Meninggalkan si Kecil dengan Baby Sitternya

Meninggalkan si Kecil dengan Baby Sitternya

Pada saat Bunda bekerja, tak jarang harus meninggalkan si Kecil dengan baby sitternya. Namun, memilih, melatih, dan mengajari pengasuh yang akan menjaga si Kecil seharian di rumah bukanlah hal yang mudah. Bunda perlu memastikan bahwa si Kecil berada di tangan yang aman dan dapat dipercaya selama Bunda tidak berada di rumah.

Memilih Baby Sitter yang Tepat

Ketika memutuskan untuk mempekerjakan seorang baby sitter, Bunda harus berhati-hati dan teliti. Pertama-tama, Bunda dapat mencari rekomendasi dari orang-orang terdekat seperti tetangga, teman kerja, atau teman di pengajian/gereja. Mereka yang memiliki anak sebaya dengan si Kecil mungkin memiliki pengalaman dalam memilih baby sitter yang dapat dipercaya.

Setelah mendapatkan beberapa rekomendasi, Bunda dapat mengadakan wawancara dengan calon baby sitter. Tanyakan pengalaman kerja sebelumnya dan alasan mereka berhenti dari tempat kerja sebelumnya. Selain itu, tanyakan juga bagaimana cara mereka menghadapi anak yang rewel atau sering menangis. Hal ini penting untuk mengetahui kemampuan calon baby sitter dalam menghadapi situasi sulit dengan si Kecil.

Selain itu, Bunda juga perlu menanyakan mengenai kesehatan calon baby sitter. Beberapa penyedia jasa baby sitter telah melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti foto rontgen paru. Hal ini dapat memberikan kepastian bahwa baby sitter dalam kondisi yang sehat dan tidak akan menularkan penyakit kepada si Kecil.

Mengenalkan Si Kecil dengan Baby Sitter

Setelah Bunda menemukan baby sitter yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengenalkan si Kecil dengan baby sitter tersebut. Biarkan si Kecil bermain dan berinteraksi dengan baby sitter, sambil Bunda memperhatikan bagaimana cara baby sitter berinteraksi dengan si Kecil. Pastikan baby sitter bersikap dewasa, bertanggung jawab, dan mampu memberikan perhatian yang baik kepada si Kecil.

Baca Juga:  Tips Agar Bayi Tidak Terjatuh dari Tempat Tidur

Selain itu, Bunda juga perlu memberikan petunjuk dan informasi yang penting kepada baby sitter. Misalnya, aturan dalam keluarga seperti jadwal makan, tidur, dan bermain. Tuliskan jadwal tersebut dan tempelkan di kamar si Kecil agar baby sitter dapat mengikuti dengan baik.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan oleh Baby Sitter

Sebagai orang yang dipercaya untuk menjaga si Kecil, baby sitter juga harus memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh baby sitter:

1. Tidak meninggalkan si Kecil sendirian.
2. Tidak boleh melakukan kekerasan fisik atau verbal terhadap si Kecil.
3. Mengetahui peraturan dalam keluarga seperti jadwal makan, tidur, dan bermain.
4. Mengetahui jenis makanan yang tidak boleh diberikan karena si Kecil memiliki alergi terhadapnya.
5. Mengetahui nomor telepon darurat yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat.
6. Menjaga keamanan rumah dengan mengunci pintu dan tidak membuka kepada orang yang tidak dikenal.
7. Tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal yang menghubungi rumah.
8. Selalu mengawasi si Kecil dan memeriksa keadaannya saat sedang tidur.
9. Mengetahui siapa saja yang boleh berkunjung ke rumah.
10. Mengikuti peraturan mengenai pemakaian barang-barang di rumah seperti telepon dan komputer.
11. Tidak membawa teman ke rumah tanpa izin.
12. Mengetahui obat-obatan yang mungkin diperlukan dalam keadaan tertentu.
13. Mengetahui cara mengatasi keadaan darurat seperti matinya listrik.

Dengan memastikan bahwa baby sitter memahami dan menjalankan tugasnya dengan baik, Bunda dapat memiliki ketenangan pikiran saat meninggalkan si Kecil di bawah pengawasan baby sitter.

Komunikasi Antara Bunda dan Baby Sitter

Selain memilih dan melatih baby sitter, komunikasi antara Bunda dan baby sitter juga sangat penting. Saat Bunda sedang bekerja, Bunda dapat menghubungi baby sitter secara berkala untuk memastikan keadaan si Kecil. Selain itu, ketika Bunda pulang dari kerja, Bunda dapat bertanya kepada baby sitter mengenai perilaku dan aktivitas si Kecil selama seharian.

Baca Juga:  4 Tips Optimalkan Tinggi Badan Anak untuk Cegah Stunting

Selain itu, Bunda juga perlu berkomunikasi dengan si Kecil ketika berduaan dengan baby sitter. Tanyakan apakah si Kecil merasa nyaman dan aman bersama baby sitter. Jika ada hal yang membuat si Kecil tidak nyaman, Bunda dapat mencari solusi bersama baby sitter untuk mengatasi masalah tersebut.

Kesimpulan

Meninggalkan si Kecil dengan baby sitternya bukanlah keputusan yang mudah. Bunda harus memastikan bahwa baby sitter yang dipilih dapat dipercaya dan mampu menjaga keselamatan serta kesejahteraan si Kecil selama Bunda tidak berada di rumah. Dengan melakukan proses pemilihan yang teliti, memberikan petunjuk yang jelas kepada baby sitter, dan menjaga komunikasi yang baik antara Bunda dan baby sitter, Bunda dapat memiliki ketenangan pikiran saat meninggalkan si Kecil dengan baby sitternya.

Subscribe, follow lembarkerjauntukanak.com