Review Film Korea: Come Rain Come Shine, Ketika Hyun Bin Jadi Suami Tersakiti

Ekspresi suami teraniaya

Baru juga mulai film, kita sudah disuguhkan oleh adegan pengakuan perselingkuhan Young Shin (Lim Soo-Jung) kepada suaminya Hwang Ji-Seok (Hyun Bin) saat mereka dalam perjalanan ke airport, karena Young Shin ada tugas dinas ke luar kota. Alih-alih marah Ji Seok menanggapi pengakuan tersebut dengan datar, tanpa ekspresi, malah meminta istrinya untuk tidak usah saja memberitahunya siapa pria idaman lain tersebut. Ia hanya mengiyakan ketika Young Shin memastikan bahwa nanti sepulangnya dari dinas kantor, ia akan segera meninggalkan rumah. Sungguh sebuah percakapan layaknya percakapan datar sama teman.

Contoh percakapan dengan teman:

A: “Udah makan belum?”

B: “Belum.”
A: “Kenapa?”

B: “Males.”

A: “Oh, yaudah.”

Nah ini percakapan mereka, tapi baca dengan gaya yang tadi ya.

Young Shin: “Aku mau pindah.”

Ji Seok: “Kenapa? Ada cowok lain ya?”

Young Shin: “He-eh.”

Ji Seok: “Oooh..”

Ya Allah, kalau saya yang digituin, udah saya dorong, tuh, pasangan saya keluar mobil, terus tebalikin, deh, mobil-mobil yang ada di jalanan. Gedeg.

Tak lama setting pun berpindah ke rumah mereka berdua. Young Shin sudah pulang dan sibuk beberes barang-barang yang akan dibawanya pindah. Ji Seok pun ikut membantu, masih tetap tanpa amarah, manis namun datar, bahkan sempat membuatkan kopi dari cangkir kesayangan mereka berdua. Sweet but mysterious, bukan cuma istrinya, kita pun yang nonton juga gemas, kenapa, sih, nggak marah mas? Udah jelas diselingkuhin, mau ditinggal, malah bantu-bantu. Kan, kesal! Seganteng, sekeren, dan semapan itu, kok, ya diselingkuhin sih? Memang nggak semua perempuan itu pintar! Silakan misuh-misuh, hahahahaha….

Ekspresi Ji Seok yang Misterius

Tidak bisa dipungkiri, ekspresi Ji Seok yang misterius ini membuat penonton tertarik untuk terus menonton film ini. Bagaimana bisa seorang suami yang teraniaya tidak marah dan justru membantu istrinya? Apakah Ji Seok memiliki rahasia yang belum terungkap? Ataukah dia memiliki alasan tersendiri untuk tetap tenang dan tidak marah?

Dalam film ini, Ji Seok terlihat sangat tenang dan tidak menunjukkan perasaan marah atau kecewa meskipun istrinya mengakui perselingkuhannya. Ia bahkan tetap memperlakukan Young Shin dengan baik, seperti membuatkan kopi dari cangkir kesayangan mereka berdua. Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam benak penonton, apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Ji Seok?

Kehadiran Ji Seok yang misterius ini memberikan warna tersendiri dalam film ini. Ia tidak seperti suami pada umumnya yang bereaksi dengan amarah atau kekecewaan saat mengetahui perselingkuhan pasangannya. Ji Seok justru terlihat tenang dan terus membantu Young Shin. Hal ini membuat penonton semakin penasaran dengan karakter Ji Seok dan apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka.

Baca Juga:  9 Ciri-Ciri Bayi Sehat yang Tampak Dari Kebiasaannya

Romansa datar yang bermakna dalam

Film ini menggambarkan kejadian satu hari, hanya mereka berdua, dalam cuaca hujan lebat, sesekali reda diganti matahari, lalu hujan lagi, banjir di mana-mana, membuat mereka terkurung di rumah, tak bisa ke mana-mana. Di sinilah kemudian kita diajak menyusun puzzle, demi memahami cerita ini. Tak hanya melalui dialog antara Ji Seok dan Young Shin tapi juga melalui simbol-simbol pernikahan yang sudah berjalan selama 5 tahun. Penulis dan sutradara tak perlu secara eksplisit menceritakan mengenai mimpi-mimpi mereka, perasaan putus asa, hingga kegamangan pasangan ini. Semua sudah diwakili mulai dari buku masak, cangkir kopi kesayangan yang mereka beli namun jarang digunakan, hingga pintu teras yang susah ditutup. Sungguhlah simbol-simbol yang sering kita temukan dalam hari-hari pasangan yang sudah menikah.

Film ini bisa sangat terasa membosankan, apalagi alurnya lambat. Tapi menurut saya setiap scene punya makna dalam. Pelan tapi pasti film ini ingin berbicara mengenai betapa pasangan ini sebenarnya hanya kurang komunikatif saja dalam menyampaikan perasaan dan apa-apa yang terasa kurang berkenan di dalam hati. Justru datarnya alur menurut saya merupakan penggambaran sempurna dari sebuah hubungan yang kian tahun kian basi. Sebuah penggambaran mengenai pasangan yang sebenarnya masih saling mencintai, hanya saja percik-percik asmaranya sudah menguap entah ke mana. Sounds so familiar nggak?

Simbol-simbol dalam Pernikahan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, film ini menggunakan simbol-simbol pernikahan yang menggambarkan hubungan Ji Seok dan Young Shin. Salah satu simbol yang terlihat adalah buku masak yang jarang digunakan. Buku masak ini mewakili mimpi-mimpi dan harapan-harapan mereka sebagai pasangan. Namun, dengan jarangnya buku masak tersebut digunakan, film ini ingin menggambarkan bahwa pasangan ini belum mampu mewujudkan mimpi-mimpi mereka.

Selain itu, cangkir kopi kesayangan mereka juga menjadi simbol dalam film ini. Cangkir kopi ini menggambarkan hubungan mereka yang manis namun terabaikan. Mereka pernah membeli cangkir tersebut dengan harapan bisa menikmati kopi bersama setiap hari. Namun, dengan jarangnya cangkir tersebut digunakan, film ini ingin menggambarkan bahwa pasangan ini telah kehilangan keintiman dalam hubungan mereka.

Pintu teras yang susah ditutup juga menjadi simbol dalam film ini. Pintu teras ini menggambarkan kesulitan yang mereka hadapi dalam memperbaiki hubungan mereka. Meskipun mereka berusaha untuk merapatkan hubungan, namun masih ada kesulitan yang harus dihadapi.

Dengan menggunakan simbol-simbol ini, film ini berhasil menyampaikan pesan yang mendalam tentang hubungan pasangan yang sudah menikah. Melalui simbol-simbol ini, penonton diajak untuk merenungkan hubungan mereka sendiri dan apakah hubungan tersebut masih memiliki makna yang dalam.

Baca Juga:  Senam Hamil, Latihan Sederhana untuk Lancarkan Persalinan

Ujian setiap suami istri

Sepertinya ketika kita terisolasi seperti sekarang ini gara-gara wabah Covid, dipaksa diam di rumah dengan pasangan (with or without kids), apa lagi ketika hubungan kita sedang datar-datarnya, bisa jadi sebuah kesempatan saling introspeksi diri. Kembali menelaah apa yang sudah pernah kita impikan ketika dulu memulai bahtera rumah tangga. Seperti Ji Seok dan Young Shin, selama mereka di rumah saja, mereka jadi mengingat lagi apa yang pernah mereka cita-citakan bersama. Mereka jadi mulai bertanya-tanya apakah situasi ini yang mereka inginkan. Yang paling terombang-ambing tentu Young Shin, sudahlah suaminya nggak marah, masih bersikap manis, terlihat tegar pula. Young Shin sepertinya juga kesal, karena suaminya nggak marah. Apa mungkin ini bentuk dia caper? Penonton jadi nebak-nebak, nih, dia jadi pergi nggak ya?

Dalam film ini, Ji Seok dan Young Shin menghadapi ujian dalam hubungan mereka. Perselingkuhan yang terjadi membuat mereka harus menghadapi perasaan kecewa, marah, dan kebingungan. Namun, dengan terkurung di rumah selama satu hari, mereka memiliki kesempatan untuk merenung dan mempertimbangkan apa yang mereka inginkan dalam hubungan ini.

Bagi Ji Seok, ia harus memutuskan apakah ia masih ingin memperjuangkan hubungan ini atau melepaskan Young Shin. Meskipun Young Shin telah mengakui perselingkuhannya, Ji Seok tetap bersikap manis dan membantu Young Shin. Hal ini menunjukkan bahwa Ji Seok masih peduli dan mencintai Young Shin. Namun, ia juga harus mempertimbangkan apakah hubungan ini masih memiliki makna dan apakah ia bisa memaafkan Young Shin.

Sementara itu, Young Shin juga menghadapi pertanyaan yang sama. Apakah ia masih mencintai Ji Seok dan apakah ia ingin memperbaiki hubungan ini? Meskipun Ji Seok tidak menunjukkan perasaan marah, Young Shin merasa kesal karena Ji Seok tidak marah. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Ji Seok masih peduli dengan hubungan ini atau apakah ia sudah tidak peduli lagi.

Ketika terisolasi di rumah, Ji Seok dan Young Shin memiliki kesempatan untuk saling introspeksi dan mempertimbangkan apa yang mereka inginkan dalam hubungan ini. Ujian ini bisa menjadi titik balik bagi mereka untuk memperbaiki hubungan ini atau untuk melepaskan satu sama lain.

Pertanyaan-pertanyaan yang Menghantui

Dalam film ini, Ji Seok dan Young Shin menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang menghantui. Ji Seok harus mempertimbangkan apakah ia masih ingin memperjuangkan hubungan ini atau melepaskan Young Shin. Young Shin juga harus mempertimbangkan apakah ia masih mencintai Ji Seok dan apakah ia ingin memperbaiki hubungan ini.

Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah dijawab dan membutuhkan waktu untuk dipikirkan. Namun, dengan terkurung di rumah selama satu hari, Ji Seok dan Young Shin memiliki kesempatan untuk merenung dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Baca Juga:  Mengapa si Kecil Terlihat Kuning?

Apakah Ji Seok masih mencintai Young Shin meskipun ia telah mengakui perselingkuhannya? Apakah Ji Seok bisa memaafkan Young Shin dan memperbaiki hubungan ini? Bagaimana perasaan Young Shin terhadap Ji Seok? Apakah ia masih mencintai Ji Seok dan apakah ia ingin memperbaiki hubungan ini?

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penghalang dalam hubungan Ji Seok dan Young Shin. Mereka harus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini untuk menentukan apakah hubungan ini masih memiliki harapan atau harus berakhir.

Kesimpulan

Come Rain Come Shine adalah film Korea yang menggambarkan hubungan suami istri yang diuji oleh perselingkuhan. Dalam film ini, Ji Seok dan Young Shin menghadapi perasaan kecewa, marah, dan kebingungan. Namun, dengan terkurung di rumah selama satu hari, mereka memiliki kesempatan untuk merenung dan mempertimbangkan apa yang mereka inginkan dalam hubungan ini.

Film ini menggunakan simbol-simbol pernikahan untuk menggambarkan hubungan Ji Seok dan Young Shin. Buku masak yang jarang digunakan, cangkir kopi yang terabaikan, dan pintu teras yang sulit ditutup menjadi simbol dalam film ini. Simbol-simbol ini menggambarkan hubungan yang kian basi dan kehilangan keintiman.

Dalam menghadapi ujian ini, Ji Seok dan Young Shin harus mempertimbangkan apakah mereka masih ingin memperjuangkan hubungan ini atau melepaskan satu sama lain. Pertanyaan-pertanyaan yang menghantui menghantui mereka dan mereka harus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Come Rain Come Shine adalah film yang mengajak penonton untuk merenung tentang hubungan suami istri dan pentingnya komunikasi dalam hubungan ini. Dengan alur yang lambat namun penuh dengan makna, film ini berhasil menyampaikan pesan yang mendalam tentang perjuangan dalam hubungan yang kian basi.

Bagi para penggemar Hyun Bin, film ini juga menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain dari aktingnya. Dalam peran sebagai suami teraniaya, Hyun Bin berhasil membawakan karakter Ji Seok dengan baik dan menghadirkan ekspresi misterius yang membuat penonton tertarik.

Jadi, bagi Anda penggemar film Korea Crash Landing On You, jangan lewatkan film Come Rain Come Shine. Selain menampilkan akting Hyun Bin yang cukup baik, film ini juga menghadirkan cerita yang menggugah emosi dan mengajak penonton untuk merenung tentang hubungan suami istri.


Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com