Perkiraan Masa Subur Ibu

Perkiraan Masa Subur Bunda

Saat merencanakan kehadiran si Kecil, ada langkah penting lainnya yang perlu Bunda ketahui dan kenali, yaitu kapan masa subur tiba. Pasangan suami istri dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual pada saat ovulasi terjadi, yaitu sekira 14 hari sebelum menstruasi berikutnya (untuk siklus menstruasi 28 hari). Namun seringkali sulit untuk mengenali secara pasti kapan ovulasi terjadi. Bagi pasangan suami istri yang ingin segera memiliki momongan, dokter merekomendasikan melakukan hubungan seksual antara hari ke-7 dan ke-20 siklus menstruasi.

Selama siklus menstruasi, tidak ada cairan serviks. Namun setelah selesai siklus, vagina menjadi kering dan cairan juga tidak ada. Lalu, berubah menjadi cairan yang lengket, liat seperti karet. Dalam masa subur, cairan terasa basah dan berwarna putih. Sedangkan dalam kondisi sangat subur, cairan terasa licin, liat, dan jernih seperti putih telur. Setelah ovulasi, vagina menjadi kering kembali (tidak ada cairan serviks). Untuk dapat ‘merasakan’ cairan serviks tersebut, pegang dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Rentangkan cairan tersebut dengan memisahkan ibu jari dan telunjuk. Jika cairan itu dapat ‘terulur’ seperti benang, berarti masa subur hampir tiba.

Selain itu, suhu basal tubuh juga dapat menjadi indikator masa subur. Setelah ovulasi, suhu tubuh akan meningkat dan bertahan selama siklus ovulasi berlangsung. Pada akhir siklus, suhu akan kembali normal. Untuk mengetahui suhu basal, ibu bisa menggunakan termometer dan mengukur suhu tubuh di pagi hari sebelum ibu bangun dari tempat tidur. Gunakan termometer digital dan letakkan di mulut selama 5 menit atau sampai sinyalnya menyala. Sebisa mungkin, jangan banyak bergerak karena gerakan dapat meningkatkan suhu secara perlahan. Jika didapat 2 angka, catat angka yang terendah dan coba ukur suhu tubuh pada waktu yang sama setiap hari jika memungkinkan. Buatlah catatan agar ibu dapat mengetahui kapan suhu menjadi lebih tinggi, sekitar 0,2 derajat atau lebih dalam 6 hari. Suhu ini merupakan penanda kesuburan yang cukup dapat diandalkan. Setelah ibu memonitor beberapa siklus, ibu bisa menebak pola dan mengidentifikasi kapan waktu tersubur ibu.

Baca Juga:  Berapa Lama Obat Bisa Bertahan Setelah Dibuka?

Dengan mengetahui perubahan cairan serviks dan suhu tubuh ibu, maka diharapkan ibu dapat memperkirakan waktu ovulasi sel telur, sehingga dapat membantu ibu untuk merencanakan kehamilan.

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Selain mengetahui perkiraan masa subur, penting bagi ibu hamil dan memiliki anak untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi. Ahli gizi dapat memberikan informasi yang dibutuhkan ibu untuk menjaga kesehatan dan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui.

Untuk mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi, ibu dapat mengisi data diri pada form yang disediakan. Isi dengan lengkap nama lengkap ibu, nomor handphone (Whatsapp), email, password, susu yang dikonsumsi anak saat ini atau susu ibu hamil, status/kondisi ibu saat ini, perkiraan tanggal lahir anak, dan data anak seperti nama lengkap anak dan tanggal lahir anak.

Setelah mengisi data diri, ibu diharapkan menyetujui syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi Bunda & Balita. Selain itu, ibu juga diharapkan setuju dan bersedia menerima informasi dari Bunda & Balita, Frisian Flag Indonesia, dan partner Bunda & Balita.

Dengan mengisi data diri dan mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi, ibu dapat memperoleh informasi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui. Konsultasi dengan ahli gizi juga dapat membantu ibu dalam memahami kebutuhan gizi anak dan cara memberikan nutrisi yang seimbang.

Pantau Tumbuh Kembang Lewat Posyandu Online

Selain mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi, ibu juga dapat memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu online. Posyandu online merupakan sarana yang memudahkan ibu dalam memantau tumbuh kembang anak tanpa harus datang ke posyandu secara fisik.

Untuk menggunakan posyandu online, ibu perlu mengisi data anak atau anak yang termuda. Isi dengan lengkap nama lengkap anak dan tanggal lahir anak. Dengan mengisi data anak, ibu dapat memantau perkembangan anak melalui posyandu online. Bunda juga diharapkan menyetujui syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi Bunda & Balita.

Baca Juga:  Manfaat Susu Sapi dan Susu Soya, Mana yang Lebih Baik?

Dengan menggunakan posyandu online, ibu dapat memantau tumbuh kembang anak secara mudah dan praktis. Bunda dapat melihat perkembangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak. Selain itu, ibu juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan motorik anak, pola tidur, pola makan, dan perkembangan kognitif anak.

Dapatkan Info Parenting dan Hadiah Spesial dari Bunda & Balita

Sebagai ibu yang peduli dengan tumbuh kembang anak, penting bagi ibu untuk selalu mendapatkan informasi parenting yang bermanfaat. Dengan mendapatkan informasi parenting, ibu dapat memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam mengasuh anak dengan baik dan benar.

Selain itu, ibu juga berkesempatan mendapatkan hadiah spesial dari Bunda & Balita. Hadiah spesial tersebut dapat berupa produk-produk berguna untuk ibu dan anak, seperti susu formula, perlengkapan bayi, atau buku-buku parenting.

Untuk mendapatkan info parenting dan hadiah spesial dari Bunda & Balita, ibu diharapkan untuk mengisi data diri pada form yang disediakan. Isi dengan lengkap nama lengkap ibu, nomor handphone (Whatsapp), email, dan password. Pastikan password memiliki minimal 8 karakter dan mengandung setidaknya 1 huruf besar, 1 huruf kecil, 1 angka, dan 1 karakter khusus.

Setelah mengisi data diri, ibu diharapkan menyetujui syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi Bunda & Balita. Selain itu, ibu juga diharapkan setuju dan bersedia menerima informasi dari Bunda & Balita, Frisian Flag Indonesia, dan partner Bunda & Balita.

Dengan mengisi data diri dan mendapatkan info parenting serta hadiah spesial dari Bunda & Balita, ibu dapat memperoleh pengetahuan dan dukungan yang dibutuhkan dalam mengasuh anak dengan baik dan benar. Bunda juga berkesempatan mendapatkan hadiah berguna untuk ibu dan anak.

Kesimpulan

Dalam merencanakan kehadiran si Kecil, penting bagi ibu untuk mengetahui dan kenali kapan masa subur tiba. Pasangan suami istri dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual pada saat ovulasi terjadi, yaitu sekira 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Namun, sulit untuk mengenali secara pasti kapan ovulasi terjadi. Oleh karena itu, ibu perlu memperhatikan perubahan cairan serviks dan suhu basal tubuh untuk dapat memperkirakan waktu ovulasi sel telur.

Baca Juga:  5 Apps for New Mommies

Selain itu, ibu juga dapat mendapatkan konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk menjaga kesehatan dan nutrisi selama masa kehamilan dan menyusui. Bunda juga dapat memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu online yang memudahkan ibu dalam memantau perkembangan anak. Selain itu, ibu juga berkesempatan mendapatkan informasi parenting dan hadiah spesial dari Bunda & Balita.

Dengan pengetahuan dan dukungan yang diperoleh, ibu dapat menjadi ibu yang lebih siap dan terampil dalam merawat dan mengasuh anak. Bunda juga dapat memberikan nutrisi yang seimbang dan memantau tumbuh kembang anak dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat bagi ibu dalam merencanakan kehamilan dan merawat anak dengan baik.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com