6 Alasan Kenapa Baby Walker Tidak Disarankan Untuk Anak


1. Baby walker mengurangi keinginan anak untuk berjalan
Baby walker memang dirancang dengan roda di setiap sisinya agar mudah bergerak. Dengan sekali sentakan kecil atau bahkan hanya menggunakan jari kaki, bayi bisa berpindah tempat dengan mudah. Hal ini tentu membuat bayi senang, karena ia tidak perlu berusaha keras untuk mencapai tujuan. Namun, akibat penggunaan baby walker yang mudah bergerak ini, keinginan anak untuk belajar berjalan dengan menggerakkan kaki bisa berkurang. Bayi menjadi terbiasa dengan kemudahan bergerak yang diberikan oleh baby walker, sehingga kurang merasa perlu untuk berusaha mencapai tujuan dengan usaha sendiri. Hal ini dapat menghambat perkembangan motorik kasar pada bayi.

2. Bayi tidak belajar keseimbangan
Di dalam baby walker, bayi tidak perlu mengatur keseimbangannya untuk berdiri. Sebab, kursi yang berada di tengahnya sudah diatur sedemikian rupa agar bayi tetap seimbang. Padahal, agar bayi bisa berjalan dengan baik, ia perlu belajar keseimbangan. Ketika bayi belajar berdiri tanpa menggunakan baby walker, ia akan mencoba menyeimbangkan tubuhnya dengan menggerakkan lengan dan kaki. Hal ini akan melatih otot-ototnya untuk mempertahankan keseimbangan saat berjalan. Namun, dengan menggunakan baby walker, bayi tidak perlu melakukan usaha untuk mengatur keseimbangannya. Sehingga, anak akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan keseimbangan tubuh.

3. Gerakan bayi terbatas
Meskipun bayi bisa berjalan ke sana ke mari dengan bantuan baby walker, tapi sebetulnya ia hanya memiliki ruang gerak yang terbatas. Yaitu di bagian tengah baby walker saja. Bayi tidak bisa berjalan ke samping atau melakukan gerakan bebas seperti yang dapat dilakukan jika ia belajar berjalan secara alami. Saya sendiri tidak terlalu suka membatasi ruang gerak Gia. Saya terbiasa membiarkan Gia bereksplorasi terhadap sekitarnya. Dengan begitu, ia bisa belajar lebih banyak tentang lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan baby walker, bayi hanya akan terbatas pada ruang gerak yang terbatas, sehingga ia tidak dapat mengembangkan kemampuan motoriknya secara optimal.

Baca Juga:  Bu, Ini 6 Risiko Penggunaan Kipas Angin pada Anak

4. Risiko bayi meraih benda berbahaya
Saat bayi ‘berjalan-jalan’ dengan baby walker, ia bisa berjalan ke mana pun ia mau. Bayi yang menggunakan baby walker juga seakan bertambah tinggi. Ini yang berbahaya. Saat tidak diawasi, bisa saja ia meraih benda yang berbahaya di atas meja, seperti gunting, pisau, pematik api, lilin, cangkir minuman panas, atau bahkan botol cairan berbahaya lainnya. Tidak terbayang deh kalau hal ini sampai terjadi. Bayi yang menggunakan baby walker memiliki akses yang lebih mudah untuk meraih benda-benda berbahaya yang berada di tempat yang seharusnya tidak dapat dijangkau oleh mereka. Hal ini tentu sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan serius pada bayi.

5. Kecepatan ekstranya membahayakan bayi
Saat menggunakan baby walker, bayi bisa menempuh jarak satu meter per detik. Terbayang, kan, saat bayi ‘berlari’ bisa saja terjadi kecelakaan sebelum Anda berhasil mengejarnya. Belum lagi, baby walker juga tidak stabil pada permukaan yang tidak rata. Kecepatan tinggi ini sangat mungkin mengakibatkan kecelakaan. Bayi yang menggunakan baby walker dapat dengan mudah bergerak dengan kecepatan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Bayi belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan kecepatan dan arah geraknya dengan baik, sehingga dapat dengan mudah terjatuh atau menabrak benda-benda di sekitarnya.

6. Baby walker tidak membantu bayi berjalan
Ini yang terpenting. Kenyataannya, baby walker tidak akan membantu bayi belajar berjalan. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang menggunakan baby walker, baru bisa berjalan sekitar satu bulan lebih lama daripada bayi yang tidak menggunakan baby walker. Bayi memerlukan tahapan-tahapan tertentu dalam belajar berjalan, mulai dari berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan merambat dan akhirnya berjalan. Dengan melewati setiap tahapan ini secara bertahap, bayi akan secara perlahan melatih otot-ototnya untuk semakin kuat dan terbiasa dengan gerakan berjalan. Baby walker tidak memberikan latihan yang dibutuhkan oleh bayi untuk belajar berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Telinga Bayi Bau: Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Bagaimanapun, untuk belajar berjalan, bayi memerlukan beberapa tahapan. Mulai dari berguling, duduk, merangkak hingga berjalan merambat dan akhirnya berjalan. Dengan begitu, secara fisik bayi sudah terlatih secara perlahan dan bayi pun belajar memahami bagaimana kaki mereka bergerak. Jadi, tak apalah repot sedikit dan berteriak-teriak sedikit saat mendapati Gia berjalan 2 langkah lalu terjatuh. Sebab, proses ini justru membantu bayi berjalan dengan baik. Dalam perkembangan motoriknya, bayi akan belajar secara bertahap untuk menguasai gerakan berjalan. Bayi akan memulai dengan berguling, kemudian duduk, merangkak, dan berjalan merambat sebelum akhirnya bisa berjalan dengan lancar. Proses ini sangat penting dalam perkembangan bayi dan tidak bisa digantikan dengan menggunakan baby walker.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com