20 Tradisi Keluarga di Seluruh Dunia, dari Upacara Memberi MPASI Pertama, Hingga Tradisi Banting Piring Jelang Pernikahan

Berbagai Tradisi Keluarga di Seluruh Dunia

1. Hanami, Merayakan Bunga Sakura Mekar di Jepang

Tradisi keluarga pertama yang akan kita bahas adalah hanami, tradisi yang berasal dari Jepang. Hanami adalah tradisi merayakan bunga sakura yang mekar dengan cara makan, minum, dan berbincang hangat bersama orang-orang terkasih sambil menikmati indahnya sakura. Tradisi ini telah ada selama berabad-abad di Jepang dan menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang setiap tahunnya.

Saat musim bunga tiba dan bunga sakura mekar, orang-orang di Jepang akan mengadakan piknik di bawah pohon sakura. Mereka membawa makanan dan minuman favorit mereka dan menikmatinya bersama keluarga dan teman-teman. Hanami juga dilakukan oleh turis asing yang datang ke Jepang untuk menyaksikan keindahan bunga sakura. Namun, dengan semakin banyaknya pengunjung, diberlakukan etiket tertentu selama hanami, seperti tidak boleh menyalakan api, membawa pulang sampah sendiri, dan tidak boleh merusak pohon sakura.

2. Minum Teh Sebagai Ajang Kumpul Keluarga di Irak

Di Irak, keluarga memiliki tradisi menyempatkan diri untuk berkumpul sambil menikmati teh setiap sore. Tradisi ini dilakukan sebagai momen untuk berkumpul dan mengobrol hangat. Proses pembuatan teh dalam tradisi ini juga memiliki makna sendiri. Daun teh dimasukkan ke dalam poci dan dituangi air mendidih. Ketika daun teh terlihat naik ke atas, poci diletakkan di atas ketel supaya tetap panas dan daun teh tenggelam. Teh kemudian disajikan kepada anggota keluarga yang sedang berkumpul.

Tradisi minum teh ini menjadi momen yang penting bagi keluarga di Irak untuk saling berbagi cerita dan menyatukan hubungan antar anggota keluarga. Dalam budaya Irak, minum teh bersama keluarga juga menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan dalam hubungan keluarga.

3. Tradisi Hari Ibu di Meksiko

Di Meksiko, Hari Ibu dirayakan secara meriah setiap tanggal 10 Mei. Pada hari itu, para ibu diperlakukan dengan istimewa oleh keluarga mereka. Salah satu tradisi yang dilakukan adalah mengundang band ke rumah mereka. Sang ibu dapat meminta band tersebut memainkan lagu-lagu kesukaan mereka, dan makanan favorit sang ibu juga disajikan. Tak lupa, memberikan bunga kepada sang ibu juga menjadi hal wajib pada perayaan Hari Ibu di Meksiko.

Perayaan Hari Ibu di Meksiko menjadi momen yang sangat penting bagi keluarga untuk mengungkapkan rasa cinta, hormat, dan terima kasih kepada sang ibu. Mereka ingin memastikan bahwa sang ibu merasa dihargai dan diapresiasi atas segala pengorbanannya dalam mengurus keluarga.

4. Man Yue, Tradisi Menyambut Kelahiran Bayi di Cina

Di Cina, keluarga memiliki tradisi yang unik untuk menyambut kelahiran bayi. Setelah bayi berusia 1 bulan, orang tua akan mengadakan pesta perayaan dan mengundang keluarga dan tetangga. Acara dalam tradisi ini antara lain membagikan telur merah, membagikan angpao dan perhiasan, hingga memotong rambut bayi. Potongan rambut bayi tidak dibuang, melainkan dibungkus dengan kain merah dan dijahit pada bantal bayi. Hal ini dipercaya akan membuat bayi tumbuh menjadi anak yang pemberani.

Tradisi Man Yue ini memiliki makna yang mendalam bagi keluarga di Cina. Mereka ingin memberikan perlindungan dan keberanian kepada bayi mereka sejak usia dini. Selain itu, tradisi ini juga menjadi momen untuk menjalin hubungan yang erat antara keluarga dan tetangga.

5. Hari Thanksgiving di Amerika

Tradisi keluarga yang sangat terkenal di Amerika adalah perayaan Hari Thanksgiving. Hari Thanksgiving diperingati setiap Kamis keempat di bulan November dan ditandai dengan perjamuan makan keluarga. Hidangan utama Thanksgiving biasanya adalah ayam kalkun panggang, kentang tumbuk, pie labu, dan saus gravy atau cranberry.

Perayaan Thanksgiving di Amerika menjadi momen yang sangat spesial bagi keluarga untuk mengungkapkan rasa syukur atas berkat yang telah didapatkan sepanjang tahun. Mereka berkumpul bersama, berbagi hidangan lezat, dan menikmati kebersamaan keluarga. Selain itu, Thanksgiving juga menjadi momen untuk menghargai hubungan keluarga dan bersyukur atas kehadiran satu sama lain.

Baca Juga:  Gizi Ibu Hamil Investasi Kesehatan dan Kecerdasan si Kecil

6. Pemberian Nama Bayi di Rusia

Rusia memiliki tradisi unik dalam memberikan nama kepada anak. Dalam tradisi keluarga di Rusia, sang anak harus menggunakan nama ayahnya sebagai nama tengah. Contohnya, jika nama anak adalah Laura dan nama ayahnya adalah Martin, maka nama lengkap sang anak menjadi Laura Martin, diakhiri dengan nama keluarga.

Tradisi ini memiliki makna bahwa anak diidentifikasi sebagai bagian dari keluarga dan mewarisi nama keluarga dengan bangga. Selain itu, tradisi ini juga menjadi cara untuk menjaga hubungan keluarga dan menghormati leluhur.

7. Tradisi Sangjit di Keluarga Cina

Tradisi sangjit adalah tradisi lamaran dan pertunangan resmi dalam budaya Cina. Tradisi ini dimulai dengan pemberian seserahan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Sangjit memiliki makna komitmen serius, sakral, dan bertujuan untuk mempererat hubungan antara dua keluarga.

Dalam tradisi sangjit, pihak laki-laki akan memberikan seserahan berupa makanan, uang, dan perhiasan kepada pihak perempuan. Pihak perempuan kemudian akan menerima seserahan tersebut dan menunjukkan kesediaannya untuk melanjutkan hubungan dengan pihak laki-laki. Tradisi ini menjadi momen penting dalam perjalanan menuju pernikahan dan menjadi bukti keseriusan kedua belah pihak.

8. Upacara Okuizome di Jepang, Pertama Kali Bayi Menggigit Makanan

Upacara Okuizome adalah tradisi Jepang yang dilakukan saat bayi berusia sekitar 100 atau 120 hari. Dalam tradisi ini, orang tua menyajikan hidangan tradisional Jepang lengkap beserta set alat makan baru berwarna merah untuk bayi laki-laki dan warna hitam untuk bayi perempuan. Orang tua secara bergantian memberi makan bayi sambil memanjatkan doa agar sang anak dianugerahi banyak makanan sepanjang hidupnya.

Upacara Okuizome memiliki makna bahwa bayi telah mencapai usia di mana mereka dapat mulai mengonsumsi makanan padat. Tradisi ini juga menjadi momen penting dalam memperkenalkan makanan dan budaya Jepang kepada bayi. Selain itu, upacara Okuizome juga menjadi momen untuk bersyukur atas kelahiran bayi dan mengharapkan masa depan yang baik bagi mereka.

9. Tradisi Ramadan di Qatar

Di Qatar, bulan Ramadan adalah momen yang sangat istimewa bagi keluarga. Selama bulan puasa, nuansa kekeluargaan begitu kental dan hangat. Keluarga besar saling bersilaturahmi dan berkumpul bersama untuk berbuka puasa. Mereka berbagi makanan dan melakukan kegiatan amal bersama.

Tradisi Ramadan di Qatar menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga dan memperkuat ikatan antara anggota keluarga. Selain itu, bulan Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan hubungan dengan Tuhan.

10. Etika Makan di Keluarga Kerajaan Inggris

Salah satu tradisi unik dalam keluarga kerajaan Inggris adalah etika makan di meja makan. Ketika Ratu sudah menyendokkan makanan terakhirnya, semua orang di meja makan harus berhenti makan. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada sang Ratu dan menunjukkan tata krama yang tinggi.

Meskipun tradisi ini hanya berlaku di keluarga kerajaan Inggris, namun hal ini menunjukkan betapa pentingnya etika dan tata krama dalam budaya keluarga mereka. Tradisi ini menjadi salah satu ciri khas dari keluarga kerajaan Inggris dan menjadi bagian dari identitas mereka sebagai keluarga kerajaan.

11. Polterabend, Tradisi Banting Piring Keluarga Pengantin di Jerman

Di Jerman, ada tradisi unik yang dilakukan oleh keluarga pengantin sebelum pernikahan dilangsungkan. Tradisi ini disebut Polterabend, yang artinya “malam pecah belah”. Pada malam sebelum pernikahan, keluarga dan teman-teman datang ke rumah mempelai dengan membawa porselen atau piring. Piring-piring tersebut kemudian dipecahkan secara ramai-ramai.

Baca Juga:  6 Gangguan Sistem Pencernaan pada Anak

Tujuan dari tradisi ini adalah untuk menciptakan suasana ramai dan sebagai simbol kerja sama bagi mempelai. Pasangan pengantin wajib membersihkan seluruh pecahan porselen tersebut. Namun, dilarang untuk memecahkan piring dan gelas berbahan kaca karena dipercaya sebagai simbol kesialan.

Tradisi Polterabend ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus sarat makna bagi keluarga pengantin. Mereka bekerja sama untuk membersihkan pecahan porselen dan menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi pernikahan dengan penuh kebersamaan.

12. Natal di Rusia

Di Rusia, perayaan Natal memiliki tanggal yang berbeda dari negara kebanyakan. Menggunakan kalender Julian, Rusia memperingati Natal pada tanggal 7 Januari. Pada hari itu, keluarga-keluarga di Rusia menghidangkan dan memakan 12 jenis makanan sebagai simbol 12 rasul.

Perayaan Natal di Rusia menjadi momen yang sangat penting dalam tradisi keluarga. Mereka berkumpul bersama, berbagi hidangan lezat, dan merayakan kelahiran Yesus Kristus. Natal juga menjadi waktu yang tepat untuk bersatu dengan keluarga dan menghargai hubungan yang ada.

13. Lebaran di Tunisia

Di Tunisia, Lebaran juga menjadi momen yang penting bagi keluarga. Biasanya, masyarakat Tunisia membuat biskuit spesial seperti baklawa dan beberapa jenis roti keras untuk diberikan kepada keluarga dan teman-teman. Para ayah dan anak laki-laki berangkat ke masjid lebih dulu, sementara kaum perempuan boleh ikut bersama mereka atau tinggal di rumah. Tak lupa, para ibu mempersiapkan pakaian dan mainan baru untuk anak-anak. Setelah itu, mereka mempersiapkan makan siang di rumah keluarga besar yang dituakan.

Tradisi Lebaran di Tunisia tidak jauh berbeda dengan tradisi Lebaran di Indonesia. Masyarakat Tunisia juga menjadikan Lebaran sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat.

14. Tukar Kado Natal di Amerika

Salah satu tradisi yang sangat populer di Amerika adalah saling tukar kado pada perayaan Natal. Acara ini menjadi momen untuk memberikan kado kepada orang-orang terdekat, memberikan kartu ucapan, menghias rumah, dan mengadakan pesta jamuan makan malam bersama keluarga dan kerabat dekat.

Tradisi tukar kado ini juga telah diadopsi oleh masyarakat Indonesia dalam perayaan Natal. Masyarakat kita juga merayakan Natal dengan memberikan kado kepada orang-orang terdekat dan mengadakan pertemuan keluarga untuk merayakan momen ini.

15. Tradisi Keluarga Vietnam: menjunjung tinggi budaya keluarga

Salah satu tradisi keluarga yang patut dicontoh adalah tradisi keluarga Vietnam. Bagi masyarakat Vietnam, sangat penting untuk mewariskan kecintaan terhadap tradisi budaya keluarga dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, dalam satu rumah bisa tinggal 2 hingga 4 generasi dalam atap yang sama.

Berbagai falsafah sederhana namun mendalam sangat kental dalam keluarga Vietnam. Mereka menganggap bahwa keluarga harus memiliki adat, jika orang tua berbicara, anak cucu harus mendengarkan. Mereka juga mengajarkan anak-anak untuk mengenang asal usul mereka dan berterima kasih atas jasa ayah ibu yang telah melahirkannya. Selain itu, mereka juga menaruh perhatian kepada orang tua, termasuk kakek nenek. Bahkan kakek dan nenekpun turut membantu mendidik anak-anak walau sudah tua. Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga.

Tradisi keluarga Vietnam menjadi contoh yang baik bagi kita semua. Mereka mengajarkan pentingnya menjunjung tinggi budaya keluarga dan menghargai hubungan antar anggota keluarga.

16. Makan Malam Tahun Baru di Perancis

Di Perancis, tradisi keluarga saat menyambut Tahun Baru adalah dengan makan malam yang sangat mewah dan berlimpah. Menu makan malam Tahun Baru biasanya terdiri dari berbagai hidangan, seperti foie gras, kalkun, kaviar, tiram, dan daging angsa. Selain itu, minuman wajib yang disajikan adalah sampanye.

Makan malam Tahun Baru di Perancis bisa berlangsung hingga empat jam karena jumlah hidangannya yang sangat banyak. Tradisi ini menjadi momen yang sangat spesial bagi keluarga untuk berkumpul dan menikmati hidangan lezat. Mereka menghabiskan waktu bersama dalam suasana yang penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Baca Juga:  Kenali dengan Cepat Gejala Masalah Pencernaan pada Anak

17. Tradisi Keluarga pada Budaya Arab

Di budaya Arab, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Keluarga diutamakan dibandingkan individu dan hubungan keluarga sangat erat satu sama lain. Jika reputasi atau kehormatan keluarga sedang dipertaruhkan, maka antar keluarga akan bekerja sama dan saling mendukung untuk memperjuangkannya. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan keluarga dalam budaya Arab.

Keluarga Arab sangat menghargai dan menjaga hubungan keluarga. Mereka menganggap bahwa keluarga adalah prioritas utama dalam hidup dan siap melakukan apa pun untuk kebaikan keluarga. Tradisi ini menjadi contoh bagaimana pentingnya menjaga hubungan keluarga dan saling mendukung satu sama lain.

18. Tradisi Naik Sepeda ke Sekolah Putri Kerajaan Belanda

Di Belanda, keluarga kerajaan memiliki tradisi unik saat anak-anak mereka bersekolah. Ratu Wilhelmina memiliki tradisi naik sepeda ke sekolah sejak masih muda, bahkan sebelum dinobatkan menjadi ratu. Meskipun tradisi ini ditentang oleh pihak kerajaan Belanda, Ratu Wilhelmina tetap melanjutkan tradisi tersebut. Bahkan Putri Catharina-Amalia, calon pewaris tahta kerajaan Belanda, juga melanjutkan tradisi naik sepeda ke sekolah. Meskipun jarak sekolahnya cukup jauh, mereka tetap menjalani tradisi ini dengan penuh semangat.

Tradisi naik sepeda ke sekolah ini memiliki makna bahwa keluarga kerajaan Belanda ingin menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga yang sederhana dan dekat dengan rakyatnya. Mereka ingin membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga yang tidak sombong.

19. Di Korea Janda atau Duda Muda Tak Diijinkan Menikah Lagi

Di Korea, garis keturunan dianggap sangat penting. Pria bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarganya dan wajib bekerja. Dalam hal perkawinan, Korea sangat menghormati kesetiaan. Oleh karena itu, jika seorang janda atau duda ditinggal mati oleh pasangannya saat masih muda, mereka tidak diperkenankan untuk menikah lagi. Mereka diharapkan untuk mengabdikan hidup mereka bagi orang tua pasangan mereka.

Tradisi ini merupakan bagian dari budaya Korea yang menghargai kesetiaan dan menghormati hubungan perkawinan. Meskipun tradisi ini mungkin terlihat kaku bagi beberapa orang, namun bagi masyarakat Korea, tradisi ini memiliki makna yang mendalam dan menjadi bagian dari nilai-nilai mereka.

20. Di Italia, Keluarga adalah Prioritas

Di Italia, keluarga dianggap sebagai prioritas utama dalam segala hal. Orang Italia sangat bangga dengan identitas dan keluarga mereka. Mereka sering mengadakan pertemuan keluarga besar, baik di pedesaan maupun perkotaan, untuk sekadar makan, ngobrol, dan menghabiskan waktu bersama.

Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai keluarga yang kuat dalam budaya Italia. Mereka menganggap bahwa keluarga adalah tempat untuk mencari dukungan, cinta, dan kebahagiaan. Pertemuan keluarga menjadi momen yang sangat berarti bagi mereka untuk mempererat hubungan dan menghargai kehadiran satu sama lain.

Meskipun tradisi keluarga di seluruh dunia berbeda-beda, namun intinya tetap sama, yaitu keluarga adalah yang utama. Setiap tradisi memiliki makna dan nilai-nilai yang mendalam dalam membentuk hubungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Oleh karena itu, mari kita selalu menghargai tradisi keluarga kita sendiri dan belajar dari tradisi keluarga di seluruh dunia.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com