada payudara dan membuat bayi kesulitan tidur tanpa menyusu. Jadi, jika Anda ingin mengajari bayi Anda tidur dengan cara yang berbeda, coba lepaskan puting payudara dari mulut bayi sebelum mereka benar-benar tertidur, sehingga mereka dapat belajar tidur tanpa ketergantungan pada menyusui.

17. Karena harus segera kembali kerja, kapan, sih, saya boleh mulai memerah ASI?

Secepatnya dan sesegera mungkin, apalagi kalau kita sudah harus kembali bekerja. Yang penting pastikan persediaan ASI selalu tercukupi untuk bayi. Memerah ASI dapat dilakukan beberapa minggu sebelum Anda kembali bekerja, agar Anda memiliki persediaan yang cukup untuk bayi. Namun, pastikan untuk mempelajari teknik memerah ASI yang benar dan menggunakan peralatan yang bersih dan steril. Jika Anda memiliki kesulitan atau pertanyaan tentang memerah ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau dokter Anda.

18. Bayi saya, kok, tidurnya cuma sebentar, ya? Ini normal nggak?

Sebenarnya ini normal-normal saja, namun, kita juga tetap harus membiasakan bayi tidur dengan terjadwal, sehingga bayi terbiasa dengan pola tidurnya. Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda-beda, dan beberapa bayi memang tidur lebih sedikit atau tidur dengan pola yang tidak teratur. Bayi baru lahir memiliki periode tidur yang pendek dan sering terbangun. Namun, seiring dengan pertumbuhan mereka, mereka akan mulai mengembangkan pola tidur yang lebih teratur. Jika bayi Anda tidur dengan pola yang tidak teratur, cobalah menciptakan rutinitas tidur yang konsisten, seperti memberikan pijatan ringan atau berbicara dengan lembut sebelum tidur. Ini dapat membantu bayi Anda merasa tenang dan tertidur lebih nyenyak.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum seputar perawatan bayi baru yang sering ditanyakan oleh para orangtua. Ingatlah bahwa setiap bayi adalah unik, dan tidak ada aturan yang baku dalam merawat bayi. Yang terpenting adalah memberikan cinta, perhatian, dan perawatan yang baik pada bayi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi. Selamat merawat bayi Anda dengan penuh kasih sayang dan kebahagiaan!


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com