Saat si Kecil Gemar Melempar Barang

Saat si Kecil Gemar Melempar Barang

Pulang dari kelompok bermain, si Kecil begitu saja melempar tasnya. Selesai bermain pun, si Kecil melemparkan begitu saja mainannya. Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana menghentikan kebiasaan buruk ini?

Ketika melempar suatu barang, jari-jari terbuka agar barang yang sedang dipegang dapat dilepas; ini memerlukan keahlian motorik halus. Saat melempar barang, koordinasi tangan dan mata dan mata si Kecil juga dilatih supaya hasil lemparannya tepat. Jika bola dilempar, maka si Kecil akan belajar bahwa bola itu akan memantul, berbeda dengan sendok makannya, yang ketika dilempar, sendok akan terjatuh dan tetap di lantai.

Melempar sebenarnya adalah ‘keahlian’ baru yang merupakan bagian dari perkembangan si Kecil. Menjatuhkan sendok dan mendengarkan suara sendok ketika menyentuh lantai merupakan hal baru yang menyenangkan baginya. Selama masih dalam batas kewajaran, biarkan saja si Kecil bereksplorasi dengan ‘keahlian’ barunya itu. Namun ketika sudah menunjukkan tanda-tanda yang kurang baik, misalnya selalu melempar barang jika ngambek atau ketika keinginannya tidak terpenuhi, Bunda harus segera mengarahkan dan meredamnya agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang akan terbawa sampai masa dewasanya nanti.

Berikut merupakan hal-hal yang dapat Bunda lakukan untuk mengantisipasi kebiasaan si Kecil melempar barang :

1. Beritahu barang apa saja yang boleh dilempar (bola, mainan pesawat dari kertas lipat) dan yang tidak boleh dilempar (buku, alat makan – meskipun terbuat dari plastik).

Ketika si Kecil mulai menunjukkan minat untuk melempar barang, Bunda dapat mengenalkan konsep bahwa ada barang yang bisa dilempar dan ada yang tidak boleh dilempar. Misalnya, Bunda bisa menjelaskan bahwa bola boleh dilempar karena itu adalah bagian dari permainannya, namun buku tidak boleh dilempar karena akan merusak bukunya dan tidak bisa digunakan lagi untuk belajar.

Baca Juga:  5 Kondisi Saat Hamil yang Dapat Terjadi karena Faktor Keturunan

2. Jelaskan mengapa sesuatu barang tidak boleh dilempar, apa akibatnya jika barang tersebut dilempar dan berikan penggantinya. Jika suatu saat si Kecil melempar buku mewarnainya, katakan “Nak, buku bukan untuk dilempar, buku ini kan untuk belajar mengenal warna. Kalau buku ini rusak karena dilempar-lempar, nanti kakak tidak bisa mewarnai gambar-gambar lucu yang ada di buku ini lho. Ini Bunda bawakan bola kalau memang kakak ingin bermain lempar-lemparan, yuk kita main lempar bola di taman”.

Selain mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilempar, Bunda juga perlu menjelaskan mengapa ada larangan tersebut. Dengan memberikan penjelasan yang jelas dan alasan yang masuk akal, si Kecil akan lebih memahami dan mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya.

3. Tentukan tempat dimana si Kecil boleh melempar bola “Kakak boleh main lempar bola, tetapi tidak di dalam rumah ya, hanya boleh di halaman”.

Memberikan batasan tempat untuk melempar barang juga bisa menjadi solusi. Dengan menentukan tempat khusus untuk bermain lempar bola, misalnya di halaman rumah, si Kecil akan lebih memahami bahwa ada waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan aktivitas tersebut.

4. Jika si Kecil melempar barang karena marah atau frustasi, ajarkan cara lain untuk meredam atau menyalurkan kemarahan atau kekesalannya. Ajari si Kecil untuk mengekspresikan kekesalannya dengan kata-kata, bukan melempar barang. “Kalau kakak kesal, kakak ngomong sama Bunda ya, katakan pada Bunda apa yang membuat kakak kesal, jangan mengungkapkan kekesalan dengan melempar barang”.

Mengajarkan cara yang lebih efektif untuk mengekspresikan emosi negatif seperti kemarahan atau kekesalan sangat penting. Bunda dapat mengajari si Kecil untuk menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya, misalnya dengan mengatakan “Aku kesal karena adik mengambil mainanku” atau “Aku marah karena Bunda tidak memperhatikanku”. Dengan mengajarkan cara yang lebih baik untuk mengungkapkan emosi, si Kecil akan belajar untuk mengendalikan diri dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih konstruktif.

Baca Juga:  Review Film Korea: Come Rain Come Shine, Ketika Hyun Bin Jadi Suami Tersakiti

5. Sejalan dengan pertambahan usia si Kecil, ‘kegemaran’ melempar barang ini lama kelamaan akan berkurang dan kemudian hilang. Yang penting Bunda selalu mengingatkan si Kecil bahwa melempar barang boleh-boleh saja asal yang dilempar adalah barang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Jangan memberikan hukuman, apalagi hukuman fisik. Bimbinglah si Kecil agar dia memiliki cara yang lebih efektif dalam mengeksplorasi sekelilingnya dan mengekspresikan perasaannya.

Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk dalam hal melempar barang. Beberapa anak mungkin lebih tertarik untuk melempar barang daripada yang lain. Namun, dengan memberikan pengarahan yang tepat dan memberikan contoh yang baik, Bunda dapat membantu si Kecil untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya dan mengendalikan keinginannya untuk melempar barang secara tidak tepat.

Jadi, penting bagi Bunda untuk memahami dan membimbing si Kecil dalam mengatasi kebiasaan buruknya dalam melempar barang. Dengan memberikan pengarahan yang baik dan memberikan contoh yang benar, Bunda dapat membantu si Kecil mengembangkan perilaku yang lebih baik dan menghindari kebiasaan buruk tersebut.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com