Yuma Soerianto, Anak Cerdas Pembuat 9 Aplikasi


Ikut kursus online di Stanford University dari masih berusia 6 tahun

Yuma Soerianto adalah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang tinggal di Melbourne, Australia. Namun, jangan salah sangka dengan usianya yang masih belia ini. Yuma memiliki keahlian yang luar biasa dalam dunia pemrograman. Sudah sejak usia 6 tahun, Yuma mulai mengikuti kursus coding online di Stanford University.

Pada wawancara dengan Berita Anak Surabaya (BASRA), Yuma bercerita tentang pengalamannya belajar coding sejak usia dini. Ketika itu, ia belajar membuat website. Namun, karena tidak banyak sekolah yang menyediakan pelajaran khusus coding, Yuma memutuskan untuk mempelajarinya melalui berbagai web dan kursus online yang diadakan oleh Stanford University.

Pada usia 9 tahun, Yuma telah berhasil menciptakan aplikasi pertamanya yang diberi nama Kid Calculator. Aplikasi ini merupakan bukti nyata dari kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh Yuma dalam bidang pemrograman. Dengan kesabaran dan ketekunan, Yuma berhasil menguasai berbagai bahasa pemrograman dan merancang aplikasi yang bermanfaat.

Menerima beasiswa Apple Worldwide Developer Conference

Prestasi Yuma dalam dunia pemrograman tidak hanya diakui oleh kalangan terbatas. Pada tahun 2017, 2018, dan 2019, Yuma berhasil menerima beasiswa Apple Worldwide Developer Conference (WWDC). WWDC merupakan konferensi bergengsi yang diadakan setiap tahun oleh Apple untuk para pengembang aplikasi. Pada acara ini, Yuma memiliki kesempatan untuk bertemu dengan CEO Apple, Tim Cook, dan berbicara di konferensi internasional di beberapa negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia, Mesir, dan China.

Pengalaman ini tidak hanya memberikan Yuma kesempatan untuk berbagi pengetahuannya dalam dunia pemrograman, tetapi juga memberikan kesempatan berharga untuk bertemu dengan orang-orang hebat seperti Tim Cook dan mantan first lady Amerika Serikat, Michelle Obama. Yuma mengakui bahwa pertemuan dengan orang-orang inspiratif ini telah memberikan pengaruh positif dalam hidupnya.

Baca Juga:  [8 Cara Mendidik Anak] Agar Tidak Melakukan Bullying

Yuma juga bercita-cita untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Ia berharap dapat berdiskusi tentang pentingnya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) di Indonesia. Baginya, pendidikan STEM sangat penting bagi masa depan negara ini.

Tetap seimbang antara coding dan kegiatan lain

Meskipun Yuma memiliki bakat luar biasa dalam dunia pemrograman, ia juga tidak melupakan kegiatan lain yang menjadi hobinya. Yuma aktif dalam berbagai kegiatan seperti Taekwondo, bermain piano, main video game, menonton Youtube, dan bermain dengan teman-temannya. Meskipun ia menyukai dunia coding, Yuma tidak melakukannya setiap hari. Ia hanya melakukannya ketika ada waktu luang, dan biasanya hanya sekitar 1-2 jam. Yuma tetap mengutamakan pendidikan formal dengan tetap menjalani kewajiban sekolahnya.

Peran orangtua dalam membuat aplikasi karya Yuma

Yuma merasa beruntung memiliki orangtua yang sangat mendukung minat dan bakatnya dalam dunia pemrograman. Ayahnya adalah seorang desainer grafis yang dapat membantu Yuma mengubah sketsa aplikasinya menjadi bentuk digital yang menarik. Yuma menyadari bahwa untuk menciptakan aplikasi yang baik, tidak hanya diperlukan keahlian dalam coding, tetapi juga tampilan antarmuka pengguna yang menarik. Bagian coding dan desain sketsa aplikasi sepenuhnya merupakan karya Yuma sendiri.

9 aplikasi buatan Yuma

Sejauh ini, Yuma telah berhasil menciptakan 9 aplikasi yang bermanfaat. Dari aplikasi pertamanya, Kid Calculator, hingga aplikasi terbarunya, Swipy Trash, Yuma terus menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan aplikasi yang inovatif dan berguna. Beberapa aplikasi yang telah ia buat antara lain Weather Duck, Pocket Pokè for Pokèmon, Hunger Button, Let’s Stack, Let’s Stack AR (Augmented Reality), Fireworks Builder AR, dan Weather Duck for Apple Watch.

Tips dari Yuma untuk memulai coding

Baca Juga:  DIY: Tempat Kaus Kaki

Yuma percaya bahwa coding adalah kunci untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Bagi Yuma, coding akan menjadi bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari kita, dan mungkin kita akan sangat bergantung padanya. Oleh karena itu, Yuma mendorong anak-anak untuk memulai belajar coding sejak usia dini. Menurutnya, manusia dan dunia ini menjadi lebih baik berkat teknologi. Yuma juga berbagi tips bagi mereka yang ingin memulai belajar coding. Saat ini, banyak referensi yang dapat diakses untuk belajar coding, termasuk akun Youtube-nya yang berisi tutorial membuat aplikasi mobile. Selain itu, Apple juga telah menyediakan aplikasi Swift Playgrounds yang dapat diunduh di iPad untuk belajar coding.

Yuma berharap dapat terus berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam dunia coding, sehingga anak-anak seusianya juga dapat belajar dan mengembangkan keahlian dalam pemrograman. Yuma mengajak anak-anak untuk tidak menyerah dan tetap mengikuti passion dan mimpi mereka. Dengan kerja keras dan ketekunan, semua hal yang diimpikan dapat terwujud.

Dengan prestasi yang telah diraih oleh Yuma Soerianto, tidak dapat dipungkiri bahwa ia adalah salah satu kebanggaan bangsa. Meskipun usianya masih belia, Yuma telah membuktikan bahwa bakat dan kemampuan tidak mengenal usia. Semangat dan dedikasinya dalam dunia pemrograman patut diacungi jempol. Semoga kisah inspiratif Yuma dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensi diri dan mencapai impian mereka.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com